Tag Archives: Sasha Barrese

Review: The Hangover Part III (2013)

The-Hangover-3-header

Memulai perjalanannya pada tahun 2009, The Hangover yang diarahkan oleh Todd Phillips (Old School, 2003) mampu meraih sukses luar biasa berkat keberanian Phillips dan duo penulis naskah, Jon Lucas dan Scott Moore, dalam menghadirkan deretan guyonan yang melabrak berbagai pakem komedi dewasa tradisional Hollywood. Tidak hanya film tersebut mampu meraih kesuksesan secara kritikal serta pendapatan komersial sebesar lebih dari US$450 juta – dari biaya produksi hanya sebesar US$35 juta!, The Hangover juga berhasil membawa ketiga nama pemeran utamanya, Bradley Cooper, Zach Galifianakis serta Ed Helms, ke jajaran aktor papan atas Hollywood. Kesuksesan tersebut berlanjut dengan The Hangover Part II (2011), yang berhasil meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$581 juta meskipun gagal untuk kembali mencuri hati para kritikus film dunia akibat jalan cerita yang dinilai terlalu familiar dan dieksekusi dengan penggalian yang begitu dangkal.

Continue reading Review: The Hangover Part III (2013)

Advertisements

Review: The Hangover Part II (2011)

Ketika merilis The Hangover di tahun 2009, Todd Phillips tentu tidak akan menyangka bahwa film komedi dewasa yang ia arahkan akan berbuah kesuksesan besar selama masa perilisannya. Tidak hanya film tersebut berhasil memperoleh pendapatan lebih dari sepuluh kali lipat biaya pembuatannya, The Hangover juga berhasil memperbaiki karir penyutradaraan Phillips, menggiring nama Bradley Cooper, Ed Helms dan Zach Galifianakis ke jajaran aktor papan atas Hollywood sekaligus memenangkan Best Motion Picture – Musical or Comedy di ajang The 67th Annual Golden Globe Awards. Seperti halnya tradisi kesuksesan komersial Hollywood lainnya, hanyalah masalah waktu hingga akhirnya Warner Bros., Phillips dan jajaran pemerannya kembali bekerja sama untuk memproduksi sebuah film sekuel.

Continue reading Review: The Hangover Part II (2011)

Review: Let Me In (2010)

Bisakah kita membicarakan Let Me In tanpa harus menyinggung maupun membandingkannya dengan Let the Right One In (2008)? Memang, film Swedia tersebut telah terlebih dahulu menerjemahkan novel karya John Ajvide Lindqvist yang berjudul sama ke layar lebar dengan sutradara Tomas Alfredson berhasil menjadikan Let the Right One In sebagai sebuah pencapaian film horor yang sangat mengagumkan. Namun apa yang dihasilkan sutradara Matt Reeves (Cloverfield, 2008) lewat Let Me In juga bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh. Bahkan, dalam beberapa aspek, Reeves berhasil menjadikan Let Me In sebagai sebuah film yang lebih superior dari film pendahulunya.

Continue reading Review: Let Me In (2010)