Tag Archives: Sarah Snook

Review: Pieces of a Woman (2020)

Nama sutradara Kornél Mundruczó mungkin masih belum terdengar familiar di telinga banyak penikmat film dunia. Meskipun begitu, film-film arahan dari sutradara asal Hungaria tersebut telah malang-melintang di berbagai festival film bergengsi mulai dari Cannes Film Festival hingga Sundance Film Festival. Film yang ia rilis di tahun 2014 lalu, White God, bahkan berhasil meraih Prix Un Certain Regard dari The 67th Cannes Film Festival sekaligus dipilih untuk mewakili Hungaria untuk berkompetisi di kategori Best Foreign Language Film pada ajang The 87th Annual Academy Awards. Pieces of a Woman menandai kali pertama Mundruczó mengarahkan sebuah film dalam Bahasa Inggris. Dengan naskah cerita yang digarap oleh Kata Wéber – yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Mundruczó untuk penulisan naskah film White GodPieces of a Woman diadaptasi dari drama panggung garapan Mundruczó dan Wéber yang alur kisahnya sendiri diinspirasi dari pengalaman hidup keduanya sebagai pasangan yang mengalami keguguran anak. Continue reading Review: Pieces of a Woman (2020)

Review: Winchester (2018)

Dengan jalan cerita yang terinspirasi dari sebuah kisah nyata, Winchester berkisah mengenai seorang wanita, Sarah Winchester (Helen Mirren), yang dirundung duka mendalam setelah kematian suami dan puterinya. Paduan rasa duka dan berbagai kejadian aneh yang menghampiri dirinya kemudian meyakinkan Sarah Winchester bahwa dirinya telah dikutuk oleh para arwah penasaran orang-orang yang tewas dikarenakan oleh senjata api buatan Winchester Repeating Arms Company – perusahaan yang dimiliki oleh sang suami dan kini sebagian kepemilikannya telah berpindah ke tangan Sarah Winchester. Atas saran seorang penasehat spiritual, Sarah Winchester kemudian melakukan renovasi besar-besaran secara terus menerus kepada rumahnya untuk membangun kamar-kamar baru yang nantinya akan ditempati arwah-arwah penasaran yang mengusik kehidupannya. Tentu saja, tindakan aneh Sarah Winchester tersebut membuat para pemegang saham Winchester Repeating Arms Company merasa khawatir akan kesehatan mentalnyaa. Mereka akhirnya mengirimkan seorang dokter, Eric Price (Jason Clarke), yang ditugaskan untuk bermalam di rumah Sarah Winchester dan menganalisa kesehatan mentalnya. Continue reading Review: Winchester (2018)

Review: Jessabelle (2014)

jessabelle-posterJason Blum sepertinya masih belum berniat untuk berhenti menakut-nakuti para pengunjung bioskop dengan film-film yang diproduserinya. Wajar saja. Lewat rumah produksi Blumhouse Productions, Blum berhasil meraih kesuksesan komersial luar biasa melalui film-film berbujet minimalis seperti franchise Paranormal Activity (2009 – 2014), Insidious (2011 – 2013), The Purge (2013 – 2014) atau Sinister (2012). Dengan formula familiar itu pula, Blum bekerjasama dengan penulis naskah Ben Garant (Night at the Museum: Battle of the Smithsonian, 2009) dan sutradara Kevin Greutert (Saw VI, 2009) untuk menghasilkan sebuah film horor bertema supernatural berjudul Jessabelle.

Dengan pengarahan Greutert yang cukup kuat, Jessabelle memulai penceritaannya dengan cukup kuat. Penonton diperkenalkan dengan karakter Jessie Laurent (Sarah Snook) dan kemudian mulai mengikuti deretan tragedi sekaligus misteri yang menghantui kehidupannya. Greutert bersama dengan sinematografer Michael Fimognari mampu menciptakan atmosfer gloomy yang begitu kuat bagi Jessabelle untuk memberikan rasa ketidaknyamanan bagi penonton dalam mengikuti jalan cerita film. Rumah ayah Jessie, Leon (David Andrews), yang menjadi latar belakang lokasi utama bagi kebanyakan bagian cerita mampu dihidupkan dengan seksama sehingga menjadi salah satu karakter horor tersendiri bagi Jessabelle. Begitu pula dengan rekaman-rekaman video milik ibu Jessie, Kate (Joelle Carter), yang seringkali mampu menambah elemen kengerian film. Secara sederhana, Jessabelle mencoba tampil kreatif dengan berbagai unsur penceritaan horor yang sebenarnya telah banyak dieksploitasi Hollywood dalam film-film sejenis.

Sayang, momen-momen brilian Jessabelle tidak mampu bertahan lama. Meskipun hadir dengan arahan Greutert yang tidak mengecewakan, kekuatan akting yang mumpuni dari para pengisi departemen aktingnya serta tampilan teknikal yang cukup unggul, naskah cerita Jessabelle justru mencegah film ini untuk tampil menjadi sebuah film horor yang brilian. Setelah paruh penceritaan awal yang menjanjikan, naskah cerita film kemudian menghadirkan deretan momen-momen horor yang telah begitu usang dan, tentu saja, membuat film ini menjadi begitu mudah untuk dapat ditebak arah penceritaannya – khususnya (spoiler!) bagi mereka yang pernah menyaksikan film horor yang dibintangi Kate Hudson, The Skeleton Key (Iain Softley, 2005), yang memiliki persamaan atmosfer dan jalan penceritaan yang cukup berdekatan. Masih mampu memberikan beberapa kejutan horor di beberapa bagian namun tidak pernah benar-benar tampil mengesankan.

Memiliki berbagai potensi yang cukup kuat untuk menjadi sebuah film horor yang memorable di bagian awal, Jessabelle justru kemudian terjebak dalam berbagai intrik klise khas film horor Hollywood dalam pengembangan kisahnya… dan menyebabkan film ini akhirnya justru akan diingat sebagai salah satu momen buruk bagi para penontonnya. [C-]

Jessabelle (2014)

Directed by Kevin Greutert Produced by Jason Blum Written by Ben Garant Starring Sarah Snook, Mark Webber, David Andrews, Joelle Carter, Ana de la Reguera, Amber Stevens, Larisa Oleynik, Chris Ellis, Brian Hallisay, Lucius Baston, Jason Davis, Paul Shaplin, Barbara Weetman, Millie Wannamaker, Christopher Cozort, Vaughan Wilson Music by Anton Sanko Cinematography Michael Fimognari Edited by Kevin Greutert Studio Blumhouse Productions Running time 90 minutes Country United States Language English