Tag Archives: Samuel Joslin

Review: Paddington (2014)

paddington-posterIt’s seriously going to be really, really hard to not to fall in love with Paddington.

Baiklah. Harus diakui, sebagai sebuah film keluarga, Paddington tidak memberikan sebuah sajian yang benar-benar baru maupun segar dalam penceritaannya: sebuah keluarga bertemu dengan seorang yang asing, awalnya menjaga jarak terhadap dirinya namun secara perlahan mulai merasakan bahwa sang orang asing adalah sosok anggota keluarga yang akhirnya tidak dapat dilepaskan keberadaannya – khususnya setelah adanya ancaman yang dapat memisahkan kebersamaan mereka. Sebuah formula film-film petualangan yang ditujukan bagi pasar penonton keluarga khas Hollywood.

Adalah tangan dingin produser David Heyman – orang yang juga bertanggungjawab atas keberadaan seri film Harry Potter (2001 – 2011) – dan sutradara Paul King yang berhasil mengolah formula khas tersebut untuk tetap menjadi sajian yang begitu menyenangkan untuk dinikmati dalam Paddington. Seperti layaknya seri Harry Potter, Paddington diberkahi talenta-talenta akting asal Inggris yang sangat mampu menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan. Tidak lupa, Paddington juga memanfaatkan latar belakang lokasi cerita yang berada di kota London dengan sangat maksimal sehingga mampu menjadi bagian penunjang tersendiri bagi kualitas penceritaan film. Paul King, yang bersama dengan Hamish McColl mengadaptasi kisah Paddington dari buku cerita anak-anak klasik berjudul Paddington Bear karya Michael Bond, juga berhasil mengisi naskah cerita Paddington dengan deretan guyonan (juga khas Inggris) yang cukup segar. Meskipun pengarahan King terasa statis di beberapa pojokan cerita namun Paddington sama sekali tidak pernah berubah kaku ataupun lamban dalam perjalanannya.

Di barisan departemen akting, nama-nama seperti Sally Hawkins, Julie Walters, Madeleine Harris, Samuel Joslin dan Hugh Bonneville berhasil tampil dengan chemistry yang hangat sekaligus meyakinkan untuk terasa sebagai sebuah satuan keluarga – plus dengan Bonneville yang terlihat lancar dang sangat menghibur dalam menghadirkan deretan one liner yang diberikan bagi karakternya. Nicole Kidman juga tampak bersenang-senang dengan peran antagonisnya dalam film ini. Aktor Ben Whishaw juga terdengar sangat nyaman dalam mengisisuarakan karakter Paddington. Whishaw berhasil menjadikan Paddington sebagai sosok yang begitu familiar dan likable bagi setiap penonton film. Berbicara mengenai Paddington, pujian khusus juga layak diberikan bagi tim efek khusus film yang berhasil menciptkan karakter para beruang, Paddington dan keluarganya, dengan begitu nyata. Tidak istimewa namun Paddington cukup menyenangkan untuk menjadi sebuah sajian yang akan mampu dinikmati kalangan penonton muda sekaligus para penonton dewasa. [B-]

Paddington (2014)

Directed by Paul King Produced by David Heyman Written by Paul King, Hamish McColl (screenplay), Michael Bond (book, Paddington Bear) Starring Hugh Bonneville, Sally Hawkins, Madeleine Harris, Samuel Joslin, Julie Walters, Jim Broadbent, Peter Capaldi, Nicole Kidman, Tim Downie, Simon Farnaby, Matt Lucas, Ben Whishaw, Michael Gambon, Imelda Staunton Music by Nick Urata Cinematography Erik Wilson Edited by Mark Everson Studio Heyday Films/StudioCanal Running time 95 minutes Country United Kingdom, France Language English

Advertisements

Review: The Impossible (2012)

the-impossible-header

Pada 26 Desember 2004, sebuah gempa bumi berkekuatan dahsyat yang terjadi di ujung barat kepulauan Indonesia memicu terjadinya sebuah tsunami yang kemudian mengubah hidup banyak masyarakat negara-negara yang terletak di sekitar Samudera Indonesia dengan menjadi salah satu bencana alam terbesar yang pernah dialami oleh umat manusia dan membunuh tidak kurang dari 230 ribu jiwa. Diarahkan oleh Juan Antonio Bayona (The Orphanage, 2007), The Impossible mengisahkan mengenai kisah nyata perjuangan pasangan turis asal Spanyol, Quique Alvarez dan Maria Belon, dan ketiga anaknya untuk selamat dari segala kehancuran yang disebabkan oleh bencana tsunami tersebut ketika keluarga mereka sedang berliburan di Thailand. Di tangan banyak sutradara, The Impossible dapat saja berubah menjadi sebuah drama sentimental yang terus berusaha memborbardir penontonnya dengan adegan-adegan yang akan memancing rasa haru. Well… hal tersebut masih terjadi di beberapa bagian cerita, namun Bayona berhasil mengemas The Impossible menjadi sebuah tampilan cerita yang elegan sehingga akan mampu menghantui setiap penontonnya.

Continue reading Review: The Impossible (2012)