Tag Archives: Sakina Jaffrey

Review: Soul (2020)

Di tahun 2019, selepas merilis Toy Story 4 (Josh Cooley) di tahun tersebut, Pixar Animation Studios memberikan pernyataan bahwa mereka tidak akan lagi memproduksi sekuel dari film-film rilisan mereka terdahulu. Sebuah pernyataan yang jelas disambut baik oleh para penikmat, penggemar, sekaligus pecinta film-film animasi buatan rumah produksi rumah produksi milik The Walt Disney Company tersebut. Harus diakui, selain beberapa rilisan seperti Toy Story 3 (Lee Unkrich, 2010), Inside Out (Pete Docter, 2015), dan Coco (Unkrich, 2017), filmografi Pixar Animation Studios pada satu dekade lalu memang lebih banyak diisi dengan film-film sekuel maupun film-film dengan cerita orisinal yang kualitasnya jelas terasa medioker – tentu saja, “medioker” dalam ukuran film yang dihasilkan oleh rumah produksi sekelas Pixar Animation Studios. Membuka dekade baru, Pixar Animation Studios merilis Onward (2020) arahan Dan Scanlon yang tampil cukup meyakinkan sebagai sebuah sajian hiburan. Namun, Pixar Animation Studios benar-benar menunjukkan tajinya sebagai rumah produksi film animasi paling prestisius di dunia lewat film terbaru arahan Docter, Soul. Continue reading Review: Soul (2020)

Review: The Equalizer 2 (2018)

Dirilis pada tahun 2014, The Equalizer berhasil memberikan kejutan ketika film yang kembali mempertemukan sutradara Antoine Fuqua dengan aktor Denzel Washington setelah kerjasama mereka lewat Training Day (2001) tersebut berhasil meraih kesuksesan komersial yang cukup besar – meskipun harus menghadapi reaksi medioker dari para kritikus film dunia. Dengan biaya produksi yang “hanya” mencapai US$73 juta, The Equalizer mampu membukukan pendapatan sebesar lebih dari US$192 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia. Tidak mengherankan jika kemudian Columbia Pictures kembali menugaskan Fuqua untuk memimpin proses produksi sekuel The Equalizer dan, tentu saja, dengan tetap menghadirkan Washington sebagai bintang utamanya. Juga menghadirkan naskah cerita yang kembali digarap oleh Richard Wenk (Jack Reacher: Never Go Back, 2016), mampukah film yang diadaptasi dari serial televisi berjudul sama ini kembali mengulang kesuksesannya? Continue reading Review: The Equalizer 2 (2018)

Review: Red Sparrow (2018)

Kembali berada di bawah arahan sutradara Francis Lawrence – yang dahulu mengarahkannya dalam dua seri The Hunger Games, The Hunger Games: Catching Fire (2013) serta The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 (2014) dan The Hunger Games: Mockingjay – Part 2 (2015), Jennifer Lawrence tampil sebagai seorang agen rahasia berkewarganegaraan Rusia yang kehidupannya dipenuhi dengan begitu banyak intrik dalam Red Sparrow. Diadaptasi dari buku berjudul sama karya Jason Matthews, Red Sparrow sekilas mungkin terlihat sebagai sebuah film yang mengedepankan deretan aksi menegangkan seorang karakter agen rahasia perempuan seperti halnya Salt (Phillip Noyce, 2010) atau Atomic Blonde (David Leitch, 2017). Bukan sebuah praduga yang salah. Namun, jika ingin memberikan sebuah perbandingan, Red Sparrow lebih terasa memiliki kedekatan dengan film-film bertema sama yang diadaptasi dari buku karya John le Carré seperti Tinker Tailor Soldier Spy (Tomas Alfredson, 2011), A Most Wanted Man (Anton Corbijn, 2014), atau Our Kind of Traitor (Susanna White, 2016): memiliki intrik maupun konflik beraroma politik yang kental, deretan karakter yang hadir dengan kepribadian yang misterius, serta disampaikan dengan ritme pengisahan yang seringkali terasa bergerak cukup lamban. Pretty intriguing. Continue reading Review: Red Sparrow (2018)