Tag Archives: Rosa Salazar

Review: Alita: Battle Angel (2019)

Mereka yang telah familiar dengan James Cameron (Avatar, 2009) pasti telah cukup memahami bahwa setiap rilisan film yang melibatkan namanya – baik sebagai sutradara maupun produser – akan menghabiskan waktu yang cukup lama dalam tahapan produksinya. Sebagian besar waktu tersebut digunakan Cameron untuk mengembangkan teknologi yang mendukung penampilan teknologi audio maupun visual dari filmnya. Alita: Battle Angel, yang sempat akan diarahkan Cameron sebelum akhirnya diambil alih oleh Robert Rodriguez (Machete Kills, 2013), juga mengalami masa proses kreatif yang sama. Diadaptasi dari seri manga berjudul Battle Angel Alita, Cameron telah mengumumkan niatnya untuk memproduksi film ini semenjak tahun 2003. Setelah melalui berbagai rintangan – mulai dari masa pengembangan naskah, pergantian posisi sutradara yang lantas menempatkan Cameron untuk duduk di kursi produser bersama dengan Jon Landau, hingga usaha untuk menghasilkan teknologi termutakhir untuk digunakan (yang lantas semakin menambah besar beban biaya produksi film ini) – Alita: Battle Angel memasuki masa produksinya pada tahun 2016 dengan rencana rilis pada pertengahan tahun 2018 sebelum akhirnya mendapatkan revisi jadwal tayang pada awal tahun 2019. Continue reading Review: Alita: Battle Angel (2019)

Review: Maze Runner: The Death Cure (2018)

Maze Runner: The Death Cure adalah film ketiga dari seri film Maze Runner yang diadaptasi dari seri buku berjudul sama karya James Dashner. Berdasarkan naskah cerita yang masih ditulis oleh penulis naskah The Maze Runner (2014) dan Maze Runner: The Scorch Trials (2015), T. S. Nowlin, Maze Runner: The Death Cure melanjutkan perjalanan kisah karakter-karakternya tepat dimana pengisahan film sebelumnya berakhir. Thomas (Dylan O’Brien), Newt (Thomas Brodie-Sangster), dan Frypan (Dexter Darden) berusaha untuk mencari dan menemukan teman mereka, Minho (Ki Hong Lee) yang diculik dan dijadikan kelinci percobaan oleh kelompok WCKD pimpinan Ava Paige (Patricia Clarkson). Usaha tersebut sempat menemui jalan buntu dan hampir mengambil nyawa ketiganya jika mereka tidak bertemu dengan Jorge (Giancarlo Esposito) dan Brenda (Rosa Salazar) yang menyelamatkan dan kemudian bergabung dengan perjalanan mereka. Tantangan tidak bertambah mudah namun Thomas dan teman-temannya telah bertekad untuk menyelamatkan Minho sekaligus meruntuhkan kekuasaan WCKD. Continue reading Review: Maze Runner: The Death Cure (2018)

Review: The Divergent Series: Insurgent (2015)

insurgent-posterDirilis tepat setahun yang lalu, bagian pertama untuk adaptasi film layar lebar dari novel The Divergent Series karya Veronica Roth, Divergent, mampu mencuri perhatian penikmat film dunia ketika film arahan Neil Burger tersebut berhasil meraih kesuksesan komersial meskipun mendapatkan penilaian yang tidak terlalu memuaskan dari banyak kritikus film dunia. Bagian kedua dari adaptasi film layar lebar The Divergent Series sendiri, Insurgent, menghadirkan beberapa perubahan di belakang layar pembuatannya: kursi penyutradaraan kini beralih dari Burger ke Robert Schwentke (Red, 2010) dengan Brian Duffield, Akiva Goldsman dan Mark Bomback mengambil alih tugas penulisan naskah cerita dari Evan Daugherty dan Vanessa Taylor. Apakah perubahan-perubahan ini mampu memberikan nafas segar bagi penceritaan Insurgent? Tidak, sayangnya.

Insurgent sendiri masih mengikuti perjalanan dari Tris (Shailene Woodley) yang kini bersama dengan Four (Theo James), Peter (Miles Teller) dan Caleb (Ansel Elgort) bersembunyi di wilayah tempat tinggal kaum Amity setelah mereka diburu oleh pimpinan kelompok Erudite, Jeanine Matthews (Kate Winslet). Jeanine sendiri melakukan segala hal untuk berusaha menangkap Tris – mulai dari menugaskan pasukannya untuk memburu semua orang yang pernah berhubungan dengan gadis tersebut hingga melakukan pembunuhan terhadap orang-orang tak bersalah agar Tris mau keluar dari persembunyiannya. Benar saja. Meskipun dicegah oleh Four, Tris akhirnya memilih untuk meninggalkan persembunyiannya guna menghadapi Jeanine secara langsung.

Tidak seperti Divergent yang memperkenalkan dunia penceritaannya yang memiliki begitu banyak sisi dan konflik, Insurgent justru hadir hanya dengan satu permasalahan pokok: perburuan yang dilakukan karakter Jeanine Matthews terhadap Tris. Disinilah letak permasalahan utama dari film ini. Terlepas dari kehadiran sajian aksi yang lebih banyak dan mampu dieksekusi dengan baik oleh Schwentke, naskah cerita Insurgent tidak menawarkan apapun selain kisah perburuan yang dilakukan Jeanine Matthews tersebut. Duffield, Goldsman dan Bomback bahkan tidak berminat untuk menggali lebih dalam sisi romansa jalan cerita dari hubungan yang terjalin antara karakter Tris dan Four. Tentu saja, ketika jalan cerita dengan alur monoton dan tanpa tambahan plot pendukung yang kuat tersebut dihadirkan sepanjang 119 menit, Insurgent jelas berakhir datar dan gagal untuk menawarkan daya tarik yang berarti.

Entah karena ditangani oleh barisan penulis naskah yang baru, Insurgent sendiri terasa amat bergantung pada pengalaman para penontonnya dalam menyaksikan Divergent untuk dapat benar-benar mencerna konflik yang dihadirkan dalam film ini. Banyak bagian kisah yang melibatkan deskripsi kelas-kelas pada dunia penceritaan The Divergent Series sekaligus karakter-karakter yang terlibat di dalamnya gagal untuk disajikan secara jelas. Insurgent jelas bukan sebuah film yang dapat berdiri sendiri dan akan memberikan kebingungan yang cukup mendalam bagi mereka yang memutuskan untuk menyaksikan film ini sebelum menikmati seri pendahulunya. Dengan kondisi seperti ini, keputusan untuk menghadirkan seri terakhir The Divergent Series, Allegiant, dalam dua bagian film jelas terdengar cukup mengkhawatirkan.

Meskipun hadir dengan kapasitas kualitas penceritaan yang lebih terbatas dari Divergent, Insurgent setidaknya mampu hadir dengan penampilan akting yang begitu berkelas dari para barisan pengisi departemen aktingnya. Woodley jelas memegang penuh perhatian penonton pada kehadirannya dalam setiap adegan film. Begitu juga dengan Winslet yang semakin mampu membuat karakter antagonis Jeanine Matthews akan dibenci para penonton. Barisan pemeran lain seperti James, Teller, Elgort dan Jai Courtney juga tampil solid. Naomi Watts dan Octavia Spencer yang kini hadir memperkuat departemen akting Insurgent juga mampu memberikan warna tersendiri bagi kualitas film – meskipun dengan karakter yang begitu terbatas penceritaannya. [C]

The Divergent Series: Insurgent (2015)

Directed by Robert Schwentke Produced by Douglas Wick, Lucy Fisher, Pouya Shabazian Written by Brian Duffield, Akiva Goldsman, Mark Bomback (screenplay), Veronica Roth (novel, Insurgent) Starring Shailene Woodley, Theo James, Octavia Spencer, Jai Courtney, Ray Stevenson, Zoë Kravitz, Miles Teller, Ansel Elgort, Maggie Q, Naomi Watts, Kate Winslet, Mekhi Phifer, Ashley Judd, Daniel Dae Kim, Keiynan Lonsdale, Suki Waterhouse, Rosa Salazar, Emjay Anthony, Janet McTeer, Jonny Weston Music by Joseph Trapanese Cinematography Florian Ballhaus Edited by Nancy Richardson, Stuart Levy Production company Red Wagon Entertainment/Summit Entertainment/Mandeville Films Running time 119 minutes Country United States Language English