Tag Archives: Ronda Rousey

Review: Mile 22 (2018)

Setelah Lone Survivor (2013), Deepwater Horizon (2016), dan Patriots Day (2016), sutradara Peter Berg dan aktor Mark Wahlberg kembali bekerjasama lewat drama aksi, Mile 22. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Lea Carpenter, Mile 22 berkisah mengenai sekelompok agen rahasia Central Intelligence Agency pimpinan James Silva (Wahlberg) yang berusaha untuk membawa seorang mantan anggota pasukan khusus asal Indonesia, Li Noor (Iko Uwais), keluar dari negaranya guna menghindar dari serangan sekelompok orang yang tidak menginginkan informasi yang dimiliki Li Noor jatuh ke tangan orang lain. Bukan sebuah usaha yang mudah. Dalam perjalanan sejauh 22 mil yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi dimana sebuah pesawat telah disiapkan untuk menjemput mereka, James Silva dan Li Noor dipaksa menghadapi gabungan polisi-polisi korup dan gembong penjahat kelas berat yang telah disiapkan untuk mencegah Li Noor mendapatkan kebebasannya. Continue reading Review: Mile 22 (2018)

Advertisements

Review: Entourage (2015)

entourage-posterEmpat tahun setelah masa tayangnya berakhir di saluran televisi kabel HBO, kreator serial televisi Entourage, Doug Ellin, akhirnya membawa kisah persahabatan antara lima orang pria dalam usaha mereka untuk bertahan dalam kerasnya kehidupan serta persaingan di Hollywood ke layar lebar. Kembali bekerjasama dengan Mark Wahlberg dan Stephen Levinson yang turut memproduseri serial televisi yang sempat tayang selama delapan musim tersebut, Ellin menyajikan Entourage dalam formula penceritaan familiar yang jelas akan sangat mampu mengobati kerinduan para penggemar kepada kelima karakter utama dalam serial televisi tersebut. Apakah hal tersebut berarti bahwa versi film dari Entourage akan mengalienasi mereka yang sama sekali belum familiar dengan serial pemenang Emmy Awards tersebut? Tidak. Ellin cukup cerdas untuk merangkai naskah cerita Entourage untuk menjadi sebuah kisah intrik dunia perfilman Hollywood yang mampu bercerita dalam skala yang cukup luas.

Versi film dari Entourage sendiri memulai kisahnya ketika aktor Vincent Chase (Adrian Grenier) memutuskan untuk bercerai dari istri yang baru saja dinikahinya selama sembilan hari. Momen tersebut dimanfaatkan Vincent untuk melakukan beberapa perubahan dalam kehidupannya – termasuk ingin mencoba beberapa hal baru dalam karirnya sebagai seorang aktor Hollywood. Vincent lantas menghubungi sahabat sekaligus mantan agennya, Ari Gold (Jeremy Piven), yang kini telah menjabat sebagai seorang pimpinan sebuah rumah produksi. Ari lantas menawarkan Vincent sebuah peran dalam film berjudul Hyde yang akan menjadi film perdana yang ia produksi. Vincent menerima tawaran tersebut… namun dengan sebuah persyaratan: ia setuju untuk tampil jika Ari juga membiarkannya menjadi sutradara film tersebut. Walau awalnya ragu, dan dibayang-bayangi konflik dengan pemegang saham lain yang menilai Vincent belum layak untuk menjadi seorang sutradara, Ari akhirnya setuju akan persyaratan yang diberikan sahabatnya tersebut. Karir baru Vincent Chase sebagai seorang sutradara akhirnya dimulai.

Tidak ada yang begitu istimewa dalam jalan cerita Entourage. Mereka yang merupakan penggemar setia serial televisi tersebut atau gemar dengan film-film satir tentang kehidupan selebritis Hollywood jelas akan menemukan bahwa film ini hadir dengan kualitas penceritaan yang seadanya. Namun bukan berarti naskah cerita garapan Ellin berkualitas buruk. Ellin masih mampu merangkai kisah familiar tersebut dengan konflik-konflik pendukung tentang persahabatan dan kehidupan pribadi masing-masing karakter utama dalam Entourage dengan cukup hangat. Untuk mereka yang masih belum familiar dengan Vincent Chase, Ari Gold, Johnny “Drama” Chase, Eric Murphy maupun Turtle, Ellin secara cerdas menghadirkan sebuah dokumenter singkat tentang masing-masing karakter yang akan membuat mereka yang masih asing dengan Entourage menjadi setidaknya cukup mengenal karakter kelima sahabat tersebut.

Seperti serial televisinya, kekuatan utama Entourage berada pada kemampuannya untuk merayakan kebesaran maupun kemewahan kehidupan Hollywood sekaligus memberikannya sebuah sindiran tajam di saat yang bersamaan. Ellin berhasil mengisi jalan cerita Entourage dengan dialog-dialog yang berisi banyak referensi mengenai kultur pop modern – sekaligus menghadirkan banyak kameo dari wajah-wajah familiar Hollywood mulai dari Armie Hammer, Mark Wahlberg, Jessica Alba, Emily Ratajkowski hingga Thierry Henry, Calvin Harris dan James Cameron. Kisah perjuangan karakter Vincent Chase dan Ari Gold dalam memperjuangkan film yang mereka produksi juga mampu digarap dengan baik meskipun terkadang hadir dengan eksekusi ritme cerita yang terlalu lamban. Ellin juga berbaik hati untuk membagi porsi penceritaan terhadap masing-masing karakter utama film sehingga tidak hanya berfokus pada karakter Vincent Chase. Meskipun tidak seluruhnya hadir dengan penyajian yang menarik namun tetap berhasil menghadirkan warna kisah persahabatan yang solid pada kualitas jalan cerita film secara keseluruhan.

Entourage jelas juga terbantu dengan performa para pemerannya yang tampil dengan penampilan yang prima dan chemistry yang (masih cukup) hangat tercipta diantara mereka. Grenier dan Piven bersama dengan Kevin Connolly, Kevin Dillon dan Jerry Ferrara tampil masih dengan keakraban yang sama seperti yang tersaji dalam serial televisi mereka terdahulu. Namun, kejutan utama dari Entourage jelas datang dari Haley Joel Osment. Yep. Masih ingat dengan bocah dalam The Sixth Sense (M. Night Shyamalan, 1999)? Osment yang kini telah berusia 27 tahun tampil sebagai seorang anak investor film yang arogan dan dia mampu mengeksekusi setiap adegan karakternya dengan sangat baik. Sangat mampu mencuri perhatian. Pemeran pendukung lain juga tampil dalam kualitas yang tidak mengecewakan dan jelas akan mendukung kualitas Entourage sebagai sebuah satir Hollywood yang benar-benar mampu menghibur penontonnya. [B-]

Entourage (2015)

Directed by Doug Ellin Produced by Doug Ellin, Stephen Levinson, Mark Wahlberg Written by Doug Ellin (screenplay), Doug Ellin, Rob Weiss (story) Starring Adrian Grenier, Kevin Connolly, Kevin Dillon, Jerry Ferrara, Jeremy Piven, Perrey Reeves, Rex Lee, Debi Mazar, Constance Zimmer, Billy Bob Thornton, Haley Joel Osment, Emmanuelle Chriqui, Scott Mescudi, Rhys Coiro, Nora Dunn, Alan Dale, Martin Landau, James Cameron, Nina Agdal, Jessica Alba, David Arquette, Shayna Baszler, Tom Brady, Warren Buffett, Gary Busey, Andrew Dice Clay, Linda Cohn, Tameka Cottle, Common, Mark Cuban, Baron Davis, Jessamyn Duke, Julian Edelman, David Faustino, Jon Favreau, Kelsey Grammer, Jim Gray, Rob Gronkowski, Armie Hammer, Calvin Harris, Thierry Henry, Terrence J., Cynthia Kirchner, Matt Lauer, Greg Louganis, Chad Lowe, Clay Matthews III, Maria Menounos, Alyssa Miller, Piers Morgan, Liam Neeson, Ed O’Neill, Emily Ratajkowski, Mike Richards, Stevan Ridley, Ronda Rousey, Bob Saget, Saigon, Richard Schiff, David Spade, George Takei, T.I., Steve Tisch, Mike Tyson, Mark Wahlberg, Pharrell Williams, Russell Wilson, Judy Greer Cinematography Steven Fierberg Editing by Jeff Groth Studio HBO/Closest to the Hole Productions/Leverage Entertainment Running time 104 minutes Country United States Language English

Review: Fast and Furious 7 (2015)

fast-and-furious-7-posterMeskipun lebih dikenal sebagai seorang sutradara yang menghasilkan film-film horor seperti Saw (2004), Dead Silence (2007), Insidious (2011) dan The Conjuring (2013), James Wan sebenarnya pernah menginjakkan kakinya ke ranah film aksi ketika ia mengarahkan Death Sentence pada tahun 2007. Sayang, selain film tersebut gagal untuk meraih keuntungan komersial seperti film-film horornya, kritikus film dunia sepertinya juga tidak begitu terkesan dengan film yang dibintangi Kevin Bacon tersebut. Namun, film aksi kedua arahan Wan sepertinya tidak akan dilupakan begitu saja oleh penikmat film dunia: film tersebut dibintangi oleh nama-nama besar bintang aksi Hollywood, memiliki efek visual yang mengagumkan dan menjadi bagian dari salah satu seri film aksi terlaris di dunia sepanjang masa. A little indie movie called Fast and Furious 7.

Jika Fast and Furious 6 memiliki linimasa penceritaan yang berada diantara 2 Fast 2 Furious (2003) dan The Fast and the Furious: Tokyo Drift (2006), maka film yang naskah ceritanya masih digarap oleh Chris Morgan ini memiliki latarbelakang waktu penceritaan tepat setelah The Fast and the Furious: Tokyo Drift – termasuk dengan mengikutsertakan aktor film tersebut, Lucas Black, yang seringkali terlupakan keberadaannya dalam seri film ini. Kisahnya sendiri dimulai ketika Deckard Shaw (Jason Statham), yang merupakan kakak dari Owen Shaw (Luke Evans) yang telah dikalahkan oleh Dominic Toretto (Vin Diesel), Brian O’Conner (Paul Walker) dan rekan-rekannya di seri sebelumnya, berusaha menuntut balas terhadap kawanan tersebut. Dom dan Brian yang sebenarnya telah berusaha untuk meninggalkan masa lalunya akhirnya terpaksa kembali melakukan aksinya setelah Deckard Shaw mulai membahayakn diri keluarga dan rekan-rekan yang dekat dekat dengan mereka.

Harus diakui, melalui Fast and Furious 7, Wan membuktikan dirinya adalah seorang sutradara aksi yang begitu handal dalam menangani deretan adegan aksi yang brutal sekaligus membutuhkan ritme penceritaan yang sangat cepat. Memadukan sajian ledakan-ledakan spektakuler a la film-film aksi Michael Bay dengan pertarungan seni bela diri yang mungkin mengingatkan sebagian penonton pada The Raid (2012) arahan Gareth Huw Evans, Fast and Furious 7 tampil begitu dinamis sebagai sebuah film aksi. Wan juga berhasil mengarahkan para pengisi departemen aktingnya dengan sangat baik. Sebuah tugas mudah mengingat nama-nama seperti Vin Diesel, Paul Walker, Dwayne Johnson, Michelle Rodriguez, Jordana Brewster, Tyrese Gibson dan Chris Bridges tentu saja telah mengenal dunia penceritaan seri film ini dengan baik. Jelas menjadi salah satu bagian dengan penggarapan terbaik dalam seri film ini yang akan sanggup membuat banyak penontonnya berdecak kagum.

Di sisi lainnya, sangat sulit untuk menyangkal bahwa Fast and Furious 7 dihadirkan secara (terlalu) berlebihan dalam penanganan ceritanya. Kisah yang semenjak seri sebelumnya telah dicanangkan menjadi ajang perburuan terhadap Deckard Shaw yang diperankan oleh Jason Statham ternyata kemudian mendapatkan banyak distraksi dari beberapa karakter sekaligus konflik baru. Plot yang melibatkan Deckard Shaw kemudian seringkali terasa hanya menjadi sekedar tempelan belaka dengan Jason Statham hadir dalam penampilan yang begitu terbatas. Sialnya, plot dan karakter tambahan yang dihadirkan untuk film ini juga tidak tersaji dengan kualitas lebih baik. Adalah sangat dimengerti bahwa plot baru tersebut diciptakan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi film ini dalam menyajikan adegan aksi spektakulernya. Namun ketika plot tersebut gagal untuk terkelola dengan baik, adegan-adegan ledakan tersebut akhirnya hanya dapat tampil megah tanpa pernah memberikan sensasi menegangkan yang lebih kuat.

Fast and Furious 7 sendiri menjadi seri film terakhir yang dibintangi oleh Paul Walker yang meninggal dunia pada tahun 2013 lalu. Dan seri ini memberikan sebuah ucapan selamat tinggal yang begitu manis bagi Walker. Meskipun hanya berlangsung selama kurang lebih sepuluh menit di akhir film, adegan yang didekasikan pada Walker tersebut menjadi bagian paling emosional dalam sepanjang sejarah seri film Fast & Furious. Walker memang menjadi bagian tidak terpisahkan dari seri film yang kepopulerannya telah mengalami pancaroba selama lebih dari satu dekade keberadaannya. Dan para pengisi departemen akting film ini jelas telah memberikan sebuah persembahan yang begitu manis pada rekannya tersebut. [C]

Fast and Furious 7 (2015)

Directed by James Wan Produced by Neal H. Moritz, Vin Diesel Written by Chris Morgan (screenplay), Gary Scott Thompson (characters) Starring Vin Diesel, Paul Walker, Dwayne Johnson, Michelle Rodriguez, Jordana Brewster, Tyrese Gibson, Chris Bridges, Jason Statham, Lucas Black, Elsa Pataky, Kurt Russell, Tony Jaa, Ronda Rousey, Nathalie Emmanuel, Djimon Hounsou, John Brotherton, Ali Fazal, Noel Gugliemi, Iggy Azalea, Sung Kang, Luke Evans Music by Brian Tyler Cinematography Stephen F. Windon, Marc Spicer Editing by Christian Wagner, Leigh Folsim Boyd, Dylan Highsmith, Kirk M. Morri Studio Original Film/One Race Films/Relativity Media Running time 134 minutes Country United States Language English