Tag Archives: Robin Wright

Review: Blade Runner 2049 (2017)

Ketika dirilis pertama kali pada tahun 1982, film arahan Ridley Scott yang jalan ceritanya diadaptasi dari novel berjudul Do Androids Dream of Electric Sheep? karya Philip K. Dick, Blade Runner, mendapatkan reaksi yang kurang begitu antusias. Banyak kritikus film di masa tersebut menilai bahwa kualitas penceritaan Blade Runner seringkali terasa dinomorduakan demi menghasilkan tampilan efek visual yang megah. Di saat yang bersamaan, ritme pengisahan film berdurasi 117 menit yang dihadirkan secara (terlalu) perlahan oleh Scott membuat Blade Runner dijauhi oleh mayoritas penonton. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, Blade Runner justru mampu meraih lebih banyak penggemar dan memberikan pengaruh besar pada banyak film fiksi ilmiah yang dirilis setelahnya. Banyak media dan perkumpulan kritikus film dunia bahkan menggelari film yang juga berhasil meraih dua nominasi Academy Awards tersebut sebagai salah satu film fiksi ilmiah terbaik sepanjang masa. Tidak mengherankan bila kemudian Hollywood mulai menyusun rencana untuk memproduksi sekuel bagi Blade Runner. Continue reading Review: Blade Runner 2049 (2017)

Advertisements

Review: Wonder Woman (2017)

Cukup mengherankan untuk melihat baik DC Films maupun Marvel Studios (atau rumah produksi Hollywood lainnya) membutuhkan waktu yang cukup lama untuk akhirnya menggarap sebuah film pahlawan super dengan sosok karakter wanita berada di barisan terdepan. Terlebih, film-film bertema pahlawan super tersebut saat ini sedang begitu digemari oleh banyak penikmat film sehingga mampu mendatangkan jutaan penonton – khususnya para penonton wanita. Marvel Studios sebenarnya memiliki kesempatan tersebut ketika mereka memperkenalkan karakter Black Widow yang diperankan Scarlett Johansson pada Iron Man 2 (Jon Favreau, 2010) dan The Avengers (Joss Whedon, 2012) yang akhirnya kemudian begitu mencuri perhatian. Entah karena masih kurang percaya diri atau merasa karakter Black Widow belum terlalu menjual, ide pembuatan film solo untuk Black Widow akhirnya terkubur dalam hingga saat ini. Johansson sendiri kemudian mampu membuktikan nilai jualnya ketika ia membintangi Lucy (Luc Besson, 2014), Under the Skin (Jonathan Glazer, 2014), dan Ghost in the Shell (Rupert Sanders, 2017) yang menempatkannya sebagai semacam sosok pahlawan super wanita sekaligus berhasil meraih kesuksesan secara komersial ketika masa perilisannya. Continue reading Review: Wonder Woman (2017)

Review: Moneyball (2011)

Setelah sukses mendapatkan nominasi Best Director di ajang The 78th Annual Academy Awards untuk pengarahan yang ia berikan kepada film Capote (2005), Bennett Miller kembali lagi ke kursi penyutradaraan untuk mengarahkan Moneyball, sebuah film bertemakan olahraga yang diangkat dari buku yang berjudul Moneyball: The Art of Winning An Unfair Game (2003) yang ditulis oleh Michael Lewis. Walaupun merupakan sebuah film yang bertemakan olahraga, Moneyball bukanlah sekedar sebuah film dengan jalan cerita inspiratif yang hanya mengisahkan mengenai sekelompok orang yang berada dalam perjalanan hidup mereka dalam mengukir sebuah catatan prestasi penting di sebuah bidang olahraga. Moneyball memandang pertandingan olahraga bagaikan sebuah catatan statistika dan matematika. Terdengar rumit, namun Miller berhasil mengarahkan naskah cerita yang ditulis oleh Steven Zaillian (American Gangster, 2007) dan Aaron Sorkin (The Social Network, 2010) menjadi sebuah sajian familiar dengan cita rasa yang berbeda namun tetap mampu tampil sama menariknya.

Continue reading Review: Moneyball (2011)