Tag Archives: Rhys Ifans

Review: The Amazing Spider-Man (2012)

Apakah dunia benar-benar membutuhkan sebuah reboot dari kisah Spider-Man ketika franchise awal film tersebut masih berusia lima tahun? Memang, harus diakui bahwa Spider-Man 3 (2007) adalah sebuah kekacauan dari segi kualitas. Namun –  tidak seperti Batman & Robin (1997) yang benar-benar hancur baik dari segi kualitas maupun dari pendapatan komersial sehingga mampu menjustifikasi kehadiran Christopher Nolan dengan Batman Begins (2005) beberapa tahun kemudian – Spider-Man 3 masih mampu meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$800 juta dari peredarannya di seluruh dunia. Jika Columbia Pictures ingin mendapatkan sebuah penyegaran dari franchise-nya – dan jika Sam Raimi, Tobey Maguire dan Kirsten Dunst tidak lagi berminat untuk melanjutkan peran mereka – bukankah lebih baik (dan masuk akal) jika kisah Spider-Man dilanjutkan namun dengan melibatkan nama-nama yang berbeda?

Continue reading Review: The Amazing Spider-Man (2012)

Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)

Sejujurnya, ide untuk membagi bagian akhir dari adaptasi dari kisah petualangan Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows, menjadi dua bagian adalah murni alasan komersial belaka daripada untuk menangkap seluruh esensi cerita dari novelnya. Hal ini, sayangnya, sangat terbukti dengan apa yang diberikan oleh sutradara David Yates lewat Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1. Filmnya sendiri berjalan cukup baik, namun dengan durasi sepanjang 146 menit, Yates terlalu banyak mengisi bagian pertama kisah ini dengan berbagai detil yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam cerita, yang membuat …The Deathly Hallows – Part 1 terasa sebagai sebuah film dengan kisah yang sebenarnya singkat namun diulur sedemikian panjang untuk memenuhi kuota waktu penayangan.

Continue reading Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)

Review: Nanny McPhee Returns (2010)

Serahkan kepada Emma Thompson untuk menghasilkan sebuah naskah cerita film keluarga yang walaupun berisi hal-hal magis yang bagi beberapa orang tidak masuk akal, tetap dapat tampil menghibur, berisi banyak pesan moral dan jauh dari kesan dangkal seperti halnya banyak film-film keluarga yang dirilis akhir-akhir ini. Aktris pemenang dua Academy Awards ini memang harus diakui mampu memberikan sentuhan sendiri dalam setiap naskah cerita yang ia berikan, dan ini kembali dapat dibuktikan lewat Nanny McPhee Returns.

Continue reading Review: Nanny McPhee Returns (2010)

Review: Greenberg (2010)

Dalam beberapa kesempatan, para aktor yang telah terlebih dahulu memiliki kredibilitas dalam membintangi film-film bertema komedi, akan menyempatkan diri untuk berakting di film drama dan membuktikan bahwa para aktor komedi juga memiliki kemampuan akting drama yang sama dengan para aktor drama. Beberapa diantara mereka gagal melakukannya, namun nama-nama seperti Adam Sandler (Punch-Drunk Love), Jim Carrey (Eternal Sunshine of the Spotless Mind), Will Ferrell (Stranger than Fiction), Eddie Murphy (Dreamgirls) dan beberapa nama lain berhasil melakukannya.

Continue reading Review: Greenberg (2010)