Tag Archives: Red CobeX

A Year in Review: Worst Movies of 2010

Di antara ratusan judul yang dirilis di layar bioskop setiap tahunnya, tentu saja tidak secara keseluruhan yang mampu memenuhi harapan kualitas setiap penontonnya. Beberapa kali, penonton akan dihadapkan pada situasi ketika mereka mengharapkan sesuatu yang lebih dari sebuah film yang akan mereka tonton, namun kemudian harus menghadapi kenyataan bahwa film tersebut ternyata… sangat buruk setelah ditonton – yang membuat beberapa di antara beberapa penonton berharap bahwa mereka dapat mengulang kembali waktu dan berharap mereka tidak melakukan kesalahan yang sama.

Continue reading A Year in Review: Worst Movies of 2010

Advertisements

Festival Film Indonesia 2010 Nominations List

Sebenarnya, di tengah persaingan antara banyak film-film berkualitas, adalah sangat wajar bila sebuah film yang dianggap sangat berpotensial untuk memenangkan banyak penghargaan ternyata tidak mendapatkan perhatian sedikitpun. Namun, tentu hal tersebut akan terdengar cukup mengherankan bila hal tersebut datang dari sebuah industri film yang kebanyakan film yang dihasilkannya adalah film-film berkualitas ‘buruk.’ Dan akan lebih sangat mengherankan lagi bila salah satu dari hanya beberapa film terbaik yang dihasilkan pada satu tahun di industri film tersebut malah sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari sebuah penghargaan film terbesar di industri film tersebut.

Continue reading Festival Film Indonesia 2010 Nominations List

Summer Movie Scorecard 2010

Sinema Indonesia dipenuhi banyak film-film tak bermutu. Angelina Jolie kehilangan identitas dirinya. Tom Cruise kehilangan kemampuan untuk menarik hati para penggemarnya. Christopher Nolan menghipnotis para penontonnya. Pixar menemukan Finding Nemo-nya yang baru. Mike Newell menghasilkan sebuah film adaptasi game yang sama sekali tidak mengecewakan. At The Movies merangkum beberapa hal yang terjadi selama empat bulan terakhir di dunia sinema.

Continue reading Summer Movie Scorecard 2010

Review: Red CobeX (2010)

Walaupun memulai debut penyutradaraannya pada film 30 Hari Mencari Cinta (2004) yang sangat bertema girly, nama Upi Avianto sendiri mungkin lebih banyak dikenal melalui film-film bertema maskulin dan keras yang ia kerjakan selanjutnya, seperti Realita, Cinta dan Rock ‘n Roll (2006), Radit dan Jani (2008) serta Serigala Terakhir (2009). Lewat Red CobeX, sebuah film komedi yang ia rilis tahun ini, Upi sepertinya mencoba sebuah tema baru yang ingin ia tawarkan pada penikmat film Indonesia.

Continue reading Review: Red CobeX (2010)