Tag Archives: Rating: E

Review: Anak Hoki (2019)

It’s quite hard not to feel sorry for Anak Hoki. Pertama kali diumumkan pada awal tahun lalu sebagai film yang akan mengadaptasi kisah kehidupan masa remaja dari mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, keberadaannya kemudian mulai tersaingi oleh A Man Called Ahok (Putrama Tuta, 2018) yang diangkat dari buku berjudul sama dan juga mengulik seputar kehidupan sang mantan Gubernur. A Man Called Ahok lantas mendapatkan masa rilis terlebih dahulu dan, bagaikan menabur garam di atas luka, berhasil meraih perhatian besar dan jumlah penonton yang signifikan – lebih dari 1.4 juta penonton hingga akhirnya film tersebut turun layar. Jelas sebuah pencapaian yang akan membayangi Anak Hoki pada masa tayangnya. Kini, tiga bulan setelah A Man Called Ahok dirilis, Anak Hoki akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bercerita. Dan… well… mungkin ada baiknya membiarkan A Man Called Ahok menjadi satu-satunya film yang berkisah tentang Basuki Tjahaja Purnama untuk saat ini. Continue reading Review: Anak Hoki (2019)

Review: Jailangkung 2 (2018)

Walau mendapatkan penilaian yang kurang begitu menyenangkan dari banyak kritikus dan penikmat film Indonesia, namun raihan jumlah penonton yang mencapai angka lebih dari 2.5 juta penonton dari Jailangkung (Jose Poernomo, Rizal Mantovani, 2018) jelas menjadi penentu bagi Screenplay Films – yang kini mendelegasikan tugas produksi ke divisi horor mereka, Sky Media – dan Legacy Pictures untuk memproduksi sekuel film tersebut. Jika dibandingkan dengan seri pendahulunya, tidak begitu banyak hal yang berubah pada Jailangkung 2. Poernomo dan Mantovani kembali duduk di kursi penyutradaraan. Jefri Nichol, Amanda Rawles, Lukman Sardi, dan Hannah Al Rashid juga masih memberikan penampilan akting mereka dengan Naufal Samudra, Ratna Riantiarno, dan Deddy Sutomo – dalam penampilan terakhirnya sebelum meninggal dunia pada April lalu – hadir memperkuat departemen akting film ini. Sementara itu, Baskoro Adi Wuryanto, sayangnya, kembali dipercaya untuk mengerjakan naskah film dengan bantuan dari Ve Handojo (Cewek Gokil, 2011). Because why would you mess with a winning formula, right? Continue reading Review: Jailangkung 2 (2018)

Review: Ruqyah: The Exorcism (2017)

Di tengah industri yang terus berjuang untuk dapat meraih kembali kepercayaan penonton, jelas tidaklah salah jika beberapa pembuat film memilih untuk “bermain aman” dengan memproduksi film-film yang memang terbukti mampu menarik perhatian penonton. Tahun ini, dengan keberhasilan besar yang diraih Danur (Awi Suryadi, 2017), Jailangkung (Rizal Mantovani, Jose Poernomo, 2017), dan Pengabdi Setan (Joko Anwar, 2017), horor jelas menjadi lahan emas yang ingin dirasakan oleh banyak orang. Ruqyah: The Exorcism sendiri menjadi film horor kedua arahan Poernomo yang dirilis tahun ini setelah Jailangkung yang ia arahkan bersama Mantovani dan Gasing Tengkorak yang direncanakan akan rilis November mendatang. Sayangnya, bahkan lebih buruk dari Jailangkung, Ruqyah: The Exorcism hadir dalam kualitas pengisahan yang cukup menyedihkan. Continue reading Review: Ruqyah: The Exorcism (2017)