Tag Archives: Rating: B

Review: Barb & Star Go to Vista Del Mar (2021)

They’re back! Setelah meraih sukses lewat Bridesmaids (Paul Feig, 2011) – yang tidak hanya meraih kesuksesan komersial dalam skala besar selama masa perilisannya namun juga berhasil membuahkan nominasi Best Original Screenplay dari ajang The 84th Annual Academy Awards serta kini dianggap sebagai salah satu komedi terbaik sepanjang masa – duo aktris sekaligus penulis naskah, Kristen Wiig dan Annie Mumolo, kembali bekerjasama untuk Barb & Star Go to Vista Del Mar. Jangan terburu-buru mengharapkan film ini untuk mengikuti formula emas yang telah berhasil diterapkan oleh Bridesmaids. Jika Bridesmaids adalah sebuah drama tentang persahabatan antara dua wanita yang disajikan dengan balutan komedi, maka Barb & Star Go to Vista Del Mar menghadirkan elemen komedi akan kisah tentang persahabatan antara dua wanita secara utuh dengan sejumlah sentuhan drama romansa (dan musikal) di sejumlah bagian ceritanya. Komikal, dan sering terasa seperti sebuah sketsa komedi berdurasi panjang, namun Barb & Star Go to Vista Del Mar jelas mampu menjadi sebuah presentasi yang menghibur. Continue reading Review: Barb & Star Go to Vista Del Mar (2021)

Review: Godzilla vs. Kong (2021)

Setelah merilis tiga film – Godzilla (Gareth Edwards, 2014), Kong: Skull Island (Jordan Vogt-Roberts, 2017), dan Godzilla: King of the Monsters (Michael Dougherty, 2019) – dua karakter utama dalam semesta pengisahan MonsterVerse milik Legendary Entertainment, Godzilla dan Kong, akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berbagi layar sekaligus linimasa penceritaan lewat Godzilla vs. Kong. Godzilla vs. Kong sendiri bukanlah kali pertama bagi kedua karakter monster tersebut untuk berada dalam satu film yang sama. Toho Studios pernah memproduksi dan merilis King Kong vs. Godzilla arahan Ishirō Honda di tahun 1962 yang turut menjadi inspirasi bagi penuturan kisah film ini. Seperti tiga film sebelumnya, film ini berhasil menawarkan sajian pertunjukan yang mengeksplorasi kualitas tata audio maupun visual secara maksimal. Di saat yang bersamaan, lewat arahan Adam Wingard (Death Note, 2017) atas naskah cerita yang ditulis oleh Eric Pearson (Thor: Ragnarok, 2017) dan Max Borenstein – yang menjadi penulis naskah bagi tiga film dalam seri MonsterVerse sebelumnya, Godzilla vs. Kong berhasil dihadirkan dengan kualitas cerita yang lebih padat dan lebih memikat. Continue reading Review: Godzilla vs. Kong (2021)

Review: Raya and the Last Dragon (2021)

Menjadi film animasi ke-59 yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios, Raya and the Last Dragon merupakan usaha teranyar dari rumah produksi milik The Walt Disney Company tersebut dalam melakukan diversifikasi pada karakter maupun kisah yang ditampilkan oleh film-film yang mereka rilis. Setelah Moana (Ron Clements, John Musker, 2016) yang menampilkan sosok karakter dan kisah yang didasarkan pada sejarah maupun legenda yang berasal dari gugus kepulauan Polinesia, Raya and the Last Dragon kini memberikan fokus pada barisan karakter serta kisah yang berasal dari Asia Tenggara. Dari segi pengisahan, Raya and the Last Dragon memang tidak menghadirkan tata penuturan yang begitu berbeda dengan film-film produksi Walt Disney Animation Studios lainnya. Tetap saja, dengan garapan yang apik, Raya and the Last Dragon tidak hanya mampu menjelma menjadi sajian yang menghibur sekaligus inspiratif khas film-film animasi Disney lainnya namun, di saat yang bersamaan, juga memiliki signifikansi yang begitu terhubung dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat modern saat ini.

Continue reading Review: Raya and the Last Dragon (2021)

Review: Tenet (2020)

Seri kisah petualangan menjelajahi ruang dan waktu karangan Christopher Nolan berlanjut dalam Tenet. Dikisahkan, seorang agen rahasia (John David Washington) direkrut oleh sebuah organisasi yang menyebut diri mereka sebagai Tenet. Oleh seorang ilmuwan, Barbara (Clémence Poésy), sang agen rahasia mendapat penjelasan bahwa seseorang dari masa depan telah memproduksi sejumlah senjata yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi dimensi waktu dan kemudian digunakan saat pecahnya peperangan besar di masa yang akan datang. Dengan bantuan seorang agen rahasia lain, Neil (Robert Pattinson), sang agen rahasia kemudian melacak asal muasal dari senjata tersebut yang lantas mempertemukan mereka dengan seorang pemasok senjata, Priya (Dimple Kapadia), serta seorang elit asal Rusia, Andrei Sator (Kenneth Branagh), yang menjadi kunci dari sejumlah permasalahan yang coba diselesaikan oleh sang agen rahasia. Masalah semakin rumit ketika sang agen rahasia mengetahui bahwa, di masa mendatang, senjata-senjata berkekuatan khusus tersebut dapat digunakan untuk memutar kembali waktu dan menghancurkan seluruh peradaban yang ada di permukaan Bumi. Continue reading Review: Tenet (2020)

Review: Saint Maud (2019)

Saint Maud, yang menjadi debut pengarahan serta penulisan naskah cerita film layar lebar bagi Rose Glass, berkisah mengenai dua orang karakter perempuan yang sama-sama sedang bergelut dengan rasa duka. Maud (Morfydd Clark) adalah seorang mantan perawat di sebuah rumah sakit yang masih merasa bersalah akibat kegagalannya dalam menyelamatkan seorang pasien. Setelah kejadian traumatis tersebut, Maud meninggalkan pekerjaannya, menghabiskan waktu untuk mendekatkan dirinya pada sosok Tuhan, dan kemudian memilih bekerja sebagai seorang perawat pribadi. Lewat pekerjaan barunya tersebut, Maud bertemu dengan Amanda Kohl (Jennifer Ehle), seorang mantan penari dan koreografer terkenal yang kini hanya dapat terbaring lemah karena penyakit kanker yang dideritanya. Berbeda dengan Maud, duka yang dirasakan akibat penyakit yang ia derita membuat Amanda Kohl menjadi sosok yang sinis akan segala bentuk kekuatan spritual. Pertemuan tersebut meyakinkan Maud bahwa ia telah ditunjuk oleh Tuhan untuk menyelamatkan jiwa Amanda Kohl sebelum kematiannya menjelang. Continue reading Review: Saint Maud (2019)

Review: Happy Old Year (2019)

Selain menampilkan penampilan akting dari aktor Sunny Suwanmethanont – yang sebelumnya pernah ia arahkan dalam film Heart Attack (2015) dan Die Tomorrow (2017), film terbaru arahan sutradara Nawapol Thamrongrattanarit, Happy Old Year, juga menghadirkan aktris Chutimon Chuengcharoensukying yang popular berkat penampilan apiknya dalam Bad Genius (Nattawut Poonpiriya, 2017) serta turut tampil bersama Suwanmethanont dalam Die Tomorrow. Tidak mengherankan, kefamiliaran kinerja serta ritme kerja antara satu dengan yang lain begitu dapat dirasakan muncul dalam penampilan Chuengcharoensukying dan Suwanmethanont serta pengarahan yang diberikan oleh Thamrongrattanarit. Naskah cerita film yang juga ditulis oleh Thamrongrattanarit mengalir dengan atmosfer melankolis yang kental dalam menghantarkan kisahnya yang bertutur soal beranjak dari kenangan masa lalu. Tema yang mungkin terdengar begitu sederhana namun mampu dibangun Thamrongrattanarit dengan berbagai pemikiran yang mendalam serta menyentuh tentang kehidupan. Continue reading Review: Happy Old Year (2019)

Review: Supernova (2020)

Enam tahun setelah merilis Hinterland (2014) yang menjadi debut pengarahan film layar lebarnya, sutradara asal Inggris, Harry Macqueen, kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk film keduanya, Supernova. Jika Hinterland berkisah tentang dua sahabat yang melakukan perjalanan darat ke sebuah lokasi guna mengenang kembali berbagai memori persahabatan mereka, maka Supernova bercerita tentang pasangan Sam (Colin Firth) dan Tusker (Stanley Tucci) yang melakukan perjalanan darat untuk mengunjungi saudara dan teman-teman dekat mereka. Kunjungan tersebut telah lama direncanakan Tusker setelah penyakit demensia yang ia derita menunjukkan gejala yang semakin kronis yang juga berarti bahwa ingatan Tusker tentang berbagai peristiwa dan semua orang yang berarti bagi dirinya akan segera hilang. Meskipun terlihat tenang dalam menerima kenyataan pahit tersebut, baik Sam maupun Tusker menyadari bahwa kehilangan sosok yang begitu dicintai akan memberikan pengaruh besar bagi kehidupan mereka. Continue reading Review: Supernova (2020)

Review: Pieces of a Woman (2020)

Nama sutradara Kornél Mundruczó mungkin masih belum terdengar familiar di telinga banyak penikmat film dunia. Meskipun begitu, film-film arahan dari sutradara asal Hungaria tersebut telah malang-melintang di berbagai festival film bergengsi mulai dari Cannes Film Festival hingga Sundance Film Festival. Film yang ia rilis di tahun 2014 lalu, White God, bahkan berhasil meraih Prix Un Certain Regard dari The 67th Cannes Film Festival sekaligus dipilih untuk mewakili Hungaria untuk berkompetisi di kategori Best Foreign Language Film pada ajang The 87th Annual Academy Awards. Pieces of a Woman menandai kali pertama Mundruczó mengarahkan sebuah film dalam Bahasa Inggris. Dengan naskah cerita yang digarap oleh Kata Wéber – yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Mundruczó untuk penulisan naskah film White GodPieces of a Woman diadaptasi dari drama panggung garapan Mundruczó dan Wéber yang alur kisahnya sendiri diinspirasi dari pengalaman hidup keduanya sebagai pasangan yang mengalami keguguran anak. Continue reading Review: Pieces of a Woman (2020)

Review: The White Tiger (2021)

Cukup wajar jika beberapa orang memberikan perbandingan antara film terbaru arahan Ramin Bahrani (99 Homes, 2015), The White Tiger, dengan film Slumdog Millionaire (2008) yang diarahkan oleh Danny Boyle. Seperti halnya film yang memenangkan gelar Best Picture dari ajang The 81st Annual Academy Awards tersebut, The White Tiger juga berbicara mengenai ketidakadilan serta perjuangan kelas pada masyarakat kelas bawah di India. Namun, jika Boyle mengemas Slumdog Millionaire dengan balutan kisah romansa yang kemungkinan besar akan mampu menempatkan senyuman di wajah setiap penonton pada akhir presentasi filmnya, Bahrani menghadirkan The White Tiger sebagai sajian kisah yang lebih realis tentang kerasnya kehidupan kaum miskin. Tidak ada sosok pemuda miskin yang dengan keberuntungannya kemudian mampu menyelesaikan masalah hidupnya dengan memenangkan sejumlah uang dari sebuah acara kuis di televisi – sebuah singgungan yang sempat disampaikan Bahrani lewat salah satu dialog yang dilontarkan oleh karakter utama dalam filmnya.

Continue reading Review: The White Tiger (2021)

Review: News of the World (2020)

News of the World, sayangnya, bukanlah film yang alur ceritanya diinspirasi oleh lagu-lagu yang ditulis oleh kelompok musik legendaris Queen untuk album rilisan mereka di tahun 1977 yang berjudul sama. News of the World, yang menjadi kali kedua bagi Tom Hanks untuk berada di bawah arahan sutradara Paul Greengrass setelah Captain Phillips (2013), adalah sebuah drama western yang kisahnya diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Paulette Jiles. Kisahnya cukup sederhana. Berlatar belakang waktu pengisahan di tahun 1870, beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Saudara Amerika, seorang veteran perang bernama Captain Jefferson Kyle Kidd (Hanks) menemukan seorang anak perempuan bernama Johanna Leonberger (Helena Zengel) terlantar sendirian di pinggiran jalan setelah angkutan yang membawanya mengalami tindak perampokan. Lewat dokumen-dokumen yang ia temukan bersama dengan anak itu, Captain Jefferson Kyle Kidd kemudian memutuskan untuk mengantarkan sang anak kembali ke kediamannya meskipun ia harus menempuh jarak ribuan kilometer. Continue reading Review: News of the World (2020)

Review: The Croods: A New Age (2020)

Dengan keberhasilannya mengumpulkan pendapatan sebesar lebih dari US$587 juta serta raihan nominasi Best Animated Feature dari ajang The 86th Annual Academy Awards, tidak membutuhkan waktu lama bagi DreamWorks Animations untuk mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi sekuel bagi film animasi The Croods (2013). Pada tahun 2014, sekuel dari The Croods dipersiapkan untuk dirilis pada tahun 2017. Di pertengahan tahun 2016, seiring dengan berakhirnya kesepakatan distribusi dengan 20th Century Fox dan beralihnya kepemilikan DreamWorks Animation kepada NBCUniversal, perilisan sekuel dari The Croods mundur ke tahun 2018 – sebelum kemudin diumumkan bahwa proses produksi untuk sekuel dari The Croods dibatalkan pada penghujung tahun 2016. Beruntung, DreamWorks Animation dan Universal Pictures akhirnya menyepakati untuk melanjutkan proses produksi sekuel dari The Croods dengan jadwal rilis di tahun 2020 dan Joel Crawford menggantikan posisi Kirk DeMicco dan Chris Sanders untuk duduk di kursi penyutradaraan. Continue reading Review: The Croods: A New Age (2020)

Review: Quarantine Tales (2020)

Merupakan omnibus yang berisi lima film pendek arahan Dian Sastrowardoyo, Jason Iskandar, Ifa Isfansyah, Aco Tenri, dan Sidharta Tata, fokus pengisahan Quarantine Tales tidak hanya tentang barisan kisah mengenai sederetan karakter yang berusaha bertahan pada masa karantina dalam menghadapi pandemi COVID-19. Secara menyeluruh, tema “karantina” disajikan dengan menampilkan sosok-sosok karakter yang merasakan keterpisahan serta kehilangan – baik dari orang-orang yang mereka cintai, dari mimpi dan harapan, bahkan dari identitas diri mereka sendiri – dalam kehidupan mereka. Kehadiran Quarantine Tales juga menjadi simbol tersendiri bagi para pembuatnya ketika film ini diproduksi di tengah pandemi dalam kondisi kebiasaan baru yang serba terbatas dengan harapan untuk tetap menjaga kreativitas dan menjaga pertumbuhan industri perfilman Indonesia. Niat tulus yang berakhir gemilang ketika lima film pendek yang ditampilkan Quarantine Tales mampu tereksekusi dengan baik dalam menyampaikan seluruh alur pengisahannya. Continue reading Review: Quarantine Tales (2020)

Review: Promising Young Woman (2020)

Judul Promising Young Woman pada film yang ditulis dan diarahkan oleh sutradara Emerald Fennell merujuk pada sosok karakter utamanya, Cassandra Thomas (Carey Mulligan). Semasa dirinya duduk di bangku kuliah guna menuntut ilmu kedokteran, dirinya dikenal sebagai sosok perempuan cerdas dengan pengetahuan yang melebihi rekan-rekan sepantarannya. Sayang, sebuah tragedi membuatnya tidak lagi berminat untuk melanjutkan pendidikannya dan memilih untuk keluar dari perkuliahan. Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, di usia yang kini telah menginjak 30 tahun, Cassandra Thomas masih memilih untuk menjalani kehidupan sesuai dengan keinginannya: bekerja di sebuah kafe milik temannya Gail (Laverne Cox) di siang hari serta keluar bersenang-senang di sejumlah klub pada malam harinya. Pilihan hidup yang cukup membuat kedua orangtuanya (Clancy Brown dan Jennifer Coolidge) merasa khawatir. Namun, pertemuannya dengan seorang dokter bernama Ryan Cooper (Bo Burnham) segera mengubah kehidupan Cassandra Thomas dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Continue reading Review: Promising Young Woman (2020)