Tag Archives: Rano Karno

Review: Akhir Kisah Cinta Si Doel (2020)

Semua akan berakhir seiring dengan bergulirnya waktu. Begitu pula dengan kisah cinta segitiga antara Doel, Sarah, dan Zaenab – tiga karakter utama dalam serial televisi Si Doel Anak Sekolahan yang kemudian diadaptasi menjadi seri film Si Doel the Movie. Merupakan lanjutan kisah dari Si Doel the Movie (2018) dan Si Doel the Movie 2 (2019) yang keduanya diarahkan oleh Rano Karno, Akhir Kisah Cinta Si Doel berkisah mengenai kegalauan yang dialami oleh Doel (Karno) dan Zaenab (Maudy Koesnaedi) setelah kedatangan Sarah (Cornelia Agatha) dari Belanda ke Jakarta dengan membawa anak hasil pernikahannya dengan Doel, Dul (Rey Bong). Tidak ingin hubungannya terus dibayangi oleh hubungan romansa masa lalu Doel dengan Sarah, Zaenab lantas memilih untuk meninggalkan Doel. Di saat yang bersamaan, Sarah sendiri kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan seluruh proses perceraiannya dengan Doel yang telah lama tertunda. Sebuah kondisi yang jelas mendorong Doel untuk segera mengambil sikap dalam menentukan arah hubungan romansanya di masa yang akan datang. Continue reading Review: Akhir Kisah Cinta Si Doel (2020)

Review: Si Doel the Movie 2 (2019)

Tahun lalu, setelah lebih dari satu dekade semenjak berakhirnya masa tayang serial televisi Si Doel Anak Sekolahan, Rano Karno menghidupkan kembali karakter ikonik Kasdoellah atau Doel yang pernah ia perankan lewat Si Doel the Movie (2018). Dengan naskah cerita yang juga ditulis oleh Karno, Si Doel the Movie melanjutkan kembali pengisahan yang dahulu sempat diakhiri pada serial televisinya dengan kembali menghadirkan barisan pemeran yang sama, seperti Mandra, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Suty Karno, hingga Aminah Cendrakasih. Dengan garapan drama yang kuat serta sentuhan elemen nostalgia yang begitu kental akan masa kejayaan serial televisi Si Doel Anak Sekolahan di masa lampau, Si Doel the Movie mampu meraih kesuksesan yang cukup besar: film tersebut berhasil mendapatkan tanggapan positif dari banyak kritikus film, naskah ceritanya mendapatkan nominasi Penulis Skenario Adaptasi Terbaik di ajang Festival Film Indonesia 2018, sementara filmnya sendiri sukses memikat lebih dari 1.7 juta penonton di sepanjang masa rilisnya di layar bioskop. Not bad. Continue reading Review: Si Doel the Movie 2 (2019)

Review: Si Doel the Movie (2018)

Anak Betawiketinggalan zamankatenye…”

Dengan mengambil inspirasi dari film Si Doel Anak Betawi (Sjuman Djaja, 1972) – yang sendirinya diadaptasi dari novel berjudul sama karya Aman Datuk Majoindo – Si Doel Anak Sekolahan merupakan salah satu serial televisi terpopular – dan mungkin juga paling dicintai – yang pernah tayang di sepanjang sejarah pertelevisian Indonesia. Tayang perdana pada tahun 1994 di saluran Rajawali Citra Televisi Indonesia, serial televisi yang berkisah mengenai sebuah keluarga Betawi yang terus mempertahankan nilai-nilai tradisional kehidupan meskipun di tengah gempuran arus modernisasi akibat perkembangan zaman tersebut mampu terus mengudara selama lebih dari sepuluh tahun dan memberikan banyak pengaruh pada budaya pop Indonesia serta deretan serial televisi lain yang muncul setelahnya. Continue reading Review: Si Doel the Movie (2018)

Review: Galih & Ratna (2017)

Jauh sebelum generasi milenial mengenal Rangga dan Cinta (Ada Apa Dengan Cinta?, 2001) atau Adit dan Tita (Eiffel… I’m in Love, 2003), para penikmat film Indonesia telah dibuat jatuh cinta dengan pasangan Galih dan Ratna yang pertama kali muncul di layar sssama. Tidak hanya berhasil melambungkan nama dua pemeran utamanya, Rano Karno dan Yessy Gusman, film arahan Arizal yang di tahun rilisnya menjadi film dengan raihan penonton terbesar ketiga itu juga sukses menghadirkan gelombang kehadiran film-film remaja di layar bioskop Indonesia pada masa tersebut. Kini, hampir empat dekade setelah perilisan Gita Cinta dari SMA, sutradara Lucky Kuswandi (Selamat Pagi, Malam, 2014) kembali menghadirkan pasangan Galih dan Ratna dalam sebuah jalinan cerita yang mengadaptasi bebas novel karangan Eddy S. Iskandar tersebut dengan latarbelakang masa modern. Menghadirkan dua wajah baru di industri film Indonesia, Refal Hady dan Sheryl Sheinafia, untuk memerankan dua karakter ikonik, mampukah kisah percintaan Galih dan Ratna kembali menarik perhatian penonton? Continue reading Review: Galih & Ratna (2017)

Review: Satu Jam Saja (2010)

Ada yang salah dalam Satu Jam Saja. Sebagai sebuah film drama romantis, dengan jajaran aktor dan aktris yang harus diakui cukup menjanjikan, film ini ternyata tidak terlalu mampu banyak berbicara dalam menuturkan kisahnya untuk dapat menyentuh setiap penontonnya. Satu Jam Saja malah berakhir sebagai sebuah drama percintaan antara tiga karakter yang cenderung membosankan dan terlalu melelahkan untuk diikuti.

Continue reading Review: Satu Jam Saja (2010)