Tag Archives: Rainn Wilson

Review: Smurfs: The Lost Village (2017)

They’re back! Meski tidak seorangpun sepertinya begitu antusias terhadap kembalinya kumpulan makhluk berwarna biru ini – khususnya dengan raihan kualitas dan komersial The Smurfs 2 (Raja Gosnell, 2013) yang semakin menurun jika dibandingkan dengan film pendahulunya – namun Sony Pictures Animation sepertinya masih berusaha (baca: memaksa) semua orang untuk menyukai produk adaptasi layar lebar dari komik berjudul sama buatan Peyo tersebut. Smurfs: The Lost Village sendiri tidak memiliki jalinan hubungan cerita dengan dua seri film The Smurfs sebelumnya dan memulai sebuah garis pengisahan yang baru. Yeap. Hanya dalam jangka waktu enam tahun semenjak perilisan film pertama, Sony Pictures Animation memutuskan untuk melakukan reboot terhadap seri film The Smurfs dengan melakukan perombakan total pada barisan pemeran dan kru produksinya serta mengubahnya menjadi sebuah film animasi secara keseluruhan daripada sebuah paduan animasi dan live-action seperti pada dua film The Smurfs terdahulu. Dengan kursi penyutradaraan yang kini ditempati oleh Kelly Asbury (Gnomeo & Juliet, 2011), apakah seluruh perubahan tersebut mampu memberikan sebuah daya tarik yang baru bagi seri film The Smurfs? Continue reading Review: Smurfs: The Lost Village (2017)

Advertisements

Review: Super (2010)

Mengikuti formula yang sebelumnya telah digunakan oleh Defendor (2009) dan Kick-Ass (2010), Super berkisah mengenai Frank D’Arbo (Rainn Wilson), seorang juru masak di sebuah restoran kecil, yang berusaha untuk menjadi seorang superhero dengan tujuan agar dapat merebut kembali istrinya, Sarah Helgeland (Liv Tyler), yang kabur dengan seorang pemilik klub malam sekaligus merupakan seorang bandar narkotika dan obat-obatan terlarang, Jacques (Kevin Bacon). Sarah sendiri, sebelum berkenalan dan menikah dengan Frank, merupakan seorang mantan pecandu narkoba yang sedang berada dalam masa rehabilitasinya. Awal pernikahannya dengan Frank berjalan lancar, hingga akhirnya Sarah berkenalan dengan Jacques yang akhirnya membawanya kembali untuk menggunakan barang-barang haram tersebut.

Continue reading Review: Super (2010)

Review: Hesher (2010)

Hesher jelas bukanlah sebuah film yang akan dapat dinikmati banyak orang. Walaupun dibintangi oleh Joseph Gordon-Levitt dan Natalie Portman serta sebuah tema cerita yang mungkin telah cukup familiar bagi banyak orang, Hesher menggunakan cara penyampaian kisah yang cukup unik dalam menghantarkan jalan ceritanya yang menyinggung mengenai bagaimana cara para karakternya untuk menghadapi rasa kehilangan terhadap seseorang yang begitu mereka cintai. Sutradara sekaligus penulis naskah, Spencer Susser, jelas-jelas tidak menginginkan adanya sentimentalitas berlebihan di dalam jalan cerita Hesher. Susser lebih memilih untuk menyampaikan kisahnya melalui dark comedy tentang kehidupan para karakternya. Tidak selalu berhasil, sayangnya, karena Susser sepertinya terlalu berusaha keras untuk menghasilkan deretan karakter yang unik namun melupakan banyak sisi emosional cerita untuk mampu menarik perhatian para penontonnya lebih dalam.

Continue reading Review: Hesher (2010)