Tag Archives: Rachel Matthews

Review: Frozen II (2019)

Mungkin tidak ada seorangpun, termasuk Walt Disney Animation Studios sendiri, yang pernah menduga bahwa Frozen (Chris Buck, Jennifer Lee, 2013) akan mampu meraih kesuksesan yang begitu luar biasa. Merupakan adaptasi dari dongeng klasik karya Hans Christian Andersen yang berjudul The Snow Queen, Frozen tidak hanya berhasil mencapai kesuksesan komersial belaka ketika film tersebut meraup pendapatan sebesar lebih dari US$1 milyar pada masa penayangannya di seluruh dunia serta album musik temanya yang berisi lagu-lagu semacam Let It Go, Do You Want to Build a Snowman?, Love is an Open Door, dan For the First Time in Forever mampu terjual lebih dari sepuluh juta keping. Film yang juga berhasil memenangkan dua penghargaan di ajang The 86th Annual Academy Awards, termasuk kategori Best Animated Feature, tersebut juga menjelma menjadi sebuah fenomena sosial dalam skala global ketika alur kisahnya, lirik lagu-lagunya, hingga karakter-karakter serta gaya berbusana mereka menjadi perbincangan sekaligus ikon bagi para penikmat budaya pop di seluruh penjuru dunia. Fenomenal! Continue reading Review: Frozen II (2019)

Review: Happy Death Day 2U (2019)

Jika Happy Death Day (Christopher Landon, 2017) menawarkan alur pengisahan yang membuatnya digelari sebagai versi horor dari Groundhog Day (Harold Ramis, 1993) maka jalan cerita sekuelnya, Happy Death Day 2U, mungkin akan membuat banyak orang memberikannya perbandingan dengan Back to the Future (Robert Zemeckis, 1985) – meskipun, tentu saja, masih menjadikan Groundhog Day sebagai basis premis utamanya. Perbandingan tersebut bukannya dibuat secara asal. Alih-alih menjadikan Happy Death Day 2U hanya sebagai mesin penghasil uang dengan memberikan ulangan atau perubahan minimalis pada jalan ceritanya, Landon – yang juga menggarap naskah cerita film menggantikan posisi penulis naskah cerita seri sebelumnya, Scott Lobdell – justru memberikan olahan konflik dan karakter yang lebih berwarna serta membungkusnya dengan jalinan pengisahan bernuansa fiksi ilmiah yang kuat. Langkah berani yang ternyata menjadikan penampilan Happy Death Day 2U semakin berkelas. Continue reading Review: Happy Death Day 2U (2019)

Review: Happy Death Day (2017)

Meskipun bukan yang pertama dalam menggunakan plot pengisahan yang melibatkan terjadinya time loop – situasi dimana satu/beberapa karakter harus terjebak dalam sebuah putaran waktu sebelum dirinya/mereka dapat memecahkan sebuah misteri yang dapat mengeluarkan mereka dari perjalanan waktu berulang tersebut – namun film komedi arahan Harold Ramis, Groundhog Day (1993), jelas merupakan film pertama yang berada di benak banyak penikmat film dunia ketika disinggung mengenai pola penceritaan tersebut. Setelahnya, time loop turut hadir dalam banyak film Hollywood yang berasal dari berbagai genre seperti Triangle (Christopher Smith, 2009), Source Code (Duncan Jones, 2011), Looper (Rian Johnson, 2011), dan Edge of Tomorrow (Doug Liman, 2014). Kini, sutradara asal Amerika Serikat, Christopher Landon (Paranormal Activity: The Marked Ones, 2014), menjajal kemampuannya dalam menggarap garisan cerita bernuansa time loop dalam sebuah slasher berjudul Happy Death Day. Hasilnya, meskipun filmnya tidak menawarkan sebuah pengisahan slasher yang terlalu istimewa, Landon mampu menjadikan Happy Death Day sebagai sebuah presentasi yang akan cukup mampu menyenangkan banyak penontonnya. Continue reading Review: Happy Death Day (2017)