Tag Archives: Pierre Morel

Review: Peppermint (2018)

Diarahkan oleh Pierre Morel (Taken, 2008) berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Chad St. John (London Has Fallen, 2016), Peppermint memulai pengisahannya dengan sebuah tragedi ketika Riley North (Jennifer Garner) harus kehilangan suami, Chris North (Jeff Hephner), dan putri mereka, Carly (Cailey Fleming), setelah keduanya tewas terbunuh oleh gempuran tembakan dari sekelompok penjahat anggota kartel narkotika dan obat-obatan terlarang pimpinan Diego Garcia (Juan Pablo Raba). Tidak berhenti disana, akibat pengaruh Diego Garcia yang begitu besar, tidak seorang pun saksi yang mau membela Riley North dalam proses hukum untuk menangkap Diego Garcia beserta anggota organisasi kriminalnya. Pengadilan lantas memilih untuk menutup kasus tersebut dengan dasar kurangnya bukti maupun saksi yang dapat mendukung berlanjutnya proses hukum tersebut. Riley North tidak tinggal diam dan menyerah. Lima tahun semenjak kematian suami dan anaknya, Riley North mulai menyusun rencana untuk mendapatkan keadilan dari para penegak hukum yang dinilai telah meninggalkan dirinya dan, tentu saja, Diego Garcia dan kawanan kriminalnya yang telah menyengsarakan kehidupannya. Continue reading Review: Peppermint (2018)

Advertisements

Review: The Gunman (2015)

the-gunman-posterDalam The Gunman, Sean Penn mencoba peruntungannya untuk menambah panjang daftar deretan aktor senior yang mencoba menyegarkan kembali karir mereka dengan bermain dalam sebuah film aksi – daftar yang telah diisi oleh nama-nama seperti Liam Neeson, Colin Firth, Tom Cruise, Harrison Ford bahkan Helen Mirren. Dan jelas tidak mengejutkan jika kemudian film aksi Penn tersebut diarahkan oleh Pierre Morel – sutradara yang sebelumnya pernah mengarahkan Neeson dalam film aksi perdananya, Taken (2009). Kabar buruk: Penn tidak akan mengalami nasib sebaik Neeson. Kharismanya sebagai seorang aktor laga masih (sangat) jauh jika dibandingkan dengan aktor asal Irlandia tersebut. Oh. Dan The Gunman juga adalah sebuah film yang akan menemui kesulitan besar dalam mengesankan para penontonnya.

Diadaptasi oleh Penn bersama dengan Don Macpherson dan Pete Travis dari novel berjudul The Prone Gunman karya Jean-Patrick Manchette, The Gunman berkisah mengenai Jim Terrier (Penn) yang bekerja sebagai anggota pasukan keamanan khusus di Kongo yang bersama dengan teman-temannya kemudian direkrut untuk menjalankan sebuah misi rahasia. Usai melaksanakan tugasnya, Jim terpaksa harus meninggalkan kekasihnya, Annie (Jasmine Trinca), di negara tersebut untuk menghilangkan segala jejak perbuatannya. Sayang, delapan tahun kemudian, masa lalu Jim yang kelam kembali hadir menghantuinya dan bahkan hampir saja merenggut nyawanya. Tidak tinggal diam, Jim akhirnya memulai pencariannya akan siapa orang yang bertanggungjawab atas hadirnya kembali masa lalu yang sebenarnya telah ia tinggalkan tersebut.

Sebagai aktor yang pernah memenangkan dua Academy Awards, penampilan akting Penn memang tidak perlu diragukan lagi – termasuk dalam menyajikan adegan laga dalam banyak adegan. Namun, untuk perannya dalam film ini, penampilan Penn terasa begitu datar. Bukan salah Penn sepenuhnya memang. Naskah cerita film ini menyajikan terlalu banyak intrik dalam penceritaan yang seringkali membuat karakter-karakternya menjadi tenggelam. Berbeda dengan film-film aksi yang dibintangi oleh Neeson, The Gunman harus diakui memiliki sentuhan sosial, hukum dan politik dalam penyajian kisahnya. Karakter Jim Terrier yang diperankan Penn juga dihadirkan dengan sebuah penyakit parah yang dikisahkan dapat kapan saja mengambil nyawanya. Sayangnya, dengan penataan kedalaman cerita yang kurang memadai, sentuhan-sentuhan tersebut justru menjadi terasa kompleks tanpa pernah mampu menjadi bagian esensial film. Rumit sehingga sulit untuk dinikmati dan mudah terlupakan begitu saja.

Plot cerita yang berisi lebih banyak dialog dan konflik yang sedikit lebih rumit sepertinya menjadi penghalang tersendiri bagi Morel untuk dapat bercerita secara lancar. The Gunman seringkali terasa terbata-bata dalam pengisahannya. Terbentur antara penyajian adegan laga dengan beberapa dialog panjang mengenai permasalahan yang dihadirkan dalam film. Untungnya, Morel cukup berhasil dalam merangkai film ini dengan sajian tatanan teknis yang unggul sehingga The Gunman masih terlihat sangat layak untuk disaksikan dalam sepanjang 115 menit durasinya.

Hadir dengan departemen akting yang diisi nama-nama seperti Javier Bardem, Idris Elba, Ray Winstone hingga Mark Rylance juga tidak banyak membantu pesona film ini. Karakter-karakter yang mereka perankan tidak pernah terusung secara sempurna. Meskipun begitu, kualitas akting yang ditampilkan para aktor tersebut memang hadir dalam skala yang memuaskan. Karakter antagonis yang diperankan Bardem hadir meyakinkan. Begitu pula chemistry antara Penn dengan Trinca yang terasa hangat dalam setiap kehadirannya pada adegan cerita. Meskipun sangat singkat – dan karakter yang benar-benar dangkal penulisan kisahnya, Elba tetap mampu tampil mencuri perhatian. [C-]

The Gunman (2015)

Directed by Pierre Morel Produced by Adrián Guerra, Sean Penn, Peter McAleese, Andrew Rona, Joel Silver Written by Don Macpherson, Pete Travis, Sean Penn (screenplay), Jean-Patrick Manchette (novel, The Prone Gunman) Starring Sean Penn, Jasmine Trinca, Javier Bardem, Ray Winstone, Mark Rylance, Idris Elba, Peter Franzén, Billy Billingham, Daniel Adegboyega, Ade Oyefeso Music by Marco Beltrami Cinematography Flavio Martinez Labiano Edited by Frédéric Thoraval Production company Anton Capital Entertainment/Canal+/Nostromo Pictures/Silver Pictures/TF1 Films Production Running time 115 minutes Country United States, France, Spain Language English