Tag Archives: Pablo Schreiber

Review: First Man (2018)

That’s one small step for [a] man, one giant leap for mankind.”

Sebagai sebuah film yang berkisah tentang kehidupan Neil Armstrong – seorang astronot asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai manusia pertama yang menjejakkan kakinya di Bulan, tentu mudah untuk membayangkan jika First Man digarap layaknya Apollo 13 (Ron Howard, 1995) atau film-film bertema angkasa luar lainnya atau malah film-film lain yang bercerita tentang pasang surut kehidupan seorang karakter nyata sebelum ia mencapai kesuksesannya. Namun, hal yang berkesan biasa jelas bukanlah presentasi yang diinginkan oleh sutradara berusia 33 tahun, Damien Chazelle, yang pada usianya ke 32 tahun berhasil memenangkan sebuah Academy Award untuk kategori Best Director lewat film musikal arahannya, La La Land (2016), dan menjadikannya sebagai sutradara termuda di sepanjang catatan sejarah yang berhasil meraih gelar tersebut. Alih-alih mengemas biopik yang diadaptasi dari buku karya James R. Hansen berjudul First Man: The Life of Neil A. Armstrong ini menjadi sebuah biopik dengan standar pengisahan familiar a la Hollywood, Chazelle memilih untuk menjadikan First Man sebagai sebuah ajang bermain bagi kecerdasan visual dan teknikalnya sekaligus, di saat yang bersamaan, tempatnya bermeditasi mengenai arti sebuah perjalanan hidup. Sounds a bit too deep eh? Continue reading Review: First Man (2018)

Advertisements

Review: Skyscraper (2018)

Skyscraper adalah sebuah film drama aksi terbaru yang dibintangi oleh Dwayne Johnson. Deskripsi tersebut sepertinya telah cukup untuk membuat banyak orang dapat membayangkan bagaimana pengisahan Skyscraper akan berjalan. Ummm… masih membutuhkan deskripsi singkat mengenai jalan cerita film ini? Dengan naskah cerita yang ditulis dan diarahkan oleh Rawson Marshall Thurber – yang sebelumnya mengarahkan Johnson dalam Central Intelligence (2016) – Skyscraper berkisah mengenai seorang mantan tentara bernama Will Sawyer (Johnson) yang bersama istri, Sarah Sawyer (Neve Campbell), dan kedua anaknya, Georgia Sawyer (McKenna Roberts) dan Henry Sawyer (Noah Cottrell), sedang berada di Hong Kong setelah Will Sawyer mendapatkan pekerjaan untuk melakukan supervisi terhadap sistem keamanan sebuah gedung pencakar langit yang telah dibangun oleh milyuner Zhao Long Ji (Chin Han). Pekerjaan tersebut awalnya berjalan dengan lancar. Namun, sebuah tindakan pengkhianatan yang melibatkan sosok mafia besar di Hong Kong kemudian menghancurkan seluruh hasil kerja Zhao Long Ji dan Will Sawyer – sekaligus menjebak seluruh anggota keluarga Will Sawyer dalam kebakaran besar yang dapat mengancam nyawa mereka. Continue reading Review: Skyscraper (2018)

Review: HappyThankYouMorePlease (2011)

Setelah Zach Braff dan Jason Segal sukses dalam melakukan debut penyutradaraannya, Josh Radnor menjadi aktor serial televisi lainnya yang turut serta mencoba kemampuannya dalam menjadi seorang sutradara di sebuah film layar lebar. HappyThankYouMorePlease, yang juga ditulis oleh Radnor, berkisah mengenai perjuangan sekelompok pemuda New York dalam menghadapi kehidupan cinta, persahabatan dan proses menuju kedewasaan dalam diri mereka. Sayangnya, seperti yang diungkapkan karakter Paul Gertmanian (Richard Jenkins) kepada karakter Sam (Radnor) di film ini, tak satupun karakter-karakter tersebut memiliki daya tarik yang pasti kepada para penontonnya: apakah mereka akan jatuh cinta kepada karakter-karakter tersebut atau malah justru membenci mereka.

Continue reading Review: HappyThankYouMorePlease (2011)