Tag Archives: Oliver Jackson-Cohen

Review: The Invisible Man (2020)

Di tahun 2017, menjelang perilisan versi buat ulang dari The Mummy (Alex Kurtzman, 2017) yang dibintangi Tom Cruise, Universal Pictures mengumumkan bahwa pihaknya akan merilis sejumlah film yang nantinya akan mengumpulkan dan mempersatukan versi teranyar dari film-film klasik bertema monster milik studio film tersebut seperti The Invisible Man, Wolf Man, Frankeinstein dan Dracula, untuk nantinya dikisahkan dalam satu semesta penceritaan yang disebut dengan Dark Universe. Universal Pictures bahkan telah mengumumkan keterlibatan sejumlah nama aktor papan atas Hollywood seperti Johnny Depp, Russell Crowe, dan Javier Bardem untuk membintangi film-film dalam semesta pengisahan tersebut. Sial, ketika The Mummy yang digadang menjadi pembuka bagi Dark Universe dirilis, film tersebut tidak hanya mendapatkan reaksi negatif dari para kritikus film namun juga gagal untuk menarik perhatian banyak penonton. Singkat cerita, kerugian finansial yang diperkirakan mencapai US$95 juta akibat kegagalan The Mummy membuat Universal Pictures lalu mengakhiri pengembangan lanjutan Dark Universe serta mengubah secara total strategi pengisahan dan perilisan film-film yang tadinya terkait dalam semesta penceritaan tersebut. Continue reading Review: The Invisible Man (2020)

Review: The Raven (2012)

Setelah V for Vendetta (2006) dan Ninja Assasin (2009), The Raven menandai kali pertama sutradara James McTeigue bekerja jauh dari pengawasan duo Lana dan Andy Wachowski – yang kini lebih dikenal sebagai Wachowski Starship. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Ben Livingston dan Hanna Shakespeare, McTeigue mencoba untuk menggarap sebuah thriller fiksi yang didasarkan pada hari-hari terakhir kehidupan salah satu penulis dan pujangga terbesar Amerika Serikat, Edgar Allan Poe. Diatas kertas, ide mengenai seorang pembunuh berantai yang menggunakan deretan karya sastra sebagai inspirasinya untuk melakukan tindakan pembunuhan memang terdengar sangat menarik. Sayangnya, naskah yang medioker dan pengarahan McTeigue yang lemah menjadikan The Raven kehilangan begitu banyak momen emas yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan ritme penceritaan yang menegangkan.

Continue reading Review: The Raven (2012)

Review: Faster (2010)

Ketika mantan bintang World Wrestling Entertainment, Dwayne Johnson atau yang pada masa itu dikenal sebagai The Rock, memulai karir aktingnya di film layar lebar, mungkin tidak ada seorangpun yang akan menyangka bahwa dirinya akan membintangi film semacam The Game Plan (2007), Race to Witch Mountain (2009) atau Tooth Fairy (2010), yang notabene merupakan film-film yang dipasarkan untuk kalangan keluarga. Johnson mungkin melakukannya atas nama variasi peran, namun sayangnya, kualitas film-film tersebut yang seringkali patut dipertanyakan, justru membuat nama Johnson menjadi terpuruk dengan kemampuan aktingnya yang semakin diragukan.

Continue reading Review: Faster (2010)