Tag Archives: Numan Acar

Review: Spider-Man: Far From Home (2019)

Merupakan sekuel dari Spider-Man: Homecoming (Jon Watts, 2017) dan ditempatkan sebagai film penutup bagi fase ketiga Marvel Cinematic Universe, Spider-Man: Far from Home hadir dengan pengisahan yang memiliki latar belakang waktu pengisahan beberapa bulan setelah berbagai peristiwa yang diceritakan dalam Avengers: Endgame (Anthony Russo, Joe Russo, 2019) berakhir. Dikisahkan, Peter Parker (Tom Holland) bersama teman-teman sekolahnya akan melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa. Menggunakan momen tersebut, Peter Parker berencana untuk menyatakan rasa cintanya kepada MJ (Zendaya). Namun, seperti yang dapat diduga, rencana Peter Parker untuk menikmati masa liburan bersama dengan teman-temannya kemudian dirusak oleh kehadiran sesosok makhluk asing yang menyerang orang-orang yang berada di sekitarnya. Beruntung, seorang pria berkekuatan super bernama Quentin Beck (Jake Gyllenhaal) kemudian datang dan mengusir makhluk asing tersebut. Oleh Nick Fury (Samuel L. Jackson) dan rekan kerjanya, Maria Hill (Cobie Smulders), lantas meminta Peter Parker untuk bekerjasama dengan Quentin Beck dalam mencegah serangan yang diperkirakan akan kembali dilakukan sang makhluk asing. Permintaan yang sekali lagi membuat Peter Parker mempertanyakan perannya sebagai Spider-Man dan pengaruh posisi tersebut terhadap kehidupan kesehariannya. Continue reading Review: Spider-Man: Far From Home (2019)

Review: Aladdin (2019)

Selang beberapa bulan semenjak perilisan Dumbo arahan Tim Burton, Walt Disney Pictures melanjutkan petualangannya dalam mengadaptasi film-film animasi klasiknya menjadi sajian live-action melalui Aladdin. Meskipun mendapat kritikan tajam atas beberapa elemen ceritanya yang dinilai kurang sensitif dalam penggambaran ras maupun kultur, versi animasi dari Aladdin (Ron Clements, John Musker, 1992) berhasil mengikuti jejak kesuksesan The Little Mermaid (Clements, Musker, 1989) dan Beauty and the Beast (Gary Trousdale, Kirk Wise, 1991) dalam mendapatkan reaksi positif baik dari para penonton – yang menghasilkan pendapatan komersial sebesar lebih dari US$500 juta – maupun dari para kritikus film – yang mampu mendorong Aladdin untuk meraih lima nominasi di ajang The 65th Annual Academy Awards termasuk memenangkan dua diantaranya. Ekspektasi yang cukup tinggi jelas telah terbeban pada Guy Ritchie (King Arthur: Legend of the Sword, 2017) dan versi live-action dari Aladdin arahannya untuk, setidaknya, meraih kesuksesan yang setara. Continue reading Review: Aladdin (2019)

Review: 12 Strong (2018)

12 Strong jelas bukanlah film produksi Hollywood perdana yang membawakan tema mengenai serangan teroris ke Amerika Serikat pada 11 September 2001. Namun, berbeda dengan film-film seperti Flight 93 (Paul Greengrass, 2006), World Trade Center (Oliver Stone, 2006), Remember Me (Allen Coulter, 2010), atau Extremely Loud and Incredibly Closer (Stephen Daldry, 2011) yang membawa penontonnya ke detik-detik terjadinya tragedi tersebut, 12 Strong menghadirkan sebuah kisah nyata yang tidak banyak diketahui publik tentang pengiriman tim militer Amerika Serikat ke Afghanistan untuk menemukan sosok yang berada di balik serangan teror tersebut. Merupakan debut pengarahan dari Nicolai Fuglsig, 12 Strong mendapatkan dukungan solid dari deretan pengisi departemen aktingnya yang mampu menciptakan deretan karakter yang tampil begitu meyakinkan. Sayangnya, dengan durasi pengisahan yang mencapai 129 menit dan tema pengisahan yang sebenarnya memiliki susunan intrik yang kuat, 12 Strong justru gagal hadir dengan jalinan cerita yang lebih mengikat. Continue reading Review: 12 Strong (2018)