Tag Archives: Nadya Arina

Review: Pocong the Origin (2019)

Selepas kesuksesannya dalam menggarap Ada Apa Dengan Cinta? (2001), Mengejar Matahari (2004), dan Mendadak Dangdut (2006), sutradara Rudi Soedjarwo lantas menguji kemampuan penyutradaraannya untuk mengarahkan sebuah film horor yang berjudul Pocong (Dendam Yang Tak Bisa Mati) yang naskah ceritanya ditulis oleh Monty Tiwa. Sayang, film yang awalnya dijadwalkan rilis pada tahun 2006 tersebut batal diputar di layar bioskop Indonesia dikarenakan gagal lulus sensor akibat adanya muatan cerita serta adegan kekerasan yang dinilai terlalu sensitif dan brutal untuk dipresentasikan pada penonton film Indonesia. Walau film seri pertamanya tidak jadi dirilis, sekuel film tersebut, Pocong 2, yang juga masih diarahkan oleh Soedjarwo berdasarkan naskah cerita garapan Tiwa, tetap dirilis di tahun 2006 dan sekuel keduanya, Pocong 3, menyusul rilis setahun kemudian dengan Tiwa mengambil alih posisi sebagai sutradara film. Continue reading Review: Pocong the Origin (2019)

Review: Kafir (2018)

Tahun lalu, Joko Anwar memberikan “kuliah singkat” kepada para pembuat film horor Indonesia modern bagaimana cara untuk menggarap sebuah horor yang efektif meskipun dengan menggunakan premis cerita yang sebenarnya telah banyak diangkat oleh film-film horor sebelumnya. Pengabdi Setan arahan Anwar, yang merupakan versi teranyar dari film horor legendaris berjudul sama garapan Sisworo Gautama Putra, lantas berhasil meraih pujian luas dari kalangan kritikus film, mendapatkan 13 nominasi di ajang Festival Film Indonesia 2017 – termasuk nominasi Film Terbaik dan Sutradara Terbaik, sekaligus memberikan Anwar kesuksesan komersial perdananya ketika Pengabdi Setan kemudian ditonton lebih dari empat juta penonton yang menjadikannya sebagai film horor Indonesia tersukses sepanjang masa hingga saat ini. Jelas sebuah standar kesuksesan baru – baik dari segi kualitas maupun dari segi komersial – bagi film-film horor Indonesia yang hadir setelahnya. Continue reading Review: Kafir (2018)