Tag Archives: Movies

Review: Bad Samaritan (2018)

Bagi para pecinta serial televisi dunia, nama David Tennant tentu tidak akan pernah dapat dilepaskan dari keterlibatannya dalam serial Doctor Who – sebuah seri fiksi ilmiah asal Inggris yang telah mengudara semenjak tahun 1963. Meskipun telah berkarir di dunia akting semenjak akhir tahun 1980an, bahkan pernah turut berperan dalam Harry Potter and the Goblet of Fire (Mike Newell, 2005), nama Tennant baru benar-benar mendapatkan rekognisi luas dari publik dunia ketika ia terpilih sebagai aktor kesepuluh yang memerankan karakter yang dikenal dengan sebutan The Doctor secara regular dalam serial Doctor Who dari tahun 2005 hingga 2010. Selepas Doctor Who, Tennant mengisi resume aktingnya dengan berperan dalam berbagai varian warna karakter untuk sejumlah serial televisi, film, maupun drama panggung. Perannya dalam film Bad Samaritan arahan sutradara Dean Devlin (Geostorm, 2017) mungkin merupakan salah satu pilihan peran yang cukup menarik dalam filmografi akting Tennant. Continue reading Review: Bad Samaritan (2018)

Review: Surga yang Tak Dirindukan 3 (2021)

Danur ternyata bukanlah satu-satunya seri film garapan MD Entertainment yang kini mendapatkan dukungan penampilan dari Marsha Timothy pada departemen aktingnya. Dalam Surga yang Tak Dirindukan 3, Timothy memerankan karakter Meirose yang pada dua seri film sebelumnya, Surga yang Tak Dirindukan (Kuntz Agus, 2015) dan Surga yang Tak Dirindukan 2 (Hanung Bramantyo, 2017), diperankan oleh Raline Shah. Timothy sendiri bukanlah satu-satunya nama baru yang hadir dalam departemen akting film ini. Sejumlah karakter pendukung, seperti karakter Nadia dan Akbar, kini juga diperankan oleh Zara Leola dan Ali Fikry yang menggantikan posisi Sandrinna Michelle Skornicki dan Keefe Bazli Ardiansyah. Reza Rahadian masih turut berakting dalam film ini namun, kejutan!, untuk peran yang berbeda dari seri film sebelumnya. Dengan naskah cerita yang masih digarap oleh Alim Sudio (Layla Majnun, 2021) berdasarkan novel berjudul sama karya Asma Nadia, Surga yang Tak Dirindukan 3 juga menjadi film cerita panjang kedua yang diarahkan oleh Pritagita Arianegara setelah sebelumnya mengarahkan Salawaku (2017). Continue reading Review: Surga yang Tak Dirindukan 3 (2021)

Review: Asih 2 (2020)

Entah sampai kapan MD Pictures dan Pichouse Films akan terus “mengeksploitasi” kisah dari sesosok karakter supranatural bernama Asih yang diangkat dari seri novel garapan Risa Saraswati ini. Film sebelumnya, Asih (Awi Suryadi, 2018) – yang merupakan pengembangan cerita dari semesta pengisahan seri film Danur yang telah dimulai oleh Danur: I Can See Ghosts (2017) dan Danur 2: Maddah (2018) yang keduanya juga diarahkan oleh Suryadi, berupaya untuk memberikan perhatian utama pada sosok karakter supranatural tersebut. Sayangnya, alur cerita, gambaran penokohan, hingga teknik penyajian momen-momen horornya terasa tidak lebih dari sekedar daur ulang dari elemen-elemen cerita yang telah ditampilkan dalam dua film sebelumnya. Meskipun begitu, dirilis di tahun yang sama dengan perilisan Danur 2: Maddah, Asih masih mampu meraih kesuksesan komersial dengan mendapatkan lebih dari 1,7 juta penonton selama masa perilisannya. Tidak mengherankan jika MD Pictures dan Pichouse Films dengan mudah melanjutkan rencana perilisan dari film-film lanjutan dalam semesta pengisahan Danur. Continue reading Review: Asih 2 (2020)

Review: Percy (2020)

Pernah mengarahkan sejumlah episode dari beberapa serial televisi popular seperti Law & Order: Special Victims Unit, The West Wing, Homeland, hingga The Walking Dead serta film-film seperti S.W.A.T. (2003), The Sentinel (2006), dan Juanita (2019), aktor sekaligus sutradara asal Amerika Serikat, Clark Johnson, kembali duduk di kursi penyutradaraan lewat Percy. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Garfield Lindsay Miller (The Last New Year, 2009) dan Hilary Pryor, Percy mencoba menceritakan ulang akan kisah nyata perjuangan seorang petani asal Kanada bernama Percy Schmeiser untuk melawan sebuah perusahaan bioteknologi yang mencoba untuk mengambil alih seluruh hasil pertaniannya. Percy memang tidak menawarkan sebuah pola pengisahan yang benar-benar baru dalam linimasa ceritanya. Namun, lewat pengarahan lugas dari Johnson serta penampilan yang maksimal dari para pangisi departemen akting film ini, Percy cukup mampu bertutur dengan baik dalam menghantarkan pengisahannya yang inspiratif. Continue reading Review: Percy (2020)

Review: The Unholy (2021)

Setelah membantu menuliskan naskah maupun cerita untuk film-film blockbuster seperti The Huntsman: Winter’s War (Cedric Nicolas-Troyan, 2016), Beauty and the Beast (Bill Condon, 2017), dan Charlie’s Angels (Elizabeth Banks, 2019), penulis naskah Evan Spiliotopoulos melakukan debut pengarahannya lewat film horor The Unholy. Alur ceritanya sendiri dimulai ketika seorang gadis remaja penderita tuli bisu bernama Alice (Cricket Brown) secara tiba-tiba mendapatkan kemampuan mendengar serta berbicara setelah mendapatkan “kunjungan” dari Bunda Maria. Jelas saja, kejadian tersebut segera menghebohkan dunia dan membuat gereja tempat dirinya dirawat oleh Father Hagan (William Sadler) selama ini dianggap menjadi sebuah tempat suci. Keajaiban yang dialami oleh Alice bahkan menarik perhatian seorang mantan jurnalis bernama Gerry Fenn (Jeffrey Dean Morgan) yang biasanya skeptis terhadap ajaran agama untuk meliputnya. Alice bahkan dengan segera menjalin hubungan baik dengan Gerry Fenn dan menjadikannya sebagai sarana untuk menyebarluaskan “pesan-pesan” yang disampaikan oleh Bunda Maria kepada dirinya. Namun, setelah sejumlah keanehan yang terjadi, Gerry Fenn mulai merasa ada yang salah terhadap “ajaran” Bunda Maria yang disampaikan oleh Alice. Continue reading Review: The Unholy (2021)

Review: Barb & Star Go to Vista Del Mar (2021)

They’re back! Setelah meraih sukses lewat Bridesmaids (Paul Feig, 2011) – yang tidak hanya meraih kesuksesan komersial dalam skala besar selama masa perilisannya namun juga berhasil membuahkan nominasi Best Original Screenplay dari ajang The 84th Annual Academy Awards serta kini dianggap sebagai salah satu komedi terbaik sepanjang masa – duo aktris sekaligus penulis naskah, Kristen Wiig dan Annie Mumolo, kembali bekerjasama untuk Barb & Star Go to Vista Del Mar. Jangan terburu-buru mengharapkan film ini untuk mengikuti formula emas yang telah berhasil diterapkan oleh Bridesmaids. Jika Bridesmaids adalah sebuah drama tentang persahabatan antara dua wanita yang disajikan dengan balutan komedi, maka Barb & Star Go to Vista Del Mar menghadirkan elemen komedi akan kisah tentang persahabatan antara dua wanita secara utuh dengan sejumlah sentuhan drama romansa (dan musikal) di sejumlah bagian ceritanya. Komikal, dan sering terasa seperti sebuah sketsa komedi berdurasi panjang, namun Barb & Star Go to Vista Del Mar jelas mampu menjadi sebuah presentasi yang menghibur. Continue reading Review: Barb & Star Go to Vista Del Mar (2021)

Review: Godzilla vs. Kong (2021)

Setelah merilis tiga film – Godzilla (Gareth Edwards, 2014), Kong: Skull Island (Jordan Vogt-Roberts, 2017), dan Godzilla: King of the Monsters (Michael Dougherty, 2019) – dua karakter utama dalam semesta pengisahan MonsterVerse milik Legendary Entertainment, Godzilla dan Kong, akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berbagi layar sekaligus linimasa penceritaan lewat Godzilla vs. Kong. Godzilla vs. Kong sendiri bukanlah kali pertama bagi kedua karakter monster tersebut untuk berada dalam satu film yang sama. Toho Studios pernah memproduksi dan merilis King Kong vs. Godzilla arahan Ishirō Honda di tahun 1962 yang turut menjadi inspirasi bagi penuturan kisah film ini. Seperti tiga film sebelumnya, film ini berhasil menawarkan sajian pertunjukan yang mengeksplorasi kualitas tata audio maupun visual secara maksimal. Di saat yang bersamaan, lewat arahan Adam Wingard (Death Note, 2017) atas naskah cerita yang ditulis oleh Eric Pearson (Thor: Ragnarok, 2017) dan Max Borenstein – yang menjadi penulis naskah bagi tiga film dalam seri MonsterVerse sebelumnya, Godzilla vs. Kong berhasil dihadirkan dengan kualitas cerita yang lebih padat dan lebih memikat. Continue reading Review: Godzilla vs. Kong (2021)

Review: Raya and the Last Dragon (2021)

Menjadi film animasi ke-59 yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios, Raya and the Last Dragon merupakan usaha teranyar dari rumah produksi milik The Walt Disney Company tersebut dalam melakukan diversifikasi pada karakter maupun kisah yang ditampilkan oleh film-film yang mereka rilis. Setelah Moana (Ron Clements, John Musker, 2016) yang menampilkan sosok karakter dan kisah yang didasarkan pada sejarah maupun legenda yang berasal dari gugus kepulauan Polinesia, Raya and the Last Dragon kini memberikan fokus pada barisan karakter serta kisah yang berasal dari Asia Tenggara. Dari segi pengisahan, Raya and the Last Dragon memang tidak menghadirkan tata penuturan yang begitu berbeda dengan film-film produksi Walt Disney Animation Studios lainnya. Tetap saja, dengan garapan yang apik, Raya and the Last Dragon tidak hanya mampu menjelma menjadi sajian yang menghibur sekaligus inspiratif khas film-film animasi Disney lainnya namun, di saat yang bersamaan, juga memiliki signifikansi yang begitu terhubung dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat modern saat ini.

Continue reading Review: Raya and the Last Dragon (2021)

Review: Zack Snyder’s Justice League (2021)

Para penikmat film dunia, khususnya mereka yang menggemari film-film bertemakan pahlawan super yang berada dalam semesta pengisahan DC Extended Universe, jelas telah familiar dengan sejumlah drama yang terjadi di balik layar proses produksi hingga perilisan Justice League (Zack Snyder, 2017). Dihinggapi berbagai permasalahan selama proses produksinya, mulai dari naskah cerita yang terus mengalami penulisan ulang hingga isu bahwa Warner Bros. Pictures tidak menyukai produk final yang dihasilkan, Snyder kemudian memilih untuk melepaskan tugasnya sebagai sutradara ketika Justice League sedang berada dalam tahap pascaproduksi setelah dirinya harus berhadapan dengan sebuah tragedi yang menimpa keluarganya. Warner Bros. Pictures lantas menunjuk Joss Whedon (The Avengers, 2012) untuk mengisi posisi serta melanjutkan proses pembuatan film yang ditinggalkan Snyder. Continue reading Review: Zack Snyder’s Justice League (2021)

The 93rd Annual Academy Awards Nominations List

Dengan raihan sepuluh nominasi, film arahan David Fincher, Mank (2020), menjadi film dengan perolehan nominasi terbanyak di ajang The 93rd Annual Academy Awards. Namun, Chloé Zhao berhasil mencatatkan sejarah dengan menjadi wanita pertama yang mampu meraih empat nominasi di sepanjang sejarah pelaksanaan Academy Awards. Melalui filmnya, Nomadland (2020), Zhao mendapatkan nominasi di kategori Best Picture, Best Director, Best Adapted Screenplay, dan Best Editing. Secara keseluruhan, Nomadland mengumpulkan enam nominasi dengan dua nominasi lainnya berasal dari kategori Best Actress in a Leading Role untuk penampilan Frances McDormand dan kategori Best Cinematography untuk Joshua James Richards. Di kategori Best Picture, Nomadland akan bersaing dengan Mank dan enam film lainnya, The Father (2020), Judas and the Black Messiah (2021), Minari (2020), Promising Young Woman (2020), Sound of Metal (2019), dan The Trial of the Chicago 7 (2020). Continue reading The 93rd Annual Academy Awards Nominations List

Review: Generasi 90an: Melankolia (2020)

Merupakan penulis naskah bagi film-film seperti Surat dari Praha (Angga Dwimas Sasongko, 2016), Love for Sale (Andibachtiar Yusuf, 2018), hingga Story of Kale: When Someone’s in Love (Sasongko, 2020), M. Irfan Ramli kini melakukan debut pengarahannya melalui film Generasi 90an: Melankolia. Seperti halnya Nanti Kita Cerita tentang Hari ini (Sasongko, 2020) – yang salah satu karakternya diberikan ruang penceritaan tersendiri lewat Story of Kale: When Someone’s in Love, Generasi 90an: Melankolia juga merupakan adaptasi bebas dari buku yang ditulis oleh Marchella FP. Bebas, dalam artian jika buku yang berjudul Generasi 90an yang dijadikan basis cerita dari film ini merupakan buku yang berisi berbagai kenangan akan film, musik, dandanan, permainan, bacaan, hingga makanan yang sempat populer di era tersebut, maka film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh Ramli ini akan menuturkan garisan kisah yang dialami oleh sejumlah karakter. Continue reading Review: Generasi 90an: Melankolia (2020)

Review: Tom & Jerry (2021)

Apakah Anda tahu bahwa pasangan karakter kucing dan tikus, Thomas D. Cat dan Jerome A. Mouse – atau yang lebih popular dengan nama panggilan mereka, Tom dan Jerry, yang dikreasikan oleh William Hanna dan Joseph Barbera pernah memenangkan Academy Awards? Sebelum popular sebagai tontonan jutaan mata di seluruh dunia melalui serial televisi animasi yang mengudara semenjak tahun 1975, Hanna dan Barbera menjadikan karakter Tom dan Jerry sebagai bintang bagi 141 film animasi pendek mereka yang diproduksi dan dirilis oleh Metro-Goldwyn-Mayer Studios dari tahun 1940 hingga tahun 1958. Pada era inilah Tom & Jerry berhasil memenangkan kategori Best Animated Short Film di ajang Academy Awards sebanyak tujuh kali. Tom & Jerry: The Movie yang diarahkan oleh Phil Roman dan dirilis pada tahun 1992 menjadi film pertama dari seri Tom & Jerry yang ditayangkan di layar bioskop. Hampir tiga dekade kemudian, Warner Bros. Pictures mencoba membangkitkan kembali kepopuleran Tom & Jerry dengan memproduksi sebuah film berjudul sama yang menempatkan karakter animasi Tom dan Jerry pada gambaran kehidupan nyata sebagai latar belakang pengisahannya. Continue reading Review: Tom & Jerry (2021)

Review: The Secret: Dare to Dream (2020)

Masih ingat dengan The Secret? Dirilis pertama kali pada tahun 2006, buku penguasaan diri yang ditulis oleh seorang penulis asal Australia bernama Rhonda Byrne tersebut sempat menjadi salah satu buku terpopuler sekaligus paling banyak dibicarakan para penikmat karya literatur di dunia berkat klaim berdasarkan Hukum Ketertarikan yang memberikan motivasi bahwa berpikir positif dapat membuat dan mengubah hidup menjadi positif pula. Hingga saat ini, buku tersebut telah terjual hingga 30 juta kopi di seluruh dunia, diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa, mendapatkan perhatian dari figur besar seperti Oprah Winfrey, Ellen DeGeneres, dan Larry King, sekaligus menempatkan Byrne sebagai salah satu tokoh berpengaruh di dunia pilihan majalah TIME di tahun 2007. Kesuksesan The Secret tentu saja tidak hanya berhenti di satu buku saja. Semenjak tahun 2010, Byrne telah merilis lima buku yang masih berkaitan dengan tema yang digulirkan pada The Secret. Rangkaian kata pemberi motivasi dalam lembaran halaman The Secret juga memberi inspirasi bagi Hollywood untuk menghasilkan sebuah film dengan pengisahan bertema senada. Continue reading Review: The Secret: Dare to Dream (2020)