Tag Archives: Mola TV

Review: Bad Samaritan (2018)

Bagi para pecinta serial televisi dunia, nama David Tennant tentu tidak akan pernah dapat dilepaskan dari keterlibatannya dalam serial Doctor Who – sebuah seri fiksi ilmiah asal Inggris yang telah mengudara semenjak tahun 1963. Meskipun telah berkarir di dunia akting semenjak akhir tahun 1980an, bahkan pernah turut berperan dalam Harry Potter and the Goblet of Fire (Mike Newell, 2005), nama Tennant baru benar-benar mendapatkan rekognisi luas dari publik dunia ketika ia terpilih sebagai aktor kesepuluh yang memerankan karakter yang dikenal dengan sebutan The Doctor secara regular dalam serial Doctor Who dari tahun 2005 hingga 2010. Selepas Doctor Who, Tennant mengisi resume aktingnya dengan berperan dalam berbagai varian warna karakter untuk sejumlah serial televisi, film, maupun drama panggung. Perannya dalam film Bad Samaritan arahan sutradara Dean Devlin (Geostorm, 2017) mungkin merupakan salah satu pilihan peran yang cukup menarik dalam filmografi akting Tennant. Continue reading Review: Bad Samaritan (2018)

Review: Percy (2020)

Pernah mengarahkan sejumlah episode dari beberapa serial televisi popular seperti Law & Order: Special Victims Unit, The West Wing, Homeland, hingga The Walking Dead serta film-film seperti S.W.A.T. (2003), The Sentinel (2006), dan Juanita (2019), aktor sekaligus sutradara asal Amerika Serikat, Clark Johnson, kembali duduk di kursi penyutradaraan lewat Percy. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Garfield Lindsay Miller (The Last New Year, 2009) dan Hilary Pryor, Percy mencoba menceritakan ulang akan kisah nyata perjuangan seorang petani asal Kanada bernama Percy Schmeiser untuk melawan sebuah perusahaan bioteknologi yang mencoba untuk mengambil alih seluruh hasil pertaniannya. Percy memang tidak menawarkan sebuah pola pengisahan yang benar-benar baru dalam linimasa ceritanya. Namun, lewat pengarahan lugas dari Johnson serta penampilan yang maksimal dari para pangisi departemen akting film ini, Percy cukup mampu bertutur dengan baik dalam menghantarkan pengisahannya yang inspiratif. Continue reading Review: Percy (2020)

Now Streaming: Counterpart

Dua musim dari serial televisi Counterpart, yang saat ini sedang tayang secara eksklusif di Mola TV, jelas merupakan salah satu serial televisi terbaik yang tayang dalam beberapa tahun terakhir. Merupakan sebuah paduan apik dari warna pengisahan fiksi ilmiah dengan spy thriller yang siap untuk menghadirkan kejutan dan ketegangan bagi para penontonnya, konflik dalam alur cerita dari serial televisi yang dibuat oleh Justin Marks – sebelumnya merupakan penulis naskah bagi film Street Fighter: The Legend of Chun-Li (Andrzej Bartkowiak, 2009) dan The Jungle Book (Jon Favreau, 2016) – dimulai ketika pada masa 30 tahun lalu, para ilmuwan di Jerman Timur secara tidak sengaja menciptakan sebuah dimensi paralel yang kini hanya dapat diakses dari gudang bawah tanah dari gedung yang dimiliki oleh sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-bangsa. Dimensi paralel. Dua dunia. Yep. Counterpart dijamin akan “mengganggu” pemikiran Anda. Continue reading Now Streaming: Counterpart

Now Streaming: Two Weeks to Live

Suka atau tidak dengan musim terakhir dari serial televisi Game of Thrones – yang memang mendapatkan cukup banyak reaksi negatif dari kritikus maupun para penggemarnya – jelas tidak dapat dipungkiri bahwa serial televisi yang diadaptasi dari seri novel berjudul A Song of Ice and Fire karangan George R. R. Martin tersebut merupakan salah satu serial televisi terpopuler dalam satu dekade terakhir. Tidak hanya memenangkan banyak penghargaan, Game of Thrones juga menjadi bagian perbincangan budaya populer terbesar, memecahkan rekor jumlah penonton, dan, tentu saja, memberikan popularitas bagi para pemerannya. Nama-nama seperti Kit Harrington, Lena Headey, Peter Dinklage, Sophie Turner, Emilia Clarke, Nikolaj Coster-Waldau, hingga Maisie Williams jelas mendapatkan paparan maksimal berkat kesuksesan besar dari Game of Thrones. Berbicara tentang Williams, aktris asal Inggris tersebut kini membintangi sebuah miniseri terbaru berjudul Two Weeks to Live yang sedang tayang secara eksklusif di Mola TV. Percayalah, Williams tampil begitu berbeda dalam serial ini. Continue reading Now Streaming: Two Weeks to Live

Now Streaming: Romulus

Sebelum Game of Thrones sukses mencuri perhatian dan menjadi salah satu bagian kultur pop nyaris di satu dekade terakhir, sebenarnya sudah ada beberapa serial lain yang bernuansa sama, epik dan dramatis. Meski begitu, serial-serial ini lebih lekat dengan sejarah ketimbang fantasi. Spartacus (2010-2013) misalnya. Atau lebih jauh lagi, Rome, sebuah drama sejarah yang kerap menjadi bahan pembicaraan di sekitar tahun 2005 hingga 2007 lalu. Meski mungkin tidak sefantastis atau spektakuler dari segi skala dibandingkan Game of Thrones, namun Rome cukup menarik untuk diikuti. Continue reading Now Streaming: Romulus

Now Streaming: The First

Belum merasa terlalu familiar dengan nama Beau Willimon? Well… Nama Willimon awalnya dikenal publik ketika dirinya bekerja membantu kampanye dari calon Presiden Amerika Serikat, Howard Dean, pada tahun 2004. Namun, nama Willimon mulai mendapatkan rekognisi dari Hollywood setelah dirinya menuliskan naskah drama panggung dengan tema politik berjudul Farragut North (2008) yang ia dasarkan pada pengalamannya bekerja pada Dean. Farragut North kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar berjudul The Ides of March (2011) yang diarahkan dan dibintangi oleh George Clooney. Untuk naskah cerita The Ides of March yang ia kerjakan bersama dengan Clooney dan Grant Heslov, Willimon berhasil mendapatkan nominasi dari ajang The 84th Annual Academy Awards untuk kategori Best Adapted Screenplay. Selain The Ides of March, Willimon juga menjadi penulis naskah bagi beberapa drama panggung, serial televisi, serta film layar lebar lainnya seperti House of Cards (2013) dan Mary Queen of Scots (2018) yang memang kental dengan nuansa politis. Kini, Willimon mencoba untuk merambah sebuah tema penceritaan baru dalam serial televisi yang berjudul The First. Continue reading Now Streaming: The First

Now Streaming: RIG 45

Para penggemar kisah-kisah whodunit jelas akan menikmati presentasi misteri yang ditawarkan dalam serial televisi RIG 45 yang saat ini telah dapat disaksikan di Mola TV. Merupakan hasil kolaborasi dari penulis sekaligus sutradara Ola Norén dan Roland Ulvselius, serial televisi asal Swedia ini bercerita tentang rangkaian peristiwa pembunuhan yang terjadi di sebuah anjungan pengeboran minyak lepas pantai serta berbagai intrik yang mengikuti akan usaha untuk menemukan jawaban dari teka-teki misteri pembunuhan tersebut. Dirilis dalam dua musim yang masing-masing terdiri atas enam episode, RIG 45 menjanjikan sajian cerita penuh dengan konflik dan kejutan yang pastinya mampu tampil mendebarkan sekaligus begitu menegangkan dalam setiap episodenya. Continue reading Now Streaming: RIG 45

Now Streaming: Mola Living Live

Mendapatkan inspirasi tidak melulu harus dari berasal buku atau film. Kisah hidup orang lain juga bisa. Apalagi jika mereka tokoh populer yang pastinya kaya akan pengalaman hidup. Jelas sangat menarik untuk mengetahui perjalanan dan dinamika kehidupan mereka dalam menuju sukses. Platform streaming Indonesia, Mola TV, punya sajian yang menarik bagi Anda yang sedang membutuhkan sejumlah inspirasi. Melalui Mola Living Live yang bersemboyan “inspired minds, inspiring discussions,” Mola Living Live mengajak berbagai tokoh dunia kenamaan untuk membagikan kisah  inspiratif perjalanan hidup mereka. Continue reading Now Streaming: Mola Living Live

Now Streaming: Younger

Darren Star jelas merupakan salah satu nama penulis naskah, sutradara, sekaligus produser yang paling dikenal oleh para penikmat serial televisi rilisan Hollywood. Bertanggungjawab terhadap kehadiran beberapa serial televisi legendaris seperti Beverly Hills, 90210 (1990 – 2000), Melrose Place (1992 – 1999), hingga Sex and the City (1998 – 2004), Star juga menghadirkan Younger yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan novelis Amerika Serikat, Pamela Redmond Satran. Ditayangkan perdana pada tahun 2015, Younger berhasil menarik perhatian besar dari kalangan penikmat serial televisi dunia yang, tentu saja, menjadi salah satu alasan mengapa serial televisi yang dibintangi oleh Sutton Foster, Debi Mazar, dan Hilary Duff ini telah tayang selama enam musim. Bahkan, pada pertengahan tahun lalu, Younger telah mendapatkan persetujuan perpanjangan musim dengan episode terbarunya direncanakan akan tayang pada tahun 2021 mendatang. Continue reading Now Streaming: Younger

Now Streaming: Humans

Sebelum dunia mengenalnya sebagai Astrid Young dalam Crazy Rich Asian (Jon M. Chu, 2018) atau berperan sebagai Minn-Erva ketika berdampingan dengan Brie Larson dalam Captain Marvel (Anna Boden, Ryan Fleck, 2019), aktris Gemma Chan lebih dahulu berhasil mencuri hati (dan perhatian) dunia melalui perannya dalam serial Humans. Dikembangkan oleh duo penulis asal Inggris, Sam Vincent dan Jonathan Brackley, berdasarkan serial televisi asal Swedia yang berjudul Real Humans, musim perdana Humans mengudara pada awal Juni 2015 di Inggris sebelum kemudian tayang di Amerika Serikat dan Kanada serta beberapa negara lainnya juga pada tahun yang sama. Di sepanjang tiga musim penayangannya hingga tahun 2018, Humans mampu meraih pujian luas dari para kritikus serta mendapatkan rekognisi di berbagai ajang penghargaan dunia. Continue reading Now Streaming: Humans

Review: The Professor and the Madman (2019)

Berkisah mengenai proses penyusunan buku The New English Dictionary on Historical Principles – atau yang sekarang dikenal luas dengan Oxford English Dictionary, The Professor and the Madman memiliki sejarah yang cukup rumit sebelum akhirnya dapat dirilis dan disaksikan oleh banyak penontonnya. Awalnya akan diarahkan oleh Mel Gibson, Gibson lantas menyerahkan kursi penyutradaraan pada penulis naskah Farhad Safinia – yang sebelumnya pernah bekerjasama untuk menuliskan naskah cerita film arahan Gibson, Apocalypto (2006) – dengan Gibson masih akan berperan sebagai karakter utama film ini bersama dengan Sean Penn. Memulai masa produksinya pada tahun 2016, Gibson dan Safinia harus menghadapi konflik yang berasal dari rumah produksi Voltage Pictures yang dinilai telah melanggar kesepakatan awal produksi dan bahkan menolak untuk memberikan Safinia hak untuk menentukan hasil akhir film arahannya. Proses hukum yang berlarut-larut akhirnya menghambat perilisan The Professor and the Madman serta membuat Gibson dan Safinia memilih untuk menarik keterlibatan mereka dalam proses lanjutan film – posisi Safinia sebagai sutradara dan penulis naskah lantas dicabut dan The Professor and the Madman dirilis dengan nama sutradara dan penulis naskah samaran P. B. Shemran. Continue reading Review: The Professor and the Madman (2019)

Review: The Mystery of The Dragon Seal (2019)

Diarahkan oleh Oleg Stepchenko, The Mystery of the Dragon Seal merupakan sekuel bagi film fantasi petualangan Forbidden Kingdom arahan Stepchenko yang berhasil menuai sukses komersial ketika dirilis pada tahun 2014 lalu. Juga dirilis secara internasional dengan judul The Iron Mask, film yang mengambil latar belakang lokasi kisah di Rusia, Tiongkok, dan Inggris pada abad ke-18 ini melanjutkan kisah petualangan penjelajah dan kartografer asal Inggris, Jonathan Green (Jason Flemyng) yang kini ditugaskan untuk memetakan wilayah timur dari negara Rusia. Perjalanannya dalam memetakan Rusia tersebut membawa Jonathan Green ke wilayah Tiongkok ketika ia secara tidak sengaja bertemu dan menyelamatkan Cheng Lan (Xingtong Yao) yang ternyata merupakan seorang puteri yang sedang menyamar guna merebut kembali tahta kerajaannya. Tantangan besar kemudian menghadang perjalanan keduanya ketika Jonathan Green dan Cheng Lan menemukan sebuah desa yang dikuasai oleh penyihir yang, tentu saja, kemudian berusaha dibantu dan dibebaskan oleh keduanya. Continue reading Review: The Mystery of The Dragon Seal (2019)

Review: Mudik (2020)

Di tengah keriuhan arus kendaraan di musim mudik tahun 2018, pasangan suami istri, Firman (Ibnu Jamil) dan Aida (Putri Ayudya), tengah berjuang agar mereka dapat tiba di kampung halaman menjelang malam Lebaran sembari dibebani ketegangan akan pemikiran tentang pernikahan mereka yang sedang bermasalah. Sebuah permasalahan baru ternyata menghampiri keduanya ketika mobil yang mereka kendarai terlibat dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara motor. Berniat bertanggungjawab, Firman dan Aida lantas berkunjung ke rumah duka dan bertemu dengan Santi (Asmara Abigail). Tidak disangka, perkenalan dengan ibu dari satu orang anak tersebut kemudian memberikan sudut cerita baru bagi perjalanan pernikahan Firman dan Aida – sebuah bagian cerita yang memantik bom waktu dari permasalahan rumah tangga yang selama ini telah coba diredam oleh keduanya. Continue reading Review: Mudik (2020)