Tag Archives: Moisés Arias

Review: Pitch Perfect 3 (2017)

Sebagai sebuah sekuel, Pitch Perfect 2 (Elizabeth Banks, 2015) harus diakui tidak begitu mampu memberikan sensasi pengisahan yang sama mengesankan jika dibandingkan dengan Pitch Perfect (Jason Moore, 2012). But of course, dengan keberhasilan Pitch Perfect 2 untuk meraih pendapatan komersial yang bahkan jauh lebih besar dari seri pendahulunya, Universal Pictures tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan kesuksesan komersial tambahan dari seri film ini. Dengan kursi penyutradaraan yang kini ditempati oleh Trish Sie (Step Up: All In, 2014) dan seluruh pemeran utama dari dua seri sebelumnya kembali dihadirkan, Pitch Perfect 3 masih mampu menghadirkan deretan elemen hiburan yang cukup menyenangkan – khususnya lewat beberapa momen musikalnya yang tergarap baik. Sayangnya, secara keseluruhan, Pitch Perfect 3 tampil dengan kualitas pengisahan yang cenderung lebih lemah yang sekaligus menempatkan film ini sebagai seri terburuk dari trilogi pengisahan Pitch Perfect. Continue reading Review: Pitch Perfect 3 (2017)

Advertisements

Review: Ender’s Game (2013)

enders-game-header

The book is better than this movie. Dan pernyataan tersebut berlaku bahkan untuk Anda yang sama sekali tidak menyadari bahwa Ender’s Game diadaptasi dari sebuah novel. Ditulis oleh novelis Amerika Serikat, Orson Scott Card, Ender’s Game adalah sebuah novel fiksi ilmiah yang menyimpan begitu banyak metafora mengenai kehidupan sosial serta politik manusia meskipun deretan karakter dan konflik yang terjadi di dalamnya membuat novel ini sekilas hanya terlihat sebagai sebuah kisah yang diorientasikan bagi kalangan young adult. Kandungan satir sosial politik yang berbalut kisah fiksi ilmiah inilah yang mampu membuat naskah cerita arahan sutradara Gavin Hood (X-Men Origins: Wolverine, 2009) terasa begitu kuat dalam menantang kemampuan intelektual para penontonnya. Sayangnya, pada kebanyakan bagian, Hood justru seperti terlalu berusaha untuk menjadikan Ender’s Game sebagai sebuah presentasi dengan daya tarik a la film-film blockbuster Hollywood yang (terlalu) luas sehingga membuat film ini justru seperti kehilangan arah sekaligus banyak bagian esensial dalam penceritaannya.

Continue reading Review: Ender’s Game (2013)

Review: Despicable Me 2 (2013)

despicable-me-2-header

Well… sebagai sebuah karya perdana, Despicable Me (2010) jelas bukanlah sebuah karya yang buruk. Meskipun dengan naskah cerita yang jelas jauh dari kecerdasan film-film animasi karya Pixar Animation Studios, termasuk sekuel dari film-film animasi yang mereka produksi, film yang diproduksi oleh Illumination Entertainment ini masih mampu tampil menghibur dengan deretan pengisi suara yang berhasil menghidupkan setiap karakter yang ada di dalam jalan cerita, pemanfaatan efek visual yang maksimal dan… kehadiran karakter pendukung bernama minions yang secara mengejutkan mampu mencuri perhatian begitu banyak penonton dunia. Dengan formula tersebut, Despicable Me yang dibuat dengan biaya produksi sebesar hanya US$69 juta berhasil mengumpulkan total pendapatan sebesar lebih dari US$543 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia. Atau dalam bahasa lain di Hollywood… sekuel!

Continue reading Review: Despicable Me 2 (2013)