Tag Archives: Michael Rooker

Review: The Suicide Squad (2021)

Masih ingat dengan Suicide Squad (David Ayer, 2016)? Well… mungkin cukup bijaksana memilih untuk melupakan berbagai hal buruk yang menyangkut penampilan Jared Leto sebagai Joker ataupun kualitas buruk secara keseluruhan yang ditampilkan oleh film ketiga dalam seri DC Extended Universe tersebut. Namun, dengan raihan komersial sebesar lebih dari US$700 juta di sepanjang masa rilisnya – dan penghargaan Best Makeup and Hairstyling dari ajang The 89th Annual Academy AwardsWarner Bros. Pictures tentu memiliki sejuta alasan untuk mengenyampingkan berbagai reaksi negatif yang datang dari sejumlah kritikus maupun penonton dan kembali memproduksi versi teranyar dari Suicide Squad. James Gunn (Guardians of the Galaxy Vol. 2, 2017) kemudian dipilih untuk duduk di kursi penyutradaraan sekaligus menjadi penulis naskah bagi The Suicide Squad – judul yang diberikan bagi film yang dimaksudkan menjadi standalone sequel bagi Suicide Squad. Menghadirkan beberapa karakter serta pemeran baru dan memadukannya dengan nada pengisahan khas Gunn yang brutal namun menyenangkan, The Suicide Squad tidak mampu menjadi penyetel ulang kualitas linimasa penceritaan seri Suicide Squad namun juga berhasil tampil sebagai salah satu film terbaik bagi DC Extended Universe. Continue reading Review: The Suicide Squad (2021)

Review: Vivo (2021)

Setelah In the Heights (Jon M. Chu, 2021), Vivo menjadi film kedua dari empat film yang melibatkan aktor sekaligus penyanyi sekaligus penulis lagu sekaligus produser sekaligus penulis naskah drama panggung, Lin-Manuel Miranda, yang direncanakan untuk rilis di tahun ini. Berdasarkan ide cerita oleh penulis naskah In the Heights, Quiara Alegría Hudes, bersama dengan Peter Barsocchini yang dikenal berkat naskah cerita yang ia tulis untuk seri film televisi High School Musical (2006 – 2008), Miranda sebenarnya telah mulai mengembangkan Vivo di tahun 2010 ketika film animasi ini awalnya akan diproduksi oleh DreamWorks Animation. Namun, setelah DreamWorks Animation memutuskan untuk tidak melanjutkan proses produksi Vivo pada tahun 2015, film animasi musikal tersebut kemudian ditangani oleh Sony Pictures Animation semenjak tahun 2016 dengan Kirk DeMicco (The Croods, 2013) duduk di kursi penyutradaraan sekaligus menggarap naskah cerita bersama dengan Hudes. Miranda sendiri terus dilibatkan untuk menulis sebelas lagu yang akan ditampilkan di sepanjang pengisahan Vivo sekaligus menjadi pengisi suara bagi karakter bernama sama dengan judul film ini. Continue reading Review: Vivo (2021)

Review: Blumhouse’s Fantasy Island (2020)

Merupakan kali kedua Jeff Wadlow mengarahkan film yang diproduksi oleh Blumhouse Productions setelah Blumhouse’s Truth or Dare (2018), Blumhouse’s Fantasy Island bercerita tentang seorang pengusaha, Mr. Roarke (Michael Peña), yang berniat untuk mempromosikan hotel serta pulau yang ia kelola dengan cara mengundang sejumlah orang untuk datang dan menjanjikan bahwa setiap mimpi dan fantasi mereka akan terwujud selama berada di pulau tersebut. Lewat sebuah sayembara, terpilihlah Gwen Olsen (Maggie Q) yang berharap bahwa segala penyesalannya dari masa lalu dapat terhapus; Melanie Cole (Lucy Hale) yang berharap dirinya dapat membalaskan dendam terhadap teman masa sekolahnya, Sloane Maddison (Portia Doubleday), yang selalu melakukan hal-hal buruk kepada dirinya; Patrick Sullivan (Austin Stowell) yang berharap dapat mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang tentara; serta dua bersaudara, JD (Ryan Hansen) dan Brax (Jimmy O. Yang), yang bermimpi untuk menjadi seorang jutawan. Tanpa disangka, berbagai mimpi dan fantasi tersebut dapat terwujud. Namun, di saat yang bersamaan, terwujudnya mimpi dan fantasi tersebut kemudian menghadirkan sebuah konsekuensi yang dapat membahayakan hidup. Continue reading Review: Blumhouse’s Fantasy Island (2020)

Review: Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)

Ketika dunia pertama kali berkenalan dengan Peter Quill (Chris Pratt) pada Guardians of the Galaxy (James Gunn, 2014), pria yang juga menjuluki dirinya sebagai Star-Lord tersebut masih dikenal sebagai bagian dari sekelompok pencuri dan penyelundup barang-barang antik antar galaksi yang dikenal dengan sebutan The Ravagers pimpinan Yondu Udonta (Michael Rooker). Diiringi dengan lagu-lagu bernuansa rock klasik dari era ‘70an, Peter Quill bersama dengan rekan-rekan yang juga memiliki reputasi sama buruk dengan dirinya, Gamora (Zoe Saldana), Drax the Destroyer (Dave Bautista), Rocket (Bradley Cooper) dan Groot (Vin Diesel), kemudian mendadak dikenal sebagai sosok pahlawan ketika mereka berhasil menyelamatkan seluruh isi galaksi dari serangan Ronan the Accuser (Lee Pace). Daya tarik komikal dari Guardians of the Galaxy yang mampu berpadu dengan pengarahan Gun yang begitu dinamis – dan citarasa musiknya yang eklektis – berhasil mengenalkan karakter-karakter Guardians of the Galaxy yang awalnya kurang begitu populer menjadi dikenal khalayak penikmat film dalam skala yang lebih luas, melambungkan nama Pratt ke jajaran aktor papan atas Hollywood, membuat semua orang jatuh cinta dengan lagu-lagu rock klasik lewat album Guardians of the Galaxy: Awesome Mix Vol. 1 yang berhasil terjual sebanyak lebih dari dua juta keping, dan, dengan pendapatan sebesar US$773.3 juta dari masa perilisannya di seluruh dunia, menjadikan Guardians of the Galaxy sebagai awal dari sebuah seri film baru yang cukup penting dalam barisan panjang film-film produksi Marvel Studios. Continue reading Review: Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017)

Review: Super (2010)

Mengikuti formula yang sebelumnya telah digunakan oleh Defendor (2009) dan Kick-Ass (2010), Super berkisah mengenai Frank D’Arbo (Rainn Wilson), seorang juru masak di sebuah restoran kecil, yang berusaha untuk menjadi seorang superhero dengan tujuan agar dapat merebut kembali istrinya, Sarah Helgeland (Liv Tyler), yang kabur dengan seorang pemilik klub malam sekaligus merupakan seorang bandar narkotika dan obat-obatan terlarang, Jacques (Kevin Bacon). Sarah sendiri, sebelum berkenalan dan menikah dengan Frank, merupakan seorang mantan pecandu narkoba yang sedang berada dalam masa rehabilitasinya. Awal pernikahannya dengan Frank berjalan lancar, hingga akhirnya Sarah berkenalan dengan Jacques yang akhirnya membawanya kembali untuk menggunakan barang-barang haram tersebut.

Continue reading Review: Super (2010)