Tag Archives: Michael Jibson

Review: 1917 (2019)

Selepas mengarahkan Skyfall (2012) dan Spectre (2015) – yang menjadi dua film dari seri James Bond dengan raihan kesuksesan komersial terbesar sepanjang masa – Sam Mendes kembali duduk di kursi penyutradaraan untuk 1917. Dengan naskah cerita yang digarap oleh Mendes bersama dengan Krysty Wilson-Cairns berdasarkan penuturan sang kakek, Alfred Mendes, yang merupakan seorang novelis sekaligus veteran perang, 1917 digarap Mendes sebagai sebuah pengalaman sinematis dimana para penontonnya akan menyaksikan perjalanan sang karakter utama dalam sebuah kesatuan linimasa cerita yang utuh – tanpa adanya interupsi dari konflik maupun karakter pendukung lain. Premis kisahnya sendiri terdengar sederhana: Berlatarbelakang masa Perang Dunia I di April 1917, dua orang prajurit Inggris, Lance Corporal Tom Blake (Dean-Charles Chapman) dan Lance Corporal William Schofield (George MacKay), ditugaskan oleh pimpinan mereka, General Erinmore (Colin Firth), untuk menyampaikan pesan ke sebuah batalyon di Resimen Devonshire bahwa pasukan Jerman telah menyiapkan sebuah serangan jebakan yang dapat membunuh seisi batalyon tersebut. Mendes, hebatnya, memberikan garapan yang berhasil membuat setiap menit perjalanan cerita film ini tampil begitu memukau. Continue reading Review: 1917 (2019)

Review: Les Misérables (2012)

Walau ketika mendengar judul Les Misérables Anda kemungkinan besar akan langsung dapat membayangkan puluhan film adaptasi novel legendaris berjudul sama karya Victor Hugo yang telah dirilis sebelumnya – termasuk Les Misérables arahan Richard Boleslawski yang dirilis pada tahun 1935 dan berhasil mendapatkan nominasi di kategori Best Picture pada ajang Academy Awards, namun Les Misérables arahan Tom Hooper (The King’s Speech, 2010) adalah film layar lebar pertama yang merupakan adaptasi dari drama panggung musikal karya Alain Boublil dan Claude-Michel Schönberg yang telah begitu popular semenjak dipentaskan pada tahun 1985. Berbeda dengan film musikal kebanyakan, Hooper memperlakukan Les Misérables layaknya sebuah pertunjukan drama panggung: setiap dialog dan interaksi antar karakter disajikan dalam bentuk nyanyian serta setiap pemeran diharuskan untuk menyanyikan langsung dialog tersebut selama proses produksi Les Misérables berlangsung. Sebuah tantangan yang jelas memiliki resiko tinggi. Namun apakah Hooper mampu menghantarkan drama panggungnya sendiri dengan baik?

Continue reading Review: Les Misérables (2012)