Tag Archives: Matt Reeves

Review: The Batman (2022)

Dengan berbagai permasalahan yang pernah merintanginya di masa lampau, keberhasilan The Batman untuk akhirnya dirilis – dan dengan kualitas cerita yang bahkan mampu melampaui kualitas sejumlah film dalam seri DC Extended Universe yang melibatkan karakter pahlawan super berjulukan The Dark Knight tersebut – jelas terasa sebagai sebuah keajaiban. Bagaimana tidak. Setelah memerankan Bruce Wayne/Batman dalam Batman v Superman: Dawn of Justice (Zack Snyder, 2016), Suicide Squad (David Ayer, 2016), dan Justice League (Snyder, 2017), Ben Affleck mendapatkan kesempatan untuk membintangi film Batman tunggal yang sekaligus juga akan ia arahkan dan tuliskan naskah ceritanya. Sial, berbagai perubahan bernada negatif yang terjadi pada film-film yang tergabung dalam linimasa cerita DC Extended Universe – serta sejumlah masalah pribadi yang dihadapinya – membuat Affleck kemudian memutuskan untuk melepas seluruh keterlibatannya dari seri film milik Warner Bros. Pictures tersebut. Continue reading Review: The Batman (2022)

Review: War for the Planet of the Apes (2017)

Sukses mengarahkan Dawn of the Planet of the Apes (2014) – setelah sebelumnya menggantikan posisi Rupert Wyatt yang mengarahkan Rise of the Planet of the Apes (2011), Matt Reeves kembali duduk di kursi penyutradaraan bagi film ketiga dalam seri film Planet of the Apes, War for the Planet of the Apes. Dengan naskah cerita yang ditangani Reeves bersama dengan Mark Bomback, War for the Planet of the Apes mengisahkan kelanjutan perjalanan Caesar (Andy Serkis – lewat penggunaan performance-capture technology) dan kawanannya yang berusaha untuk menemukan sebuah lokasi baru yang aman untuk mereka tinggali. Bukan sebuah persoalan yang mudah. Meskipun musuhnya, Koba (Toby Kebbell – lewat penggunaan performance-capture technology), telah tewas, namun para pengikutnya masih senantiasa mencoba untuk menjatuhkan Caesar dari singgasananya. Para pengikut Koba bahkan telah bekerjasama dengan pihak manusia – faksi militer yang menamakan dirinya Alpha-Omega yang bertujuan untuk memusnahkan populasi para kera yang dianggap memiliki potensi untuk menyebarkan sebuah penyakit berbahaya yang belum ditemukan obatnya. Dan ancaman tersebut kian nyata setelah pimpinan Alpha-Omega yang disebut sebagai The Colonel (Woody Harrelson) mulai mengetahui dimana letak persembunyian Caesar dan kawanan keranya. Continue reading Review: War for the Planet of the Apes (2017)

Review: Let Me In (2010)

Bisakah kita membicarakan Let Me In tanpa harus menyinggung maupun membandingkannya dengan Let the Right One In (2008)? Memang, film Swedia tersebut telah terlebih dahulu menerjemahkan novel karya John Ajvide Lindqvist yang berjudul sama ke layar lebar dengan sutradara Tomas Alfredson berhasil menjadikan Let the Right One In sebagai sebuah pencapaian film horor yang sangat mengagumkan. Namun apa yang dihasilkan sutradara Matt Reeves (Cloverfield, 2008) lewat Let Me In juga bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh. Bahkan, dalam beberapa aspek, Reeves berhasil menjadikan Let Me In sebagai sebuah film yang lebih superior dari film pendahulunya.

Continue reading Review: Let Me In (2010)