Tag Archives: Mads Mikkelsen

Review: Chaos Walking (2021)

Selain menjadi judul dari film terbaru arahan Doug Liman (American Made, 2017), Chaos Walking jelas merupakan ungkapan yang juga tepat digunakan untuk menggambarkan bagaimana proses pembuatan film ini. Diadaptasi dari buku The Knife of Never Letting Go yang merupakan buku pertama dari trilogi Chaos Walking karangan Patrick Ness, kekacauan serta hambatan yang dihadapi film yang dibintangi Daisy Ridley dan Tom Holland ini telah dimulai ketika naskah cerita yang awalnya ditulis oleh Charlie Kaufman (Eternal Sunshine of the Spotless Mind, 2004) kemudian dinilai kurang memuaskan dan lantas mendapatkan revisi dari sejumlah penulis naskah lain seperti Jamie Linden (Dear John, 2010) dan John Lee Hancock (The Little Things, 2021) sebelum akhirnya menggunakan naskah yang digarap oleh Ness bersama dengan Christopher Ford (Spider-Man: Homecoming, 2017). Proses pengambilan gambar film sendiri sebenarnya telah diselesaikan pada tahun 2017. Namun, setelah mendapatkan respon buruk dari sejumlah tes penayangan, Chaos Walking lantas melakukan sejumlah proses pengambilan gambar ulang – yang melibatkan sutradara Fede Álvarez (The Girl in the Spider’s Web, 2018) – dan menunda perilisan film ini dari tahun 2019 menjadi awal tahun ini. Tidak mengejutkan bila kemudian deretan kekacauan tersebut cukup terefleksi pada kualitas akhir dari pengisahan Chaos Walking. Continue reading Review: Chaos Walking (2021)

20 / 2020 – The 20 Best Movie Performances of 2020

What makes an acting performance so remarkable and/or memorable? Kemampuan seorang aktor untuk menghidupkan karakternya dan sekaligus menghantarkan sentuhan-sentuhan emosional yang dirasakan sang karakter jelas membuat sebuah penampilan akan mudah melekat di benak para penontonnya. Kadang bahkan jauh seusai penonton menyaksikan penampilan tersebut. Penampilan tersebut, tentu saja, tidak selalu membutuhkan momen-momen emosional megah nan menggugah. Bahkan, pada beberapa kesempatan, tidak membutuhkan durasi penampilan yang terlalu lama. Continue reading 20 / 2020 – The 20 Best Movie Performances of 2020

Review: Rogue One: A Star Wars Story (2016)

Setelah menghabiskan dana sebesar US$4.06 milyar untuk mengakuisisi Lucasfilm pada tahun 2012 lalu, The Walt Disney Company sepertinya tidak menyia-nyiakan waktu mereka untuk memproduksi lanjutan perjalanan seri film milik Lucasfilm terpopuler, Star Wars. Dimulai dengan perilisan Star Wars: Episode VII – The Force Awakens (J.J. Abrams, 2015), The Walt Disney Company kemudian berencana untuk merilis episode terbaru dari seri Star Wars setiap dua tahun sekali. Tidak hanya itu, untuk mengisi senggang waktu dua tahun dari jarak perilisan tiap film, seri film Star Wars akan dilengkapi dengan Star Wars Anthology yang merupakan rangkaian film yang berdiri sendiri dan memiliki latar belakang waktu penceritaan sebelum terjadinya berbagai konflik yang dikisahkan pada Star Wars: Episode IV – A New Hope (George Lucas, 1977). Dan Rogue One: A Star Wars Story akan menjadi film pertama dari tiga film yang telah direncanakan The Walt Disney Company untuk dirilis sebagai bagian Star Wars Anthology tersebut. Continue reading Review: Rogue One: A Star Wars Story (2016)

The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Nominations List

OFCS-2Kolaborasi ketiga antara sutradara Steve McQueen dan aktor Michael Fassbender, 12 Years a Slave, berhasil memimpin daftar perolehan nominasi di ajang The 17th Annual Online Film Critics Society Awards. 12 Years a Slave berhasil meraih delapan nominasi, termasuki nominasi Best Picture, Best Director untuk McQueen, Best Actor untuk Chiwetel Ejiofor, Best Supporting Actor untuk Fassbender serta Best Supporting Actress untuk Lupita Nyong’o. Berbeda dengan pelaksanaannya tahun lalu, terdapat sepuluh film yang dinominasikan untuk merebut gelar Best Picture. Film-film yang akan bersaing bersama 12 Years a Slave tersebut adalah American Hustle, Before Midnight, Blue is the Warmest Colour, Drug War, Gravity, Her, Inside Llewyn Davies, Short Term 12 dan The Wind Rises.

Continue reading The 17th Annual Online Film Critics Society Awards Nominations List

Review: The Three Musketeers (2011)

Dengan karir penyutradaraan yang telah membentang semenjak tahun 1994, Paul W. S. Anderson harus diakui bukanlah seorang sutradara yang begitu ahli dalam menangani kehadiran plot cerita dalam setiap filmnya. Bukan berarti film-film yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris ini umumnya berkualitas buruk, namun konsistensi plot cerita mungkin adalah hal terakhir yang paling diperhatikan Anderson selama proses pembuatan filmnya. Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian banyak pihak yang merasa sedikit heran dengan pilihan Anderson untuk mengadaptasi salah satu karya literatur paling populer di dunia, The Three Musketeers (1844) karya Alexandre Dumas, sebagai bahan dasar dari naskah cerita film yang ia arahkan.

Continue reading Review: The Three Musketeers (2011)