Tag Archives: Lulu Wilson

Review: The Glorias (2020)

Diadaptasi dari autobiografi milik aktivis perempuan Gloria Steinem yang berjudul My Life on the Road, The Glorias bertutur tentang perjalanan kehidupan Steinem semenjak dirinya kecil, remaja, hingga dewasa dan dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan kaum perempuan di Amerika Serikat hingga saat ini. Alur pengisahan film ini dimulai dengan mengenalkan penonton pada kehidupan Gloria Steinem pada masa kecilnya (Ryan Kiera Armstrong dan Lulu Wilson) yang harus berhadapan dengan berbagai masalah akibat perceraian kedua orangtuanya (Timothy Hutton dan Enid Graham). Beruntung, berbagai tantangan di masa kecil tersebut justru mengasah Gloria Steinem untuk menjadi sosok yang kuat dan kritis – khususnya ketika berhubungan dengan berbagai permasalahan yang harus dihadapi kaum perempuan ketika berhadapan dengan kaum pria dalam keseharian mereka. Perkenalannya dengan banyak aktivis perempuan lain semakin mendidik dan mempertajam pemikiran Gloria Steinem dewasa (Alicia Vikander dan Julianne Moore) dalam perjuangannya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi kaumnya. Continue reading Review: The Glorias (2020)

Review: Ready Player One (2018)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Zak Penn (The Avengers, 2012) bersama dengan Ernest Cline berdasarkan novel berjudul sama yang ditulis oleh Cline, film terbaru arahan Steven Spielberg (The Post, 2017), Ready Player One memiliki pengisahan yang berlatar belakang di tahun 2045. Di masa tersebut, dunia telah berubah menjadi sebuah tempat dimana ketidakteraturan melanda seluruh elemen sosial. Untuk melarikan diri dari berbagai permasalahan tersebut, banyak orang kemudian mengikuti sebuah permainan virtual bernama Ontologically Anthropocentric Sensory Immersive Simulation yang diciptakan oleh James Halliday (Mark Rylance) dimana mereka dapat beraktivitas dengan kondisi dunia yang jelas jauh lebih baik dari dunia nyata. Secara perlahan, beberapa orang mulai menemukan sebuah permainan yang disebut Anarok’s Quest yang tersembunyi di dalam  Ontologically Anthropocentric Sensory Immersive Simulation yang lantas menjanjikan bahwa orang pertama yang dapat memenangkan permainan tersebut akan dijadikan pemilik hak cipta dari Ontologically Anthropocentric Sensory Immersive Simulation. Sebuah iming-iming yang jelas membuat banyak orang mulai memburu hadiah tersebut. Continue reading Review: Ready Player One (2018)

Review: Annabelle: Creation (2017)

Usaha James Wan untuk melebarkan sayap pengisahan The Conjuring Universe berlanjut lewat Annabelle: Creation. Merupakan prekuel dari Annabelle (John R. Leonetti, 2014) – yang meskipun bukanlah sebuah film yang digemari oleh para kritikus namun sukses meraih pendapatan komersial sebesar lebih dari US$250 juta sepanjang masa perilisannya di seluruh dunia – Annabelle: Creation menggali lebih dalam mengenai asal usul keberadaan boneka horor bernama Annabelle yang popular setelah pertama kali dikenalkan melalui salah satu kasus yang ditangani karakter Ed dan Lorraine Warren (Patrick Wilson dan Vera Farmiga) dalam The Conjuring (Wan, 2013). Menyadari bahwa pengarahan yang diberikan Leonetti bukanlah elemen pendukung terbaik bagi penceritaan Annabelle, Wan lantas memilih untuk menyerahkan kursi penyutradaraan Annabelle: Creation pada David F. Sandberg (Lights Out, 2016). Benar saja. Dengan kemampuan pengarahannya yang apik, Sandberg mampu memberikan banyak momen-momen horor yang (sangat) menyenangkan bagi film ini. Continue reading Review: Annabelle: Creation (2017)