Tag Archives: Lukas Haas

Review: First Man (2018)

That’s one small step for [a] man, one giant leap for mankind.”

Sebagai sebuah film yang berkisah tentang kehidupan Neil Armstrong – seorang astronot asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai manusia pertama yang menjejakkan kakinya di Bulan, tentu mudah untuk membayangkan jika First Man digarap layaknya Apollo 13 (Ron Howard, 1995) atau film-film bertema angkasa luar lainnya atau malah film-film lain yang bercerita tentang pasang surut kehidupan seorang karakter nyata sebelum ia mencapai kesuksesannya. Namun, hal yang berkesan biasa jelas bukanlah presentasi yang diinginkan oleh sutradara berusia 33 tahun, Damien Chazelle, yang pada usianya ke 32 tahun berhasil memenangkan sebuah Academy Award untuk kategori Best Director lewat film musikal arahannya, La La Land (2016), dan menjadikannya sebagai sutradara termuda di sepanjang catatan sejarah yang berhasil meraih gelar tersebut. Alih-alih mengemas biopik yang diadaptasi dari buku karya James R. Hansen berjudul First Man: The Life of Neil A. Armstrong ini menjadi sebuah biopik dengan standar pengisahan familiar a la Hollywood, Chazelle memilih untuk menjadikan First Man sebagai sebuah ajang bermain bagi kecerdasan visual dan teknikalnya sekaligus, di saat yang bersamaan, tempatnya bermeditasi mengenai arti sebuah perjalanan hidup. Sounds a bit too deep eh? Continue reading Review: First Man (2018)

Advertisements

Review: Contraband (2012)

Merupakan remake dari film asal Islandia yang berjudul Reykjavík-Rotterdam (2008), yang dibintangi oleh Baltasar Kormákur dan di versi film Amerika Serikat kini duduk sebagai sutradara, Contraband dibintangi oleh Mark Wahlberg yang berperan sebagai Chris Farraday, mantan penyelundup narkoba yang setelah membangun keluarga bersama istri, Kate (Kate Beckinsale), dan kedua anaknya, kini menjalani kehidupan sebagai seorang pria normal dengan sebuah pekerjaan tetap dalam kesehariannya. Pun begitu, masa lalu kemudian kembali untuk menghantui Chris ketika adik iparnya, Andy (Caleb Landry Jones), ternyata secara diam-diam juga bekerja sebagai seorang penyelundup narkoba bagi seorang mafia kejam bernama Tim Briggs (Giovanni Ribisi). Dan ketika Andy melakukan sebuah kesalaha dalam pekerjaannya, mau tak mau Chris harus turun tangan dan kembali ke dunia hitam yang telah lama ia tinggalkan.

Continue reading Review: Contraband (2012)

Review: Red Riding Hood (2011)

Sekeras apapun usaha untuk menyembunyikannya, namun adalah sangat sulit untuk membantah bahwa Red Riding Hood adalah sebuah film yang diproduksi untuk mendompleng ketenaran dari franchise The Twilight Saga yang banyak digilai kaum remaja tersebut. Lihat saja dari susunan jalan ceritanya. Terlepas dari fakta bahwa David Johnson (Orphan, 2009) mendasarkan jalan cerita Red Riding Hood berdasarkan kisah legendaris Little Red Riding Hood, film ini masih menceritakan mengenai kisah cinta segitiga antara seorang wanita dengan dua pria yang sama-sama berniat untuk memilikinya. Satu diantara pria tersebut bahkan dicurigai sebagai jelmaan seekor serigala. Kebetulan? Tambahkan dengan fakta lain bahwa film ini diarahkan oleh Catherine Hardwicke, sutradara wanita yang mengarahkan seri pertama The Twilight Saga, Twilight (2008), maka Anda akan mendapatkan sebuah film dengan cita rasa The Twilight Saga yang kental namun dengan perlakuan produksi seperti sebuah film-film period. Kualitasnya sendiri?

Continue reading Review: Red Riding Hood (2011)

Review: Inception (2010)

Setelah Memento dan The Dark Knight, sutradara Christopher Nolan kembali datang untuk menantang setiap penonton filmnya untuk dapat menggunakan sedikit pemikiran mereka dalam mengikuti salah satu film yang paling ditunggu untuk tahun ini, Inception. Merilisnya di saat musim panas, masa di mana Hollywood biasanya cenderung untuk merilis film-film popcorn yang hadir hanya sebatas hiburan belaka, tentu akan menjadi resiko tersendiri yang harus dihadapi Nolan. Namun, apakah Inception benar-benar sekompleks yang dibayangkan oleh setiap penontonnya?

Continue reading Review: Inception (2010)