Tag Archives: Ludi Lin

Review: Mortal Kombat (2021)

Dirilis pertama kali pada tahun 1992 oleh Midway Games, Mortal Kombat dengan segera meraih popularitas diantara para penikmat permainan video bertema pertarungan – khususnya berkat tampilan grafisnya yang tidak segan mengumbar begitu banyak unsur darah serta kekerasan yang sempat memicu kontroversi dari sejumlah pihak. Popularitasnya tersebut mampu membawa Mortal Kombat menjadi salah satu permainan video bertema pertarungan dengan angka penjualan terbaik di sepanjang sejarah yang kemudian coba diadaptasi dan dikembangkan ke berbagai bentuk media lainnya, mulai dari film, serial televisi, komik, novel, permainan kartu, hingga kompetisi judi secara daring. Adaptasi film layar lebar pertama dari Mortal Kombat sendiri dirilis pada tahun 1995. Meskipun mendapatkan sambutan yang kurang begitu hangat dari para kritikus film dunia, Mortal Kombat mampu meraih sukses besar secara komersial sekaligus meluncurkan karir dari sutradara Paul W. S. Anderson di Hollywood. Sayang, sekuel arahan John R. Leonetti yang berjudul Mortal Kombat: Annihilation (1997) gagal untuk meraih kesuksesan serupa dan menutup pintu bagi adanya kesempatan untuk adaptasi film layar lebar dari Mortal Kombat selanjutnya. Continue reading Review: Mortal Kombat (2021)

Review: Aquaman (2018)

Cukup wajar jika DC Films dan Warner Bros. Pictures menggantungkan banyak harapan mereka kepada Aquaman. Selepas kegagalan beruntun dari Man of Steel (Zack Snyder, 2013), Batman v. Superman: Dawn of Justice (Snyder, 2016), dan Suicide Squad (David Ayer, 2016) dalam meraih dukungan dari para kritikus film dunia – serta ditanbah dengan tanggapan yang cenderung medioker dari pada penggemar komik rilisan DC Comics, yang kemudian diikuti oleh melempemnya performa Justice League (Snyder, 2017) – yang tercatat menjadi film dengan capaian kesuksesan komersial paling rendah dalam seri film DC Extended Universe, keberadaan Aquaman jelas krusial untuk membangkitkan kembali tingkat kepercayaan sekaligus ketertarikan publik pada deretan pahlawan super buatan DC Comics. Atau, setidaknya, Aquaman haruslah mampu mencapai tingkatan kualitas yang berhasil diraih Wonder Woman (Patty Jenkins, 2017) yang hingga saat ini menjadi satu-satunya film dari DC Extended Universe yang berhasil meraih kesuksesan baik secara kritikal maupun komersial. Dengan ambisi besar tersebut, jelas tidak mengherankan jika Aquaman digarap megah dalam kualitas produksinya namun, seperti halnya Wonder Woman, tetap menyajikan keintiman cerita dalam hal penggalian kisah dasar mengenai sang karakter utama film ini. Continue reading Review: Aquaman (2018)

Review: Power Rangers (2017)

Berawal dari sebuah seri televisi berjudul Mighty Morphin Power Rangers yang tayang perdana di saluran Fox Kids pada tahun 1993, kesuksesan mendunia dari serial tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sebuah film layar lebar berjudul Mighty Morphin Power Rangers: The Movie (Bryan Spicer, 1995) yang diproduksi 20th Fox Century juga dibintangi para bintang serial televisinya. Meskipun mendapatkan kritikan tajam dari banyak kritikus film dunia, Mighty Morphin Power Rangers: The Movie berhasil mendapatkan raihan pendapatan komersial yang tidak mengecewakan. Dua tahun setelah perilisan film pertama, 20th Fox Century merilis Turbo: A Power Rangers Movie yang diarahkan oleh Shuki Levy dan David Winning dengan jalinan cerita yang menjembatani musim keempat dan musim kelima serial televisi Mighty Morphin Power Rangers sekaligus memperkenalkan deretan pemeran yang baru. Sayang, seiring dengan berkurangnya penggemar serial televisi tersebut, Turbo: A Power Rangers Movie juga gagal untuk menyamai kesuksesan film pendahulunya sekaligus menjadi kali terakhir Mighty Morphin Power Rangers diadaptasi ke layar lebar. Continue reading Review: Power Rangers (2017)