Tag Archives: Lucky Kuswandi

Review: Ali & Ratu Ratu Queens (2021)

Diarahkan oleh Lucky Kuswandi (Galih & Ratna, 2017) berdasarkan naskah cerita yang ditulis oleh Gina S. Noer (Dua Garis Biru, 2019), Ali & Ratu Ratu Queens bercerita tentang perjalanan seorang pemuda bernama Ali (Iqbaal Ramadhan) untuk menemukan kebahagiannya di kota New York, Amerika Serikat. Mengapa New York? Karena di kota itulah sang ibu, Mia (Marissa Anita), yang semenjak lama telah meninggalkan dirinya dan sang ayah, Hasan (Ibnu Jamil), demi mengejar mimpi untuk menjadi seorang penyanyi, kini berada. Berbekal sejumlah uang, tiket penerbangan yang dahulu pernah dikirimkan oleh ibunya, serta sedikit informasi tentang lokasi keberadaan sang ibu, Ali memulai perjalanannya. Sial, sesampainya di sebuah apartemen yang menjadi tujuannya di wilayah Queens, New York, Ali diberitahu bahwa kini ibunya tidak lagi tinggal disana. Di saat yang bersamaan, Ali bertemu dengan empat imigran asal Indonesia, Party (Nirina Zubir), Biyah (Asri Welas), Chinta (Happy Salma), serta Ance (Tika Panggabean), yang kemudian bersedia untuk menampung Ali serta membantunya untuk menemukan keberadaan sang ibu. Continue reading Review: Ali & Ratu Ratu Queens (2021)

Review: Galih & Ratna (2017)

Jauh sebelum generasi milenial mengenal Rangga dan Cinta (Ada Apa Dengan Cinta?, 2001) atau Adit dan Tita (Eiffel… I’m in Love, 2003), para penikmat film Indonesia telah dibuat jatuh cinta dengan pasangan Galih dan Ratna yang pertama kali muncul di layar sssama. Tidak hanya berhasil melambungkan nama dua pemeran utamanya, Rano Karno dan Yessy Gusman, film arahan Arizal yang di tahun rilisnya menjadi film dengan raihan penonton terbesar ketiga itu juga sukses menghadirkan gelombang kehadiran film-film remaja di layar bioskop Indonesia pada masa tersebut. Kini, hampir empat dekade setelah perilisan Gita Cinta dari SMA, sutradara Lucky Kuswandi (Selamat Pagi, Malam, 2014) kembali menghadirkan pasangan Galih dan Ratna dalam sebuah jalinan cerita yang mengadaptasi bebas novel karangan Eddy S. Iskandar tersebut dengan latarbelakang masa modern. Menghadirkan dua wajah baru di industri film Indonesia, Refal Hady dan Sheryl Sheinafia, untuk memerankan dua karakter ikonik, mampukah kisah percintaan Galih dan Ratna kembali menarik perhatian penonton? Continue reading Review: Galih & Ratna (2017)

Review: Madame X (2010)

Semenjak pertama kali melakukan debut penyutradaraan lewat film Ca Bau Kan (2002), perlahan namun pasti nama Nia Dinata menjadi sebuah jaminan tersendiri bahwa sebuah film memiliki kualitas yang berada di atas rata-rata kualitas film Indonesia lainnya jika melibatkan namanya sebagai sutradara film tersebut. Ini dibuktikan dengan kesuksesan dua film Nia lainnya, Arisan! (2003) dan Berbagi Suami (2006) yang mengikuti jejak kesuksesan Ca Bau Kan dalam meraih banyak pujian kritikus film Indonesia serta mencatatkan Nia sebagai satu-satunya sutradara film Indonesia yang filmnya selalu terpilih menjadi perwakilan Indonesia untuk bersaing di ajang Academy Awards untuk kategori Best Foreign Languange Film.

Continue reading Review: Madame X (2010)