Tag Archives: Lorenza Izzo

Review: Once Upon a Time in… Hollywood (2019)

Bahkan semenjak merilis film layar lebar pertama yang diarahkannya, Reservoir Dogs (1992), Hollywood beserta seluruh isi dan pemujanya telah mengetahui bahwa Quentin Tarantino memiliki caranya sendiri untuk menyampaikan setiap kisah yang ingin diceritakannya. Pilihan untuk menggunakan barisan dialog yang cenderung padat, adegan bernuansa kekerasan yang dieksekusi dengan kesan yang begitu nyata, struktur cerita yang seringkali jauh dari kesan teratur, hingga penggunaan lagu-lagu yang banyak berasal dari era ‘60an hingga ‘70an untuk mengisi banyak adegan filmnya memang membuat film-film arahan Tarantino tidak mudah diakses oleh kalangan penikmat film dalam skala yang lebih besar. Namun, di saat yang bersamaan, kejeniusan Tarantino dalam menggarap setiap filmnya telah membuat berbagai elemen pengisahan yang cenderung tidak biasa tersebut menjadi sebuah ciri khas yang mendorong nama Tarantino untuk dikenal sebagai salah satu sutradara dengan filmografi paling mengesankan di Hollywood. Well… kualitas filmografi yang mengesankan tersebut semakin solid dengan kehadiran film terbarunya, Once Upon a Time in… Hollywood. Continue reading Review: Once Upon a Time in… Hollywood (2019)

Review: The House with a Clock in its Wall (2018)

Seorang anak laki-laki yang baru saja menjadi yatim piatu dan kini tinggal bersama sang paman menyadari bahwa terdapat kekuatan magis yang melingkupi kehidupan kesehariannya dan bahkan mengajak dirinya untuk mengikuti serta mempelajari kekuatan tersebut. Bukan. Premis tersebut bukanlah berasal dari film yang diadaptasi dari seri buku popular yang lebih-baik-tidak-disebutkan-judulnya itu. Diadaptasi dari buku berjudul sama karangan John Bellairs – yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1973 dan jauh sebelum J. K. Rowling merilis seri buku miliknya, The House with a Clock in its Wall menjadi presentasi yang monumental bagi Eli Roth dimana film ini menjadi kali pertama bagi sutradara film-film “berdarah” semacam Cabin Fever (2002), Hostel (2005), dan The Green Inferno (2013) tersebut menggarap sebuah film dengan pengisahan yang dapat disaksikan oleh seluruh kalangan umur. Lalu, bagaimana performa kualitas film keluarga pertama arahan Roth ini? Continue reading Review: The House with a Clock in its Wall (2018)