Tag Archives: Lombardo Boyar

Review: Coco (2017)

Dalam Coco, Walt Disney Pictures dan Pixar Animation Studios bertualang ke Meksiko dan menjadikan perayaan budaya negara tersebut, Día de Muertos atau juga sering disebut sebagai Day of the Dead, sebagai inspirasi jalan ceritanya. Diarahkan oleh Lee Unkrich (Toy Story 3, 2010) dengan bantuan dari penulis naskah Adrian Molina, Coco berkisah mengenai seorang anak laki-laki bernama Miguel Rivera (Anthony Gonzalez) yang bercita-cita untuk menjadi seorang musisi. Sayangnya, Miguel Rivera berasal dari keluarga dimana seluruh kegiatan yang berhubungan dengan musik dinyatakan sebagai kegiatan terlarang – sebuah ultimatum yang muncul setelah kakek buyut mereka meninggalkan nenek buyut dan keluarga mereka untuk mengejar karirnya sebagai seorang musisi. Tidak tinggal diam, Miguel Rivera berniat untuk menunjukkan bakat musiknya di hari perayaan Día de Muertos. Namun, sebuah keajaiban terjadi dan Miguel Rivera kini terjebak di dunia para arwah – yang disebut dengan Land of the Dead. Kini, Miguel Rivera harus menemukan arwah para keluarganya dan meminta restu mereka agar dirinya dapat kembali ke dunia nyata. Continue reading Review: Coco (2017)

Advertisements

Review: Happy Feet Two (2011)

Lima tahun kemudian, banyak orang masih merasa penasaran mengapa Happy Feet (2006) mampu merebut Academy Awards di kategori Best Animated Feature dari tangan film-film animasi yang lebih superior seperti Cars (2006) dan Monster House (2006). Film animasi perdana karya sutradara asal Australia, George Miller, tersebut sebenarnya bukanlah sebuah karya yang buruk. Jalan cerita yang berkisah mengenai usaha seekor penguin untuk membuktikan kemampuan dirinya kepada orangtua dan anggota kelompoknya – dan disertai dengan banyak tarian dan nyanyian – mampu dirangkai dengan tampilan visual yang apik. Namun, jika dibandingkan tata visual yang dicapai Disney/Pixar lewat Cars – walaupun dituding memiliki jalan cerita yang tergolong  lemah – serta usaha Sony Pictures untuk menghadirkan sebuah kisah horor yang ternyata mampu bekerja dengan baik pada Monster House, Happy Feet jelas berada pada beberapa tingkatan di bawah dua film animasi kompetitornya tersebut.

Continue reading Review: Happy Feet Two (2011)