Tag Archives: Lena Headey

Review: Gunpowder Milkshake (2021)

Menjadi film pertama yang diarahkan oleh sutradara berkewarganegaraan Israel, Navot Papushado, secara solo – setelah sebelumnya mengarahkan Rabies (2010) dan Big Bad Wolves (2013) bersama dengan Aharon Keshales, Gunpowder Milkshake berkisah mengenai seorang pembunuh bayaran bernama Sam (Karen Gillan) yang ditugaskan untuk membunuh seorang pria, David (Samuel Anderson), karena telah mencuri sejumlah uang dari perusahaan tempat Sam sekarang bekerja, The Firm. Sebagai seorang pembunuh bayaran profesional, tugas tersebut jelas bukanlah sebuah hal yang sulit. Namun, ketika mengetahui bahwa David mencuri uang tersebut untuk digunakan sebagai tebusan bagi putrinya, Emily (Chloe Coleman), yang sedang diculik, hati Sam kemudian tergerak untuk membantu. Sam sendiri yang kemudian menghantarkan uang tebusan tersebut kepada sang penculik dengan maksud untuk kembali merebut uang tersebut dan mengembalikannya ke perusahaan setelah Emily berhasil ia dapatkan. Sial, rencana tersebut menemui kegagalan yang bahkan menyebabkan uang hasil curian lenyap. Sam, yang biasa memburu dan membunuh orang-orang yang telah ditentukan oleh The Firm, kini menjadi buruan karena dugaan telah melarikan uang perusahaan. Continue reading Review: Gunpowder Milkshake (2021)

Review: 300: Rise of an Empire (2014)

Diadaptasi dari novel grafis yang belum dipublikasikan karya Frank Miller yang berjudul Xerxes, 300: Rise of an Empire adalah sebuah prekuel sekaligus sekuel bagi film arahan Zack Snyder berjudul 300 yang berhasil meraih sukses secara komersial ketika dirilis pada tahun 2007 silam. Meskipun Snyder masih bertanggungjawab sebagai penulis naskah bersama dengan Kurt Johnstad, kursi penyutradaraan untuk 300: Rise of an Empire sendiri kini diduduki oleh Noam Murro yang sebelumnya hanya pernah mengarahkan film drama komedi Smart People di tahun 2008. Tidak banyak hal yang berubah dalam kualitas penceritaan maupun tampilan visual 300: Rise of an Empire jika dibandingkan dengan seri pendahulunya. Murro jelas terasa masih begitu mengandalkan berbagai trik yang pernah digunakan Snyder untuk memaksimalkan tampilan film yang ia arahkan. Bukan sebuah hal yang buruk. Mereka yang menggemari 300 jelas masih akan sangat mengapresiasi kualitas produk akhir yang dihasilkan Murro – meskipun repetisi dalam departemen penulisan cerita kemungkinan besar juga akan memberikan kejenuhan pada sebagian penonton lainnya.

Continue reading Review: 300: Rise of an Empire (2014)

Review: The Mortal Instruments: City of Bones (2013)

the-mortal-instruments-city-of-bones-header

Jika dua seri film Percy Jackson and the Olympians (2010 – 2013) mencoba hadir untuk mengisi kekosongan singgasana yang ditinggalkan oleh franchise Harry Potter (2001 – 2011), maka The Mortal Instruments: The City of Bones adalah sebuah usaha lain Hollywood untuk mengulang kesuksesan franchise The Twilight Saga (2008 – 2012) – meskipun The Hunger Games (2011) sepertinya telah menggenggam erat posisi tersebut. Layaknya The Twilight Saga, The Mortal Instruments: City of Bones merupakan adaptasi pertama dari seri novel fantasi The Mortal Instruments karya penulis asal Amerika Serikat, Cassandra Clare. The Mortal Instruments: City of Bones juga menghadirkan banyak tema-tema familiar di dalam penceritaannya: mulai dari kisah cinta segitiga, karakter-karakter berkekuatan magis, kisah hubungan keluarga hingga petualangan untuk mencari penyelesaian dari sebuah masalah. Sayangnya, dengan naskah dan pengarahan yang benar-benar datar, The Mortal Instruments: City of Bones seringkali terlihat sebagai sebuah tiruan murahan dari The Twilight Saga daripada sebagai sebuah seri awal franchise kisah fantasi yang mampu tampil lebih baik daripada seri film yang berhasil mempopulerkan nama Kristen Stewart dan Robert Pattinson tersebut.

Continue reading Review: The Mortal Instruments: City of Bones (2013)

Review: Dredd (2012)

Dredd bukanlah film pertama yang mengadaptasi kisah dari salah satu karakter komik buatan Inggris yang paling popular semenjak mulai diperkenalkan pada tahun 1977 ini. Hollywood sebelumnya pernah merilis Judge Dredd pada tahun 1995 dengan Sylvester Stallone, Diane Lane dan Max von Sydow sebagai bintang utamanya – walau film tersebut kemudian banyak mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film dunia. Proses produksi versi terbaru dari Dredd sendiri – yang bukan merupakan versi remake dari film pertama – telah dimulai semenjak tahun 2006 ketika naskah ceritanya mulai ditulis oleh Alex Garland (Never Let Me Go, 2010). Namun, proses produksi sebenarnya dari Dredd sendiri baru dimulai pada tahun 2010 ketika Pete Travis (Vantage Point, 2008) diumumkan akan duduk di kursi penyutradaraan hingga akhirnya proses pengambilan gambar dimulai pada akhir tahun itu juga.

Continue reading Review: Dredd (2012)