Tag Archives: Laurence Fishburne

Review: Ant-Man and the Wasp (2018)

Seperti ukuran tubuhnya, keberadaan Ant-Man (Peyton Reed, 2015) dalam semesta penceritaan film-film Marvel memang seringkali terasa seperti sajian selingan yang dihadirkan guna mengisi keberadaan waktu renggang. Tidak pernah benar-benar menjadi menu utama maupun ditempatkan pada garda terdepan barisan seri film Marvel Cinematic Universe. Beruntung, Reed – dengan bantuan naskah cerita apik yang digarap oleh Edgar Wright, Joe Cornish, Adam McKay, dan bintang utama film ini, Paul Rudd – mampu memberikan pengarahan yang begitu bertenaga. Pemberian fokus pada sisi komedi yang lebih besar jika dibandingkan dengan film-film Marvel Cinematic Universe lainnya juga menjadikan Ant-Man terasa sebagai sebuah sentuhan manis yang menyegarkan. Keikutsertaan karakter Scott Lang/Ant-Man (Rudd) dalam Captain America: Civil War (Anthony Russo, Joe Russo, 2016) juga kemudian semakin memantapkan posisi karakter pahlawan super berukuran mini tersebut dalam jajaran pahlawan super milik Marvel Studios – meskipun jelas masih berada cukup jauh untuk mencapai posisi yang ditempati karakter-karakter seperti Captain America, Iron Man, atau bahkan Thor dan Hulk. Continue reading Review: Ant-Man and the Wasp (2018)

Advertisements

Review: John Wick: Chapter 2 (2017)

Langsung melanjutkan kisah yang berakhir di John Wick, seusai membalaskan dendam atas kematian anjingnya sekaligus mencari tahu siapa yang mencuri mobil kesayangannya, John Wick (Keanu Reeves) didatangi oleh Santino D’Antonio (Riccardo Scamarcio). Mafia kejahatan asal Italia tersebut datang untuk meminta John Wick untuk membunuh adiknya sendiri, Giana (Claudia Gerini), agar dirinya dapat menggantikan posisi Giana sebagai pimpinan para kriminal. Walau awalnya menolak permintaan tersebut karena dirinya telah mengundurkan diri dari profesinya terdahulu sebagai seorang pembunuh bayaran, John Wick tidak mampu berbuat apa-apa ketika Santino D’Antonio mengingatkan bahwa dirinya masih terikat ikatan di masa lampau dengan kelompok kriminal yang dipimpin Santino D’Antonio. John Wick akhirnya melaksanakan tugas tesebut. Sial, pilihan John Wick untuk membunuh Giana D’Antonio lantas menjadikannya sebagai manusia buruan baru bagi kelompok kriminal pimpinan mafia kejahatan wanita tersebut. Sekali lagi, John Wick harus bertarung melawan puluhan orang untuk mempertahankan kehidupannya. Continue reading Review: John Wick: Chapter 2 (2017)

Review: Passengers (2016)

Diarahkan oleh Morten Tyldum (The Imitation Game, 2014) berdasarkan naskah cerita garapan Jon Spaihts (Prometheus, 2012), Passengers berkisah mengenai sebuah pesawat luar angkasa bernama Avalon yang sedang berada dalam perjalanan dari Bumi dengan membawa 5000 penumpang menuju planet Homestead II. Perjalanan tersebut akan  ditempuh dalam waktu 120 tahun dengan seluruh penumpang berada dalam kondisi tidur di sepanjang perjalanan dan baru akan dibangunkan ketika Avalon telah tiba di planet yang menjadi tujuannya. Sial, akibat sebuah malfungsi pada mesin tidur mereka, dua penumpang, seorang teknisi bernama Jim Preston (Chris Pratt) dan seorang penulis bernama Aurora Lane (Jennifer Lawrence), kemudian terbangun 90 tahun lebih cepat. Jelas hal tersebut membuat keduanya merasa kebingungan. Keduanya lantas berusaha untuk memperbaiki kerusakan mesin sehingga mereka dapat kembali berhibernasi. Seiring dengan berjalannya waktu, Jim dan Aurora mulai merasakan bahwa mereka saling jatuh hati antara satu dengan yang lain. Continue reading Review: Passengers (2016)

Review: Man of Steel (2013)

Man-of-Steel-header

Pertanyaan terbesar bagi kehadiran Man of Steel adalah jelas: Apakah keberadaan Christopher Nolan di belakang karakter pahlawan milik DC Comics ini mampu memanusiawikan karakter Superman seperti halnya yang pernah ia lakukan pada Batman melalui trilogi The Dark Knight (2005 – 2012)? Wellit worksat times. Bersama dengan penulis naskah David S. Goyer – yang juga merupakan penulis naskah dari trilogi The Dark Knight, Nolan mampu menyajikan sosok Kal-El/Clark Kent/Superman sebagai sosok yang membumi – meskipun Man of Steel dengan jelas menonjolkan sang pahlawan sebagai seorang yang asing di muka Bumi. Arahan sutradara Zack Snyder juga cukup berhasil membuat Man of Steel hadir sebagai sebuah presentasi film aksi yang mumpuni. Namun, dalam perjalanan untuk mengisahkan kembali masa lalu serta berbagai problema kepribadian yang dimiliki oleh Kal-El/Clark Kent/Superman tersebut, Man of Steel sayangnya hadir dengan karakter-karakter yang kurang tergali dengan baik, alur penceritaan yang terburu-buru serta – seperti kebanyakan film arahan Snyder lainnya, berusaha berbicara terlalu banyak namun gagal tereksekusi dengan baik.

Continue reading Review: Man of Steel (2013)

Review: Contagion (2011)

Adalah mudah untuk mendapatkan banyak bintang tenar untuk membintangi setiap film yang akan Anda produksi. Sepanjang Anda memiliki biaya produksi yang mencukupi, rasanya proses pemilihan aktor maupun aktris manapun yang Anda kehendaki tidak akan menemui masalah yang terlalu besar. Yang menjadi permasalahan, tentunya, adalah bagaimana Anda akan membagi dan memanfaatkan setiap talenta yang telah Anda dapatkan dalam jalan cerita film yang akan Anda produksi. Seperti yang telah dibuktikan oleh banyak film-film yang menampilkan jajaran pemeran yang terdiri dari nama-nama besar di Hollywood, kebanyakan dari talenta-talenta tersebut tampil kurang maksimal akibat minimnya karakterisasi dari peran yang harus mereka tampilkan. Pun begitu, jika Anda adalah Steven Soderbergh – yang telah mengumpulkan seluruh isi Hollywood dalam film-film seperti Traffic (2000) hingga The Ocean Trilogy (2001 – 2007) – Anda tahu bahwa Anda memiliki detil yang kuat untuk menampilkan setiap sisi terbaik dari kemampuan akting talenta pengisi film Anda.

Continue reading Review: Contagion (2011)