Tag Archives: Kuntilanak

Review: Kuntilanak 2 (2019)

Melanjutkan kesuksesan Kuntilanak (Rizal Mantovani, 2018) yang di sepanjang masa perilisannya tahun lalu berhasil mengumpulkan lebih dari satu juta penonton, Kuntilanak 2 kembali mempertemukan penonton dengan lima anak yatim piatu, Kresna (Andryan Bima), Dinda (Sandrinna Michelle Skornicki), Panji (Adlu Fahrezy), Miko (Ali Fikry), dan Ambar (Ciara Nadine Brosnan), yang dirawat oleh ibu asuh mereka, Donna (Nena Rosier), dalam petualangan baru mereka. Kali ini, Dinda dikisahkan dijemput oleh ibu kandungnya, Karmila (Karina Suwandi), yang dahulu menitipkan Dinda di panti asuhan namun kini meminta agar gadis kecil tersebut tinggal kembali bersamanya. Walau awalnya merasa curiga dengan kedatangan Karmila, Donna tetap memberikan izin pada Dinda untuk berangkat dan menemui Karmila di kediamannya. Ditemani oleh Julia (Susan Sameh), Edwin (Maxime Bouttier), dan anak-anak asuhan Donna lainnya sebagai bentuk perpisahan mereka, perjalanan Dinda untuk kembali ke rumah ibu kandungnya akhirnya dimulai. Kecurigaan Donna terbukti ketika perjalanan tersebut kemudian diwarnai berbagai kejadian aneh bernuansa mistis yang sepertinya berhubungan dengan kehidupan Dinda di masa lalu. Continue reading Review: Kuntilanak 2 (2019)

Review: Kuntilanak (2018)

First of allNope. Meskipun memiliki kesamaan judul dan sutradara (dan rumah produksi), versi terbaru dari Kuntilanak ini sama sekali tidak memiliki keterikatan cerita dengan trilogi Kuntilanak arahan Rizal Mantovani yang dibintangi Julie Estelle dan sempat begitu popular ketika dirilis pada tahun 2006, 2007, dan 2008. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Alim Sudio (Guru Ngaji, 2018), Kuntilanak versi terbaru ini bahkan memberikan perubahan yang cukup radikal dengan menempatkan lima karakter anak-anak sebagai karakter utama cerita serta memberikan sentuhan komedi dan petualangan pada berbagai sudut pengisahannya – meskipun masih tetap menggunakan beberapa formula lama seperti keberadaan cermin antik yang misterius serta tembang berbahasa Jawa berjudul Lingsir Wengi untuk mempertahankan aroma mistis di dalam jalan penceritaan. Pengembangan kisah tersebut sebenarnya dapat saja menjadikan Kuntilanak tampil sebagai horor yang berbeda dan terasa menyegarkan diantara belantara film horor Indonesia. Sayangnya, pengelolaan kisah dan pengarahan yang setengah matang lebih sering menjadikan film ini terasa kebingungan dalam bercerita daripada mampu tampil menjadi sebuah presentasi horor yang menarik. Continue reading Review: Kuntilanak (2018)