Tag Archives: Kristofer Hivju

Review: Fast and Furious 8 (2017)

Percaya atau tidak, seri perdana The Fast and the Furious arahan Rob Cohen yang dirilis tahun 2001 mendasarkan kisahnya pada sebuah artikel karya jurnalis Kenneth Li berjudul Racer X yang dirilis pada Mei 1998 di majalah Vibe. Artikel yang mengupas tentang sekelompok pembalap yang secara rutin melakukan aksinya di jalanan kota New Yok, Amerika Serikat tersebut kemudian memberikan landasan realitas penceritaan pada beberapa seri awal The Fast and the Furious. Namun, seiring dengan pertambahan sekuel sekaligus nilai komersial yang dihasilkannya, film-film dalam rangkaian penceritaan The Fast and the Furious lantas bergerak menjadi sebuah film yang menjunjung penuh deretan adegan aksi bombastis layaknya (bahkan terkadang melebihi) adegan-adegan aksi dalam film-film pahlawan super. Tentu saja, dengan minat penonton yang cenderung terus meningkat – khususnya setelah Fast and the Furious 7 (James Wan, 2015) yang membukukan kesuksesan komersial sebesar lebih dari US$1.5 milyar dari perilisannya di seluruh dunia – para produser seri film ini jelas akan terus bersiap untuk memuaskan setiap penggemar seri The Fast and the Furious dengan tampilan aksi yang semakin terlihat fantastis. Continue reading Review: Fast and Furious 8 (2017)

Advertisements

Review: After Earth (2013)

after-earth-header

First of alllet’s just be clear about one thing. Melihat bagaimana kualitas presentasi cerita beberapa film M. Night Shyamalan terakhir, rasanya tidak seorangpun yang harusnya masih menantikan Shyamalan kembali hadir dengan kualitas yang serupa seperti yang pernah ia hadirkan dahulu dalam The Sixth Sense (1999). On the other hand, rasanya adalah suatu hal yang jelas pula bahwa hingga saat ini, Shyamalan sama sekali belum pernah hadir dengan kualitas film yang benar-benar buruk. Baiklah, Lady in the Water (2006), The Happening (2008) maupun The Last Airbender (2010) mungkin sulit diterima banyak orang sebagai deretan karya yang menonjol karena jalan cerita yang cenderung datar, membosankan atau gagal tergarap dengan baik. Pun begitu, harus diakui, bahkan dalam filmnya yang dianggap memiliki kualitas terlemah, Shyamalan mampu menghadirkan alur cerita serta desain produksi yang masih sanggup memberikan filmnya beberapa poin keunggulan.

Continue reading Review: After Earth (2013)

Review: The Thing (2011)

Secara sekilas, The Thing dapat dilihat sebagai sebuah prekuel sekaligus remake dari film arahan John Carpenter berjudul sama – yang sendirinya juga merupakan sebuah remake dari film horor berjudul The Thing from Another World (1951) – dan sempat menuai cukup banyak pujian dari para kritikus film dunia ketika dirilis pada tahun 1982. Versi terbaru dari The Thing memang memberikan sebuah garisan cerita tambahan bagi kisah The Thing arahan Carpenter ketika di saat yang sama juga tetap menggunakan formula cerita yang dulu telah diterapkan Carpenter dalam filmnya. Bukan berarti rilisan teranyar dari The Thing adalah sebuah film yang jauh dari kesan inovatif. The Thing memang tetap setia dengan formula lamanya. Namun, di bawah arahan sutradara Matthijs van Heijningen Jr., The Thing masih dapat tampil dengan beberapa kejutan yang masih cukup mampu untuk menyenangkan para penggila film-film sejenis.

Continue reading Review: The Thing (2011)