Tag Archives: Kodi Smit-McPhee

Review: Deadpool 2 (2018)

Merupakan salah satu dari beberapa karakter milik Marvel Comics yang masih belum diikutsertakan dalam jalinan kisah Marvel Cinematic Universe, perilisan Deadpool (Tim Miller, 2016) jelas memberikan kejutan yang sangat menyenangkan baik bagi Marvel Studios maupun 20th Century Fox. Bagaimana tidak. Setelah melalui proses pengembangan yang telah berjalan hampir selama dua dekade dan terus dianggap sebagai sebuah proyek yang tidak terlalu diunggulkan, film yang dibuat dengan biaya produksi “hanya” sejumlah US$58 juta tersebut kemudian berhasil meraih kesuksesan komersial dengan raihan pendapatan sebesar lebih dari US$780 juta di sepanjang masa rilisnya sekaligus mendapatkan pujian luas dari para kritikus film dunia. Kesuksesan tersebut kini berusaha diulangi kembali lewat sekuelnya, Deadpool 2, yang menjanjikan formula pengisahan yang memiliki rating dewasa seperti film pendahulunya namun dengan porsi yang lebih dimaksimalkan lagi. Continue reading Review: Deadpool 2 (2018)

Advertisements

Review: ParaNorman (2012)

ParaNorman_header

Setelah sukses dengan Coraline (2009), yang selama masa rilisnya di seluruh dunia berhasil meraih total pendapatan sebesar lebih dari US$120 juta serta sebuah nominasi Best Animated Feature di ajang The 81st Annual Academy Awards, rumah produksi Laika kembali lagi dengan film animasi terbarunya, ParaNorman. Seperti halnya Coraline, ParaNorman juga adalah sebuah film animasi stop-motion bernuansa horor komedi yang memiliki latar belakang penceritaan yang cenderung kelam. Disutradarai oleh duo Sam Fell (Flushed Away, 2006) dan Chris Butler dengan naskah cerita yang ditulis oleh Butler, ParaNorman sekali lagi berhasil membuktikan kemampuan Laika untuk menghasilkan sebuah film animasi dengan tampilan visual serta jalan cerita yang kuat sekaligus mampu tampil menarik, baik pada penonton dewasa maupun para penonton muda.

Continue reading Review: ParaNorman (2012)

Review: Let Me In (2010)

Bisakah kita membicarakan Let Me In tanpa harus menyinggung maupun membandingkannya dengan Let the Right One In (2008)? Memang, film Swedia tersebut telah terlebih dahulu menerjemahkan novel karya John Ajvide Lindqvist yang berjudul sama ke layar lebar dengan sutradara Tomas Alfredson berhasil menjadikan Let the Right One In sebagai sebuah pencapaian film horor yang sangat mengagumkan. Namun apa yang dihasilkan sutradara Matt Reeves (Cloverfield, 2008) lewat Let Me In juga bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh. Bahkan, dalam beberapa aspek, Reeves berhasil menjadikan Let Me In sebagai sebuah film yang lebih superior dari film pendahulunya.

Continue reading Review: Let Me In (2010)

Review: The Road (2009)

The Road adalah sebuah film drama yang diadaptasi dari novel pemenang Pulitzer berjudul sama yang ditulis oleh Cormac McCarthy dan dirilis pada tahun 2006. Pada awalnya, film ini akan dirilis untuk bersaing di ajang Academy Awards pada tahun 2008. Namun, The Weinstein Company akhirnya memilih untuk menjagokan film Kate Winslet, The Reader, dan mendorong The Road untuk bersaing di Academy Awards tahun berikutnya.

Continue reading Review: The Road (2009)