Tag Archives: Kiran Shah

Review: Solo: A Star Wars Story (2018)

Dirilis setelah Rogue One: A Star Wars Story (Gareth Edwards, 2016) dan merupakan film kedua dalam seri film Star Wars Anthology yang dirancang The Walt Disney Company serta Lucasfilm Ltd. untuk mengisi senggang waktu dua tahun dari jarak perilisan tiap film utama Star Wars, Solo: A Star Wars Story menghadirkan pengisahan masa muda dari karakter Han Solo (Alden Ehrenreich) jauh sebelum dirinya terlibat dalam berbagai konflik yang digambarkan dalam Star Wars: Episode IV – A New Hope (George Lucas, 1977). Melalui film ini, penonton dapat mengenal bangunan kepribadian Han Solo dengan mengikuti momen-momen penting yang nantinya turut membantu karakter tersebut menjadi salah satu karakter ikonik di dunia perfilman: mulai dari momen ia mendapatkan nama Han Solo, perkenalannya dengan Chewbacca (Joonas Suotamo) dan Lando (Donald Glover) yang merupakan pemilik awal dari kapal angkasa Millennium Falcon, serta kisah romansanya dengan Qi’ra (Emilia Clarke) yang terbentuk sebelum ia bertemu dengan Princess Leia Organa.  Tentu saja, Solo: A Star Wars Story juga akan melibatkan Han Solo dalam serangkaian petualangan yang menuntutnya untuk tampil dalam adegan-adegan penuh aksi.

Continue reading Review: Solo: A Star Wars Story (2018)

Advertisements

Review: The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)

the-hobbit-header

Hampir satu dekade semenjak Peter Jackson merilis seri terakhir trilogi The Lord of the Rings, The Lord of the Rings: The Return of the King (2003), kini sutradara asal Selandia Baru tersebut bersiap untuk menggelar sebuah trilogi cerita lainnya dengan mengadaptasi novel The Hobbit yang menjadi prekuel dari seri The Lord of the Rings karya J. R. R. Tolkien. Benar… Jackson siap untuk membuat tiga film baru berdasarkan satu novel karya Tolkien. Rasa skeptis jelas akan membayangi banyak penonton atas keputusan Jackson tersebut. Apakah dunia membutuhkan sebuah perjalanan lain ke Middle Earth? Mampukah Jackson mengulangi daya tarik serta kesuksesan kualitas berkelas dari trilogi The Lord of the Rings (2001 – 2003)? Apakah The Hobbit hanyalah sebuah proyek yang bertujuan komersial belaka? Dan sayangnya, dengan apa yang disajikan Jackson pada seri pertama The Hobbit, The Hobbit: An Unexpected Journey, rasa skeptis tersebut sepertinya tidak akan begitu cepat menghilang dari benak banyak orang.

Continue reading Review: The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)