Tag Archives: Kevin Julio

Review: Sweet 20 (2017)

Diarahkan oleh Ody C. Harahap (Kapan Kawin?, 2015), Sweet 20 berkisah tentang kehidupan seorang nenek berusia 70 tahun, Fatmawati (Niniek L. Kariem), yang berubah drastis setelah dirinya secara magis bertransformasi menjadi seorang gadis berusia 20 tahun. Untuk menutupi identitasnya, Fatmawati lantas menggunakan nama Mieke (Tatjana Saphira) sesuai dengan nama artis idolanya, Mieke Wijaya. Dengan identitas barunya tersebut, Mieke merasa mendapatkan kesempatan sekali lagi untuk meraih berbagai mimpi terdahulunya yang belum sempat ia wujudkan. Di saat yang bersamaan, dengan penampilan, sikap dan bakatnya yang bersinar, Mieke berhasil menarik perhatian dua orang pemuda, Juna (Kevin Julio) dan Alan (Morgan Oey), sekaligus membuat sahabatnya, Hamzah (Slamet Rahardjo), yang sedari dulu telah meyimpan perasaan suka pada dirinya kembali jatuh hati kepada dirinya. Continue reading Review: Sweet 20 (2017)

Advertisements

Review: Bangun Lagi Dong Lupus (2013)

bangun-lagi-dong-lupus-header

Dengan kisah yang diperkenalkan pertama kali sebagai cerpen sisipan di majalah Hai pada pertengahan tahun 1980an sebelum akhirnya dirilis sebagai sebuah novel dengan judul Tangkaplah Daku Kau Kujitak karangan Hilman Hariwijaya pada tahun 1986, karakter Lupus kemudian tumbuh menjadi salah satu karakter ikonik di kebudayaan pop remaja Indonesia, bersanding dengan karakter-karakter lain seperti Boy dan Olga. Dalam perjalanannya, kisah petualangan Lupus – yang digambarkan sebagai sosok pemuda dengan berbagai tingkah laku yang konyol, tengil, gemar mengkonsumsi permen karet namun tetap merupakan sosok yang taat beragama dan patuh terhadap berbagai aturan sosial – kemudian dilanjutkan dalam deretan seri novel yang masih berlangsung hingga saat ini, lima seri film serta beberapa serial televisi yang tetap mempertahankan popularitas karakter Lupus meskipun telah melampaui beberapa generasi.

Continue reading Review: Bangun Lagi Dong Lupus (2013)

Review: Perahu Kertas 2 (2012)

Membagi sebuah penceritaan film menjadi dua bagian jelas bukanlah sebuah hal yang baru di industri film dunia. Beberapa franchise besar yang mendasarkan kisahnya dari sebuah novel – seperti Harry Potter, The Twilight Saga sampai The Hobbit – telah (atau dalam kasus The Hobbit, akan) melakukannya dengan dasar alasan bahwa agar seluruh detil dan konflik yang ada di dalam jalan cerita dapat ditampilkan dengan baik. Tentu saja, mereka yang skeptis akan berpendapat bahwa keputusan tersebut diambil tidak lebih hanyalah karena alasan komersial belaka – dibuat agar rumah produksi dapat meraih keuntungan dua kali lebih besar dari satu material cerita yang sama. Well… beberapa pendapat skeptis tersebut mungkin saja benar. Namun, bagaimanapun, ketika berada di tangan sutradara yang tepat, sebuah material cerita yang memang sengaja diperpanjang akan setidaknya mampu tetap memberikan kenikmatan tersendiri bagi penonton untuk menyaksikannya.

Continue reading Review: Perahu Kertas 2 (2012)