Tag Archives: Katie Featherston

Review: Paranormal Activity: The Marked Ones (2014)

Paranormal Activity: The Marked Ones (Paramount Pictures/Blumhouse Productions/Room 101/Solana Films, 2014)
Paranormal Activity: The Marked Ones (Paramount Pictures/Blumhouse Productions/Room 101/Solana Films, 2014)

Because this is Hollywood, and if something kind of works, they’ll just keep doing it until everybody hates it!”

Kutipan tersebut berasal dari Tina Fey yang menyinggung mengenai dirinya dan Amy Poehler yang kembali diundang oleh Hollywood Foreign Press Association untuk kembali membawakan ajang penghargaan Golden Globes beberapa waktu yang lalu. And it’s fucking true! Hollywood, saudara-saudara, tidak akan berhenti mengeksploitasi sebuah produk jika produk tersebut masih terus digemari (baca: digilai) oleh para konsumennya. They’re all about the money after all. Mungkin hal tersebut adalah satu-satunya alasan rasional yang dapat menjelaskan keberadaan setiap seri terbaru dari franchise Paranormal Activity (2009 – 2012). Para kritikus film dunia jelas telah merasa kelelahan dengan formula horor yang terus menerus diulang di setiap seri franchise ini. Pun begitu, apa mau dikata, penonton sepertinya terus saja rela menghabiskan uang dan waktu mereka untuk mendapatkan sensasi ketakutan yang sama dari setiap seri Paranormal Activity.

Continue reading Review: Paranormal Activity: The Marked Ones (2014)

Review: Paranormal Activity 4 (2012)

Jadi… apa yang dapat ditawarkan oleh Paranormal Activity pada seri keempatnya kali ini? Well… maaf untuk mengecewakan Anda. Tapi layaknya Paranormal Activity 2 (2010) yang secara jelas-jelas hanya mendaur ulang plot cerita seri orisinal dari franchise film ini, Paranormal Activity 4 juga terlihat bermain aman dengan melanjutkan penceritaan yang terputus dari seri keduanya, namun menggunakan berbagai trik cerita yang sebelumnya telah digunakan pada Paranormal Activity 3 (2011), yang hingga saat ini masih menjadi seri terbaik dari franchise film Paranormal Activity. Familiar, dan cenderung terlalu datar bagi kebanyakan penikmat film horor, namun Paranormal Activity 4 masih menyimpan beberapa kejutan yang setidaknya masih akan mampu membuat beberapa penggemarnya menantikan perilisan sekuel film ini di masa yang akan datang.

Continue reading Review: Paranormal Activity 4 (2012)

Review: Paranormal Activity 3 (2011)

Mereka yang menyukai Paranormal Activity – sebuah film horor yang dirilis pada tahun 2007 dan membuktikan bahwa dengan bujet pembuatan, naskah dan latar belakang lokasi cerita yang minimal, Anda masih dapat menghasilkan sebuah kengerian dan keuntungan komersial yang maksimal – pada umumnya setuju bahwa sekuel film tersebut, Paranormal Activity 2 (2010), adalah sebuah sekuel yang malas, jauh dari kesan inovatif dan sama sekali gagal dalam menyamai kengerian yang mampu ditunjukkan film perdananya terdahulu. Wajar jika kemudian banyak pihak yang menilai keberadaan Paranormal Activity 3 tak lebih hanyalah sebagai sebuah mesin pengeruk keuntungan komersial bagi studio yang merilis film ini. Well… Anda memang tidak dapat menyangkal kebenaran pendapat tersebut. Namun dengan pengarahan yang kini berada di tangan Henry Joost dan Ariel Schulman (Catfish, 2010), Paranormal Activity 3 mampu tampil lebih segar dan, secara mengejutkan, tampil lebih baik dari dua seri film ini sebelumnya.

Continue reading Review: Paranormal Activity 3 (2011)

Review: Paranormal Activity 2 (2010)

Di tahun 2009, dengan strategi pemasaran yang sangat cerdas, Paramount berhasil memperoleh keuntungan yang sangat besar dengan perilisan Paranormal Activity. Film yang dibuat dengan bujet sebesar US$15.000 tersebut, berhasil memperoleh pendapatan hampir sebesar US$200 juta dari peredarannya di seluruh dunia. Seperti halnya produsen film lainnya, Paramount tentu saja tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengulangi sukses yang sama begitu saja. Hasilnya… seri kedua Paranormal Activity pun dirilis dengan menawarkan premis yang kurang lebih tidak berbeda dari seri sebelumnya.

Continue reading Review: Paranormal Activity 2 (2010)