Tag Archives: Jon Favreau

Review: Spider-Man: Homecoming (2017)

Spider-Man: Homecoming adalah usaha terbaru dari Columbia Pictures untuk memberikan penyegaran (sekaligus mempertahankan) seri film Spider-Man dalam daftar rilisan rumah produksi tersebut. Hal ini bukanlah kali pertama Columbia Pictures melakukannya. Dalam rentang waktu tahun 2012 hingga 2014, rumah produksi milik Sony Pictures Entertainment tersebut merilis dwilogi The Amazing Spider-Man garapan Marc Webb yang dimaksudkan sebagai reboot bagi trilogi Spider-Man arahan Sam Raimi yang berhasil meraih sukses besar ketika dirilis dari tahun 2002 hingga 2007. Sayangnya, baik The Amazing Spider-Man maupun The Amazing Spider-Man 2 gagal untuk meraih kesuksesan yang sama besarnya dengan trilogi Spider-Man milik Raimi. Belajar dari “kesalahan” tersebut, Columbia Pictures lantas memilih untuk turut melibatkan langsung Marvel Studios dalam pembuatan Spider-Man: Homecoming – sebuah kerjasama yang dimulai dengan kehadiran sang manusia laba-laba pada Captain America: Civil War (Anthony Russo, Joe Russo, 2016). Penampilan singkat Spider-Man dalam Captain America: Civil War memang berhasil mencuri perhatian tapi apakah keberadaan Marvel Studios mampu memberikan dorongan positif bagi performa Spider-Man dalam film tunggalnya? Continue reading Review: Spider-Man: Homecoming (2017)

Advertisements

Review: Entourage (2015)

entourage-posterEmpat tahun setelah masa tayangnya berakhir di saluran televisi kabel HBO, kreator serial televisi Entourage, Doug Ellin, akhirnya membawa kisah persahabatan antara lima orang pria dalam usaha mereka untuk bertahan dalam kerasnya kehidupan serta persaingan di Hollywood ke layar lebar. Kembali bekerjasama dengan Mark Wahlberg dan Stephen Levinson yang turut memproduseri serial televisi yang sempat tayang selama delapan musim tersebut, Ellin menyajikan Entourage dalam formula penceritaan familiar yang jelas akan sangat mampu mengobati kerinduan para penggemar kepada kelima karakter utama dalam serial televisi tersebut. Apakah hal tersebut berarti bahwa versi film dari Entourage akan mengalienasi mereka yang sama sekali belum familiar dengan serial pemenang Emmy Awards tersebut? Tidak. Ellin cukup cerdas untuk merangkai naskah cerita Entourage untuk menjadi sebuah kisah intrik dunia perfilman Hollywood yang mampu bercerita dalam skala yang cukup luas.

Versi film dari Entourage sendiri memulai kisahnya ketika aktor Vincent Chase (Adrian Grenier) memutuskan untuk bercerai dari istri yang baru saja dinikahinya selama sembilan hari. Momen tersebut dimanfaatkan Vincent untuk melakukan beberapa perubahan dalam kehidupannya – termasuk ingin mencoba beberapa hal baru dalam karirnya sebagai seorang aktor Hollywood. Vincent lantas menghubungi sahabat sekaligus mantan agennya, Ari Gold (Jeremy Piven), yang kini telah menjabat sebagai seorang pimpinan sebuah rumah produksi. Ari lantas menawarkan Vincent sebuah peran dalam film berjudul Hyde yang akan menjadi film perdana yang ia produksi. Vincent menerima tawaran tersebut… namun dengan sebuah persyaratan: ia setuju untuk tampil jika Ari juga membiarkannya menjadi sutradara film tersebut. Walau awalnya ragu, dan dibayang-bayangi konflik dengan pemegang saham lain yang menilai Vincent belum layak untuk menjadi seorang sutradara, Ari akhirnya setuju akan persyaratan yang diberikan sahabatnya tersebut. Karir baru Vincent Chase sebagai seorang sutradara akhirnya dimulai.

Tidak ada yang begitu istimewa dalam jalan cerita Entourage. Mereka yang merupakan penggemar setia serial televisi tersebut atau gemar dengan film-film satir tentang kehidupan selebritis Hollywood jelas akan menemukan bahwa film ini hadir dengan kualitas penceritaan yang seadanya. Namun bukan berarti naskah cerita garapan Ellin berkualitas buruk. Ellin masih mampu merangkai kisah familiar tersebut dengan konflik-konflik pendukung tentang persahabatan dan kehidupan pribadi masing-masing karakter utama dalam Entourage dengan cukup hangat. Untuk mereka yang masih belum familiar dengan Vincent Chase, Ari Gold, Johnny “Drama” Chase, Eric Murphy maupun Turtle, Ellin secara cerdas menghadirkan sebuah dokumenter singkat tentang masing-masing karakter yang akan membuat mereka yang masih asing dengan Entourage menjadi setidaknya cukup mengenal karakter kelima sahabat tersebut.

Seperti serial televisinya, kekuatan utama Entourage berada pada kemampuannya untuk merayakan kebesaran maupun kemewahan kehidupan Hollywood sekaligus memberikannya sebuah sindiran tajam di saat yang bersamaan. Ellin berhasil mengisi jalan cerita Entourage dengan dialog-dialog yang berisi banyak referensi mengenai kultur pop modern – sekaligus menghadirkan banyak kameo dari wajah-wajah familiar Hollywood mulai dari Armie Hammer, Mark Wahlberg, Jessica Alba, Emily Ratajkowski hingga Thierry Henry, Calvin Harris dan James Cameron. Kisah perjuangan karakter Vincent Chase dan Ari Gold dalam memperjuangkan film yang mereka produksi juga mampu digarap dengan baik meskipun terkadang hadir dengan eksekusi ritme cerita yang terlalu lamban. Ellin juga berbaik hati untuk membagi porsi penceritaan terhadap masing-masing karakter utama film sehingga tidak hanya berfokus pada karakter Vincent Chase. Meskipun tidak seluruhnya hadir dengan penyajian yang menarik namun tetap berhasil menghadirkan warna kisah persahabatan yang solid pada kualitas jalan cerita film secara keseluruhan.

Entourage jelas juga terbantu dengan performa para pemerannya yang tampil dengan penampilan yang prima dan chemistry yang (masih cukup) hangat tercipta diantara mereka. Grenier dan Piven bersama dengan Kevin Connolly, Kevin Dillon dan Jerry Ferrara tampil masih dengan keakraban yang sama seperti yang tersaji dalam serial televisi mereka terdahulu. Namun, kejutan utama dari Entourage jelas datang dari Haley Joel Osment. Yep. Masih ingat dengan bocah dalam The Sixth Sense (M. Night Shyamalan, 1999)? Osment yang kini telah berusia 27 tahun tampil sebagai seorang anak investor film yang arogan dan dia mampu mengeksekusi setiap adegan karakternya dengan sangat baik. Sangat mampu mencuri perhatian. Pemeran pendukung lain juga tampil dalam kualitas yang tidak mengecewakan dan jelas akan mendukung kualitas Entourage sebagai sebuah satir Hollywood yang benar-benar mampu menghibur penontonnya. [B-]

Entourage (2015)

Directed by Doug Ellin Produced by Doug Ellin, Stephen Levinson, Mark Wahlberg Written by Doug Ellin (screenplay), Doug Ellin, Rob Weiss (story) Starring Adrian Grenier, Kevin Connolly, Kevin Dillon, Jerry Ferrara, Jeremy Piven, Perrey Reeves, Rex Lee, Debi Mazar, Constance Zimmer, Billy Bob Thornton, Haley Joel Osment, Emmanuelle Chriqui, Scott Mescudi, Rhys Coiro, Nora Dunn, Alan Dale, Martin Landau, James Cameron, Nina Agdal, Jessica Alba, David Arquette, Shayna Baszler, Tom Brady, Warren Buffett, Gary Busey, Andrew Dice Clay, Linda Cohn, Tameka Cottle, Common, Mark Cuban, Baron Davis, Jessamyn Duke, Julian Edelman, David Faustino, Jon Favreau, Kelsey Grammer, Jim Gray, Rob Gronkowski, Armie Hammer, Calvin Harris, Thierry Henry, Terrence J., Cynthia Kirchner, Matt Lauer, Greg Louganis, Chad Lowe, Clay Matthews III, Maria Menounos, Alyssa Miller, Piers Morgan, Liam Neeson, Ed O’Neill, Emily Ratajkowski, Mike Richards, Stevan Ridley, Ronda Rousey, Bob Saget, Saigon, Richard Schiff, David Spade, George Takei, T.I., Steve Tisch, Mike Tyson, Mark Wahlberg, Pharrell Williams, Russell Wilson, Judy Greer Cinematography Steven Fierberg Editing by Jeff Groth Studio HBO/Closest to the Hole Productions/Leverage Entertainment Running time 104 minutes Country United States Language English

Review: Iron Man 3 (2013)

iron-man-3-header

Sowhat’s next for Marvel Studios after the huge success of that little movie called The Avengers (2012)? It’s the return of the Iron Man, apparently. Dan di bagian ketiga penceritaannya – yang masih dibintangi oleh Robert Downey, Jr., Gwyneth Paltrow dan Don Cheadle namun kini disutradarai oleh Shane Black (Kiss Kiss Bang Bang, 2005) yang menggantikan posisi Jon Favreau, Iron Man terkesan menyerap secara seksama pola penceritaan yang diterapkan Joss Whedon dalam The Avengers yakni dengan memasukkan lebih banyak unsur komedi ke dalam jalan penceritaannya. Hasilnya mungkin akan menghasilkan pendapat yang beragam dari banyak penggemar franchise ini. But then again… jelas sama sekali tidak ada salahnya untuk mengambil rute penceritaan yang berbeda ketika Anda sedang menangani sebuah tema yang telah begitu familiar. Khususnya ketika Anda mampu menanganinya dengan baik dan berhasil muncul dengan sebuah presentasi cerita yang benar-benar cerdas dan menghibur.

Continue reading Review: Iron Man 3 (2013)

Review: Identity Thief (2013)

Identity-Thief-header

Sesungguhnya… Jason Bateman dan Melissa McCarthy adalah dua komedian Hollywood yang sepertinya selalu mampu untuk memberikan performa terbaik dalam setiap penampilan mereka. Sayangnya, performa sebaik apapun yang berusaha dihadirkan keduanya kemungkinan besar tidak akan dapat meningkatkan kualitas Identity Thief lebih jauh lagi. Permasalahan terbesar dalam film ini terletak pada naskah cerita arahan Craig Mazin (The Hangover Part II, 2011). Mazin terkesan hanya memanfaatkan pola penceritaan mengenai perjalanan yang dilakukan oleh dua karakter yang saling bertolak belakang untuk kemudian menghadirkan deretan guyonan dewasa tanpa pernah benar-benar berhasil mengelolanya dengan baik. Hasilnya, daripada menghasilkan sebuah sajian komedi yang kuat, Identity Thief justru menjelma menjadi sebuah presentasi komedi yang kasar dan gagal untuk tampil menghibur.

Continue reading Review: Identity Thief (2013)

Review: John Carter (2012)

Ekspektasi jelas akan menjulang begitu tinggi bagi John Carter. Bukan hanya karena naskah cerita film aksi bernuansa science fiction ini diangkat dari bagian awal dari sebelas seri novel legendaris Barsoom karya Edgar Rice Burroughs, John Carter juga menjadi debut penyutradaraan film live action bagi pemenang dua Academy Awards, Andrew Stanton, yang mungkin lebih dikenal luas sebagai salah satu punggawa studio animasi Pixar Animation Studios dan otak dibalik kesuksesan luar biasa Finding Nemo (2003) dan WALL•E (2008). Dalam beberapa kesempatan, Stanton sempat mengungkapkan bahwa John Carter adalah proyek ambisius personalnya yang semenjak lama ingin ia wujudkan – sebuah hasrat yang akan dapat dirasakan penonton secara jelas dalam ritme penceritaan John Carter yang berjalan sepanjang 132 menit.

Continue reading Review: John Carter (2012)

Review: Iron Man 2 (2010)

Baiklah… mari sama-sama mengucapkan selamat datang kepada musim panas. Musim dimana Hollywood akan berusaha mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk menarik minat para pecinta film dunia untuk datang memenuhi bioskop-bioskop terdekat dengan merilis berbagai film-film blockbuster. Tahun ini, Hollywood resmi menyambut datangnya musim panas dengan merilis salah satu sekuel paling ditunggu tahun ini, Iron Man 2.

Continue reading Review: Iron Man 2 (2010)