Tag Archives: Johnathon Schaech

Review: 7500 (2014)

7500-posterDiarahkan oleh Takashi Shimizu – yang akan selalu dikenal berkat kesuksesannya dalam menggarap film horor Jepang Ju-On (2002) sekaligus remake Hollywood-nya, The Grudge (2004), 7500 memiliki konsep penceritaan yang cukup menarik. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Craig Rosenberg – yang sebelumnya pernah menangani naskah The Uninvited (2009) yang merupakan remake dari film horor asal Korea Selatan, A Tale of Two Sisters (2003), 7500 mengisahkan mengenai sekelompok penumpang pesawat Vista Pacific dengan nomor penerbangan 7500 yang mengalami berbagai kejadian mistis di sepanjang perjalanan udara mereka dari Los Angeles, Amerika Serikat menuju Tokyo, Jepang. Tentu saja, sebagaimana layaknya banyak film yang menempatkan lokasi cerita mereka di atas sebuah pesawat, 7500 menawarkan kisah kengerian yang terhampar dalam ruang yang begitu terbatas. Premis tersebut sebenarnya terbangun cukup baik di awal penceritaan film. Namun, seiring dengan perjalanan durasinya, 7500 terasa kehilangan arah dan gagal untuk hadir dengan jalinan cerita yang benar-benar mampu mengikat perhatian penontonnya.

Shimizu memulai perjalanan 7500 dengan mengenalkan deretan karakter yang nantinya akan memegang peranan penting dalam mengalirnya alur pengisahan film. Meskipun menyajikan karakter-karakter dalam jumlah yang tidak sedikit, naskah cerita Rosenberg mampu memberikan ruang yang cukup layak bagi masing-masing karakter untuk mendapatkan porsi penceritaan konflik mereka yang kemudian memberikan keragaman warna pada jalan cerita 7500 secara keseluruhan. Porsi yang minimalis bagi setiap karakter namun tetap memiliki pengaruh yang kuat. Hadirnya konflik utama yang kemudian menyatukan karakter-karakter tersebut dalam satu ikatan kisah kemudian semakin membuat penceritaan 7500 terasa dinamis. Rosenberg berhasil membangun intensitas sekaligus kemisteriusan cerita yang menarik sementara Shimizu mampu mengeksekusinya secara perlahan namun efektif memberikan ketegangan bagi para penonton.

Sayang, 7500 kemudian mulai menemui rintangan penceritaan ketika masing-masing karakter harus menghadapi konflik yang sama. Dimulai pada pertengahan paruh kedua penceritaan, 7500 yang awalnya terasa menarik dengan rangkaian misterinya kemudian mulai terasa menggelikan ketika Rosenberg terasa melemparkan begitu saja bergitu banyak petunjuk-petunjuk misteri tanpa pernah mampu untuk benar-benar mengolahnya dengan baik. Usaha untuk memberikan sebuah “nilai moral” dalam jalan cerita 7500 juga sedikit banyak terasa menghilangkan begitu saja unsur kesenangan bagi cerita misteri ini. 7500 kemudian tenggelam dalam eksekusi penyelesaian konflik yang dangkal dan gagal untuk mengembangkan secara lebih mendalam bibit-bibit misteri yang sebenarnya telah tertanam dan terawat dengan baik pada awal penceritaannya.

Jika jalan cerita film ini tampil tidak konsisten dalam kualitas pengisahannya, maka jajaran pengisi departemen akting film tampil hampir tanpa cela di sepanjang 97 menit durasi penceritaan 7500. Dengan porsi peran yang merata satu sama lain, masing-masing pemeran berhasil memberikan kesan yang berarti bagi karakter yang mereka hadirkan dalam jalan penceritaan. Shimizu juga berhasil mendapatkan kualitas terbaik dalam sajian teknikal film. Sinematografer David Tattersall mampu menyajikan gambar-gambar bernuansa klaustrofobik yang akan memberikan atmosfer kuat dalam penyajian cerita yang berada dalam ruang yang benar-benar terbatas dan sempit. Begitu pula dengan tata musik arahan Tyler Bates yang seringkali berhasil menambah ketegangan perjalanan film ini.

Jelas bukan sebuah sajian yang sempurna. Namun 7500 harus diakui mampu dikemas dengan cukup baik untuk memberikan beberapa ketegangan dan kesenangan, khususnya bagi para pecinta film-film sejenis. [C-]

7500 (2014)

Directed by Takashi Shimizu Produced by Takashige Ichise, Roy Lee Written by Craig Rosenberg Starring Aja Evans, Ben Sharples, Ryan Kwanten, Amy Smart, Alex Frost, Rick Kelly, Christian Serratos, Jerry Ferrara, Nicky Whelan, Scout Taylor-Compton, Leslie Bibb, Jamie Chung, Johnathon Schaech Music by Tyler Bates Cinematography David Tattersall Edited by Sean Valla Production company CBS Films/Vertigo Entertainment/Ozla Pictures/Ozla Productions Running time 97 minutes Country United States Language English

Review: The Legend of Hercules (2014)

The Legend of Hercules (Millennium Films, 2014)
The Legend of Hercules (Millennium Films, 2014)

Merasa tidak familiar dengan nama sutradara Renny Harlin? Cukup wajar. Meskipun pernah menghasilkan film-film peraih sukses komersial besar seperti Die Hard 2 (1990) dan Cliffhanger (1993), nama Harlin secara perlahan mulai tenggelam setelah film Cutthroat Island (1995) yang ia arahkan gagal meraih kesuksesan ketika dirilis di pasaran dan bahkan sempat meraih gelar sebagai film dengan kegagalan komersial terbesar sepanjang masa. Harlin sendiri bukannya berhenti menjadi seorang sutradara setelah kegagalan tersebut. Ia masih aktif mengarahkan banyak film layar lebar seperti Deep Blue Sea (1999), The Covenant (2006) dan 12 Rounds (2009) serta beberapa episode serial televisi popular seperti Burn Notice, White Collar dan Covert Affairs meskipun tak satupun diantara kerja kerasnya tersebut mampu mengkatrol kembali nama besarnya di industri film Hollywood.

Continue reading Review: The Legend of Hercules (2014)

Review: Takers (2010)

Tidak banyak sebenarnya yang dapat ditawarkan oleh Takers. Tentu saja, sebagai sebuah film yang menawarkan cerita mengenai sekelompok perampok bank profesional, Takers masih sempat menawarkan beberapa adegan action yang dibumbui dengan beberapa adegan ledakan yang mungkin cukup untuk memacu adrenalin beberapa penontonnya. Namun hanya hal itulah yang dapat ditawarkan oleh film yang menjadi karya kedua sutradara John Luessenhop setelah Lockdown (2000) ini. Tidak lebih.

Continue reading Review: Takers (2010)