Tag Archives: John Malkovich

Review: Mile 22 (2018)

Setelah Lone Survivor (2013), Deepwater Horizon (2016), dan Patriots Day (2016), sutradara Peter Berg dan aktor Mark Wahlberg kembali bekerjasama lewat drama aksi, Mile 22. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Lea Carpenter, Mile 22 berkisah mengenai sekelompok agen rahasia Central Intelligence Agency pimpinan James Silva (Wahlberg) yang berusaha untuk membawa seorang mantan anggota pasukan khusus asal Indonesia, Li Noor (Iko Uwais), keluar dari negaranya guna menghindar dari serangan sekelompok orang yang tidak menginginkan informasi yang dimiliki Li Noor jatuh ke tangan orang lain. Bukan sebuah usaha yang mudah. Dalam perjalanan sejauh 22 mil yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi dimana sebuah pesawat telah disiapkan untuk menjemput mereka, James Silva dan Li Noor dipaksa menghadapi gabungan polisi-polisi korup dan gembong penjahat kelas berat yang telah disiapkan untuk mencegah Li Noor mendapatkan kebebasannya. Continue reading Review: Mile 22 (2018)

Advertisements

Review: RED 2 (2013)

red-2-header

Meskipun kursi penyutradaraan kini telah beralih dari Robert Schwentke ke Dean Parisot (Fun with Dick and Jane, 2005), RED 2 sama sekali tidak menawarkan perubahan yang berarti dalam kualitas presentasinya – sama sekali tidak bertambah baik dan juga, untungnya, tidak mengalami penurunan kualitas yang berarti. Mereka yang menikmati perpaduan aksi dan komedi yang ditawarkan di film pertama kemungkinan besar akan tetap dapat menikmati apa yang disajikan oleh RED 2. Hal tersebut bukan berarti film ini hadir tanpa masalah. Duo penulis naskah, Jon dan Erich Hoeber, sepertinya sama sekali tidak berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang baru dalam jalan penceritaan yang mereka tulis. Hasilnya, walaupun jelas adalah sangat menyenangkan untuk menyaksikan banyak nama-nama besar Hollywood mencoba untuk saling membunuh satu sama lain, namun RED 2 seringkali terasa terlalu familiar untuk dapat menghasilkan daya tarik yang lebih kuat bagi penontonnya.

Continue reading Review: RED 2 (2013)

Review: Warm Bodies (2013)

warm_bodies_header

Setelah petualangan The Twilight Saga (2008 – 2012) resmi berakhir – yang diiringi dengan keriuhan nafas lega dari banyak orang – Hollywood sepertinya masih mencoba untuk mencari ladang uang pengganti dari franchise yang telah menghasilkan pendapatan lebih dari US$3 milyar dari seluruh dunia selama masa perilisannya tersebut. WellWarm Bodies mungkin akan menjadi salah satu kontender tepat untuk menggantikan posisi The Twilight Saga. Tidak hanya memiliki formula yang hampir serupa – namun mengganti posisi vampir dengan zombie, Warm Bodies juga memulai perjalanannya dengan sentuhan tepat dari Jonathan Levine (50/50, 2011) yang mampu memberikan film ini kehangatan kisah percintaan komedi romantis klasik namun tetap mampu tampil cerdas sehingga akan berhasil dinikmati oleh penonton dalam jangkauan yang lebih luas.

Continue reading Review: Warm Bodies (2013)

Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)

Adalah sebuah pengetahuan umum bagi setiap pecinta film di dunia bahwa Michael Bay adalah seorang sutradara yang sangat handal ketika ia menghantarkan sebuah film yang disertai dengan begitu banyak adegan ledakan yang memerlukan tingkat pengarahan special effect yang tinggi. Namun, merupakan rahasia umum pula bahwa dalam setiap film-film yang diarahkan oleh Bay, tidak seorangpun seharusnya mengharapkan adanya pengembangan karakter yang jelas, kontinuitas jalan cerita yang terjaga maupun aliran emosi yang akan mampu membuat penonton peduli dengan apa yang terjadi pada setiap karakter di film yang mereka tonton. Transformers: Dark of the Moon sepertinya menjadi sebuah pembuktian kembali atas kenyataan tersebut.

Continue reading Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)

Review: Secretariat (2010)

Secretariat adalah sebuah film bertemakan olahraga, yang seperti halnya The Blind Side (2009) atau The Fighter (2010), berisikan jalan cerita mengenai perjuangan menuju sebuah kesuksesan yang begitu mudah ditebak oleh setiap penontonnya. Memang, diantara banyak genre film lainnya, film-film bertema olahraga adalah genre yang paling sedikit memberikan variasi di dalam jalan ceritanya. Namun, letak keunggulan film-film bertemakan olahraga bukanlah pada betapa kreatifnya naskah cerita yang dihadirkan. Bagaimana para produser film-film olahraga tersebut dalam mengantarkan jalan cerita yang telah begitu familiar menjadi sebuah kisah yang inspiratif dan menyentuh hati setiap penontonnya adalah letak kelebihan setiap film-film tersebut. Dan dalam hal ini, Secretariat dapat ditempatkan pada posisi sebagai salah satu yang terbaik diantaranya.

Continue reading Review: Secretariat (2010)

Review: Red (2010)

Sebagai sebuah film yang diadaptasi dari sebuah komik, Red cukup mampu menawarkan sebuah daya tarik yang cukup kuat lewat barisan pemerannya yang terdiri dari para aktor dan aktris senior Hollywood. Nama-nama seperti Bruce Willis, Morgan Freeman dan John Malkovich sepertinya akan menjadi sebuah perpaduan yang unik untuk disatukan dalam sebuah film yang menggunakan action comedy sebagai garis besar haluan naskah ceritanya. Ditambah lagi dengan kehadiran Helen Mirren yang tak pernah mengecewakan, Red jelas menawarkan sebuah paket hiburan yang tidak mudah untuk ditolak.

Continue reading Review: Red (2010)