Tag Archives: John Cho

Review: Wish Dragon (2021)

Merupakan film kedua garapan Sony Pictures Animation yang ditayangkan di Netflix pada tahun ini setelah The Mitchells vs. the Machine (Mike Rianda, 2021), Wish Dragon adalah sebuah film animasi yang memiliki alur penceritaan yang mungkin akan mengingatkan penontonnya pada animasi klasik milik Walt Disney Pictures, Aladdin (John Musker, Ron Clements, 1992). Filmnya bercerita tentang Din Song (Jimmy Wong), seorang pemuda yang berasal dari kelas menengah yang bermimpi untuk kembali bertemu dengan teman masa kecilnya, Li Na Wang (Natasha Liu Bordizzo), yang karena kesuksesan sang ayah, Mr. Wang (Will Yun Lee), kini telah hidup sebagai keluarga berada nan kaya raya. Suatu hari, Din Song mendapatkan sebuah teko teh dari seorang pria tua (Ronny Chieng) yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang dewa. Awalnya, Din Song mengacuhkan teko teh yang diterimanya tersebut. Namun, ketika sesosok naga bernama Long (John Cho) keluar dari teko teh tersebut dan bersedia untuk mengabulkan tiga permintaannya, Din Song dengan segera tahu apa yang ingin diwujudkannya. Continue reading Review: Wish Dragon (2021)

Review: The Grudge (2020)

Seperti tiga film pendahulunya, The Grudge (Takashi Shimizu, 2004), The Grudge 2 (Shimizu, 2006), dan The Grudge 3 (Toby Wilkins, 2009), versi teranyar dari The Grudge juga digarap dengan tata pengisahan yang bercerita tentang beberapa karakter dari latar belakang waktu yang berbeda-beda. Fokus ceritanya sendiri berada pada sosok Detective Muldoon (Andrea Riseborough) dan Detective Goodman (Demián Bichir) yang sedang menyelidiki kasus temuan mayat yang diduga telah berada di tengah belantara hutan selama berbulan-bulan sebelum akhirnya ditemukan. Penemuan mayat tersebut secara perlahan membawa Detective Muldoon pada sebuah kasus pembunuhan satu keluarga yang pernah diselidiki oleh Detective Goodman bersama dengan rekannya, Detective Wilson (William Sadler), di tahun 2004 yang lalu. Keengganan Detective Goodman untuk dilibatkan justru semakin menambah rasa penasaran Detective Muldoon terhadap apa yang sebenarnya terjadi pada kasus pembunuhan tersebut. Tanpa ia sadari, pilihan untuk terus menyelidiki kasus tersebut ternyata membangkitkan sebuah teror dari masa lalu yang kini terus mengikuti dan bahkan mengancam nyawanya. Continue reading Review: The Grudge (2020)

Review: Searching (2018)

Terima kasih atas perkembangan yang sangat pesat dari teknologi di bidang komunikasi, kini jarak bukanlah sebuah hambatan bagi manusia untuk terus berhubungan antara satu dengan yang lain. Namun, di saat yang bersamaan, apakah jalinan hubungan yang mampu dijaga dengan baik oleh perkembangan teknologi di bidang komunikasi tersebut membuat kita benar-benar mengenal orang-orang yang berhubungan dengan kita? Pertanyaan itulah yang mungkin diajukan oleh sutradara Aneesh Chaganty lewat film yang menjadi debut pengarahan film layar lebarnya, Searching. Terdengar sebagai sebuah drama yang bernada serius? Jangan khawatir. Lewat premis yang berkisah tentang pencarian seorang ayah terhadap puterinya yang menghilang secara misterius, Chaganty mampu menghadirkan sajian pengisahan yang dipenuhi intrik, misteri, dan momen-momen menegangkan. Oh, dan tentu saja, membuat setiap penonton mempertanyakan kembali arti kehadiran berbagai perangkat komunikasi elektronik yang hadir dalam setiap interaksi keseharian mereka. Continue reading Review: Searching (2018)

Review: Star Trek Into Darkness (2013)

star-trek-into-darkness-header

Di tahun 2009, dimana Hollywood dikuasai oleh film-film science fiction orisinal seperti Avatar serta District 9, J. J. Abrams mampu mencuri banyak perhatian penikmat film dunia ketika dirinya kembali menghadirkan sebuah franchise legendaris bernama Star Trek dengan sentuhan yang baru. Meski awalnya banyak mendapatkan keraguan, khususnya dari para penggemar setia franchise tersebut – yang biasa menyebut diri mereka sebagai Trekkies, dengan bermodalkan naskah cerita arahan Roberto Orci dan Alex Kurtzman yang sangat cerdas, Abrams mampu menghadirkan sebuah presentasi kisah Star Trek yang cukup segar dan modern untuk dapat meraih banyak penggemar baru namun tetap terasa sangat familiar untuk dapat memuaskan para penggemar lamanya. Kesuksesan tersebut jelas telah membuka pintu kesempatan yang sangat lebar bagi Abrams untuk dapat menjelajah lebih jauh dalam menangani seri lanjutan franchise film yang telah dimulai semenjak tahun 1979 tersebut.

Continue reading Review: Star Trek Into Darkness (2013)

Review: Identity Thief (2013)

Identity-Thief-header

Sesungguhnya… Jason Bateman dan Melissa McCarthy adalah dua komedian Hollywood yang sepertinya selalu mampu untuk memberikan performa terbaik dalam setiap penampilan mereka. Sayangnya, performa sebaik apapun yang berusaha dihadirkan keduanya kemungkinan besar tidak akan dapat meningkatkan kualitas Identity Thief lebih jauh lagi. Permasalahan terbesar dalam film ini terletak pada naskah cerita arahan Craig Mazin (The Hangover Part II, 2011). Mazin terkesan hanya memanfaatkan pola penceritaan mengenai perjalanan yang dilakukan oleh dua karakter yang saling bertolak belakang untuk kemudian menghadirkan deretan guyonan dewasa tanpa pernah benar-benar berhasil mengelolanya dengan baik. Hasilnya, daripada menghasilkan sebuah sajian komedi yang kuat, Identity Thief justru menjelma menjadi sebuah presentasi komedi yang kasar dan gagal untuk tampil menghibur.

Continue reading Review: Identity Thief (2013)

Review: Total Recall (2012)

Di tahun 1990, Paul Verhoeven menyutradarai sebuah film science fiction berjudul Total Recall yang naskah ceritanya diadaptasi dari cerita pendek karya Philip K. Dick, We Can Remember it for You Wholesale (1966). Dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger dan Sharon Stone, Total Recall karya Verhoeven berhasil mencuri perhatian penikmat film dunia dengan naskah cerita yang mengandung humor satir yang segar, jalan cerita berbasis masa depan yang terasa aneh namun begitu menarik serta kemudian dipadukan dengan penampilan visual yang sangat meyakinkan – dan akhirnya berhasil memperoleh tiga nominasi Academy Awards dan memenangkan satu diantaranya yakni untuk kategori Best Visual Effects. An instant science fiction classic!

Continue reading Review: Total Recall (2012)