Tag Archives: Joes Brauers

Review: The East (2020)

Menjadi film cerita panjang ketiga yang diarahkan oleh Jim Taihuttu setelah Rabat (2011) dan Wolf (2013), The East memiliki latar waktu pengisahan di tahun 1946 ketika Hindia Belanda memasuki masa Revolusi Nasional Indonesia. Dikisahkan, seorang pemuda asal Belanda bernama Johan de Vries (Martijn Lakemeier) yang menjadi seorang tentara relawan dan lantas dikirimkan ke daerah Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, untuk bertugas sebagai salah satu penjaga keamanan rakyat di Hindia Belanda yang sedang diwarnai konflik sipil selepas menyatakan kemerdekaannya dari jajahan Jepang. Awalnya, Johan de Vries dan rekan-rekannya merasa keseharian mereka begitu membosankan karena minimnya konflik maupun pertarungan yang harus mereka hadapi. Johan de Vries kemudian berkenalan dengan seorang pria karismatik yang dikenal dengan sebutan The Turk (Marwan Kenzari) yang lantas membimbing sekaligus memberikan infomasi lebih mendalam tentang medan perang yang sedang mereka jalani. Johan de Vries, secara perlahan, menjadi salah satu orang kepercayaan bagi The Turk. Sebuah posisi yang tanpa disangka kemudian menjebaknya dalam rangkaian pertumpahan darah yang membuatnya mempertanyakan makna perang sekaligus memberikan trauma di sepanjang sisa hidupnya. Continue reading Review: The East (2020)

Review: Quo Vadis, Aida? (2020)

Ditulis dan diarahkan oleh sutradara asal Bosnia, Jasmila Žbanić, yang sebelumnya sempat memenangkan penghargaan Golden Bear di ajang The 56th Berlin International Film Festival lewat filmnya Grbavica: The Land of My Dreams (2006), Quo Vadis, Aida? memiliki latar belakang waktu pengisahan pada saat musim panas di Bosnia pada tahun 1995 ketika tentara Serbia memasuki kota Srebrenica dan memulai masa pendudukannya. Karakter utama film ini bernama Aida (Jasna Đuričić), seorang guru yang kini bertugas sebagai penterjemah bagi para petugas Persatuan Bangsa-bangsa yang ditempatkan di daerah rawan perang tersebut. Kota Srebrenica sendiri awalnya telah ditetapkan sebagai wilayah aman yang berarti tidak boleh dijadikan lahan pertempuran oleh seluruh pihak yang sedang berperang. Namun, serbuan tentara Serbia yang berniat untuk melakukan pembersihan etnis non-Serbia di lokasi tersebut jelas menimbulkan kepanikan yang mendalam, termasuk kepada Aida yang kemudian berusaha untuk melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan suami dan kedua puteranya. Continue reading Review: Quo Vadis, Aida? (2020)