Tag Archives: Joe Pingue

Review: Anon (2018)

Andrew Niccol (Good Kill, 2015) membawa penontonnya ke masa depan lewat film terbarunya, Anon. Di masa tersebut, setiap manusia memiliki implan yang ditanamkan ke retina mata yang menyebabkan setiap orang dapat mendapatkan informasi yang mereka butuhkan mengenai seseorang atau sesuatu yang mereka jumpai secara cepat dan tepat. Tidak hanya itu, setiap detil tindakan atau perkataan juga dapat terekam dan tersimpan dengan baik – suatu hal yang jelas kemudian memudahkan pihak kepolisian untuk meneliti setiap kasus kejahatan kriminal yang mereka tangani dengan hanya memutar ulang kembali rekaman ingatan setiap orang yang mereka jadikan sebagai tersangka. Tetap saja, hal tersebut tidak menghentikan langkah beberapa pelaku kriminal untuk dapat menjalankan aksi mereka. Dalam sebuah kasus terbaru, seorang pembunuh meretas sistem informasi penglihatan para korbannya sehingga mata mereka tidak dapat melihat siapa pembunuh mereka dan justru menyaksikan sendiri bagaimana mereka terbunuh. Cukup sadis. Continue reading Review: Anon (2018)

Advertisements

Review: Pompeii (2014)

Pompeii (FilmDistrict/Constantin Film Produktion/Don Carmody Productions/Impact Pictures, 2014)
Pompeii (FilmDistrict/Constantin Film Produktion/Don Carmody Productions/Impact Pictures, 2014)

Berbeda dengan James Cameron yang sepertinya akan selalu berhasil menarik pujian kritikus film dunia untuk setiap film yang ia arahkan, nama Paul W. S. Anderson lebih dikenal sebagai seorang sutradara yang selalu mengandalkan tampilan efek visual bombastis dalam setiap film-filmnya namun dengan bangunan naskah cerita yang begitu lemah. Well… mencoba mengikuti jejak Cameron melalui Titanic (1997), Anderson hadir dengan film terbarunya, Pompeii, yang turut menyajikan paduan drama romansa yang menghanyutkan dengan latar belakang tragedi berdasarkan sebuah kejadian nyata. Sejujurnya, dari kemampuannya bercerita, Anderson jelas berada jauh dibawah Cameron – dan Pompeii masih membuktikan hal tersebut. Meskipun begitu, Pompeii bukanlah sebuah karya yang benar-benar buruk. Terlepas dari jalan penceritaan yang standar dan jauh dari kesan emosional, Anderson mampu mengemas film ini dengan baik dan menjadikannya sebagai sebuah sajian yang cukup menghibur.

Continue reading Review: Pompeii (2014)

Review: Pacific Rim (2013)

pacific-rim-header

Kebanyakan penonton yang memilih untuk menyaksikan Pacific Rim jelas tahu pasti apa yang akan mereka dapatkan dari film ini. Yes. Pacific Rim is a movie about giant robots versus giant monsters. Namun, berbeda dari kebanyakan film-film blockbuster yang dirilis Hollywood di kala musim panas, Pacific Rim adalah film tentang giant robots versus giants monsters yang disutradarai oleh Guillermo del Toro: seorang sutradara yang secara legendaris dikenal mampu memberikan jiwa dan kehidupan pada setiap fantasi yang dapat terlintas dalam setiap pemikiran umat manusia serta menghasilkan film-film seperti Mimic (1997), Hellboy (2004) serta Pan’s Labyrinth (2006). Sayangnya, jiwa dan kehidupan mungkin adalah hal terakhir yang dapat ditemukan penonton dalam Pacific Rim karena sentuhan del Toro benar-benar minim dapat dirasakan di sepanjang presentasi film ini.

Continue reading Review: Pacific Rim (2013)

Review: Dream House (2011)

Cukup sulit untuk menerima kanyataan bahwa Dream House adalah sebuah film yang diarahkan oleh Jim Sheridan, penerima enam kali nominasi Academy Awards, baik sebagai penulis naskah, produser maupun seorang sutradara, yang telah memberikan pecinta film dunia film-film seperti My Left Foot (1989), In the Name of the Father (1993), In America (2003) atau Brothers (2009). Merupakan sebuah psychological thriller pertama yang diarahkan oleh Sheridan, Dream House sama sekali tidak memiliki kedalaman kisah seperti film-film Sheridan sebelumnya – cukup wajar, mungkin, mengingat Sheridan sama sekali tidak terlibat dalam penulisan naskah film ini. Dream House terlihat terlalu familiar untuk mampu memberikan kejutan sebuah thriller berkualitas pada para penontonnya. Diisi dengan rentetan kisah drama yang tidak pernah benar-benar berhasil mampu untuk tampil menarik, Dream House adalah sebuah film yang dipastikan akan begitu cepat menghilang dari ingatan banyak penonton segera seusai mereka selesai menyaksikan film ini.

Continue reading Review: Dream House (2011)