Tag Archives: Joaquín Cosio

Review: Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018)

Sony Pictures sepertinya semakin percaya diri dengan kolaborasi mereka bersama Marvel Comics. Setelah kesuksesan Spider-Man: Homecoming (Jon Watts, 2017) – yang juga menjadi film Spider-Man pertama yang diikutsertakan dalam linimasa pengisahan Marvel Cinematic Universe – serta Venom (Ruben Fleischer, 2018), Sony Pictures kini memproduksi sebuah seri terbaru Spider-Man yang tidak berhubungan secara langsung dengan seri live-action Spider-Man yang sedang berjalan namun, di saat bersamaan, juga memiliki keterikatan semesta pengisahan dengan seri film tersebut. Digarap dalam bentuk animasi, Spider-Man: Into the Spider-Verse akan mengenalkan penonton pada sosok Spider-Man lain bernama Miles Morales yang berasal dari dimensi kehidupan yang berbeda – dimana, dalam dimensi kehidupan tersebut, karakter Peter Parker/Spider-Man dikisahkan telah meninggal dunia. Dengan pengembangan cerita dan karakter yang dilakukan oleh Phil Lord dan Christopher Miller (The LEGO Movie, 2014), Spider-Man: Into the Spider-Verse mampu dibangun menjadi sebuah presentasi yang cerdas, menyenangkan, bahkan menjadi salah satu adaptasi film Spider-Man terbaik yang pernah dibuat hingga saat ini. Continue reading Review: Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018)

Advertisements

Review: The Lone Ranger (2013)

Jangan terlalu merasa heran jika banyak ulasan mengenai The Lone Ranger akan menggambarkan film ini sebagai “variasi western dari franchise film The Pirates of the Caribbean”. Well… dengan keberadaan Jerry Bruckheimer sebagai produser, Gore Verbinski duduk di kursi penyutradaraan serta Johnny Depp yang, sekali lagi, tampil dengan peran yang memiliki karakteristik hampir serupa dengan karakter Captain Jack Sparrow, The Lone Ranger memang banyak berbicara dengan nada yang hampir seirama dengan franchise film yang telah menghasilkan pendapatan lebih dari US$3,7 milyar dari masa perilisannya di seluruh dunia tersebut. Bukan masalah yang besar sebenarnya karena terlepas dari durasi penceritaan yang terlalu panjang, Verbinski mampu menggarap The Lone Ranger menjadi sebuah sajian western yang cukup menghibur.

Continue reading Review: The Lone Ranger (2013)

Review: A Better Life (2011)

Menjauh dari film-film yang akan mampu menghasilkan keuntungan komersial dalam jumlah besar seperti The Golden Compass (2007) dan The Twilight Saga: New Moon (2009), Chris Weitz mencoba menggarap sebuah kisah drama sederhana dengan jalan cerita yang sederhana, tanpa kehadiran nama-nama besar sebagai pengisi departemen aktingnya maupun dengan gemerlap dan megahnya tampilan visual yang dapat memukau penontonnya. A Better Life, sebuah film drama yang berkisah mengenai hubungan antara seorang ayah dengan putera tunggal remajanya, yang juga sekaligus menyentuh mengenai kehidupan para imigran ilegal di Amerika Serikat, dihadirkan Weitz dalam formula yang sederhana sekaligus familiar. Namun, lewat kesederhanaan penceritaan Weitz itulah, yang tergarap rapi bersama tata produksi film yang gemilang, yang membuat A Better Life begitu mampu untuk tampil sebagai sebuah drama yang kuat.

Continue reading Review: A Better Life (2011)