Tag Archives: Jessica Rothe

Review: Happy Death Day (2017)

Meskipun bukan yang pertama dalam menggunakan plot pengisahan yang melibatkan terjadinya time loop – situasi dimana satu/beberapa karakter harus terjebak dalam sebuah putaran waktu sebelum dirinya/mereka dapat memecahkan sebuah misteri yang dapat mengeluarkan mereka dari perjalanan waktu berulang tersebut – namun film komedi arahan Harold Ramis, Groundhog Day (1993), jelas merupakan film pertama yang berada di benak banyak penikmat film dunia ketika disinggung mengenai pola penceritaan tersebut. Setelahnya, time loop turut hadir dalam banyak film Hollywood yang berasal dari berbagai genre seperti Triangle (Christopher Smith, 2009), Source Code (Duncan Jones, 2011), Looper (Rian Johnson, 2011), dan Edge of Tomorrow (Doug Liman, 2014). Kini, sutradara asal Amerika Serikat, Christopher Landon (Paranormal Activity: The Marked Ones, 2014), menjajal kemampuannya dalam menggarap garisan cerita bernuansa time loop dalam sebuah slasher berjudul Happy Death Day. Hasilnya, meskipun filmnya tidak menawarkan sebuah pengisahan slasher yang terlalu istimewa, Landon mampu menjadikan Happy Death Day sebagai sebuah presentasi yang akan cukup mampu menyenangkan banyak penontonnya. Continue reading Review: Happy Death Day (2017)

Advertisements

Review: La La Land (2016)

It takes big, huge guts to tackle a movie musical. Film musikal jelas bukan hanya tentang menyelinapkan deretan lagu dan nyanyian diantara barisan dialog maupun adegan sebuah film. Butuh konsep yang tepat dan matang untuk menyajikan sebuah film musikal yang tidak hanya mampu tampil menghibur tapi juga dapat meyakinkan para penontonnya bahwa realita penuh nyanyian yang sedang mereka saksikan adalah sebuah realita yang benar-benar dapat diterima – and who knows, mungkin saja dapat terjadi dalam keseharian mereka. Tidak mengherankan jika kemudian film musikal menjadi salah satu genre yang jarang dieksplorasi oleh banyak pembuat film. Bahkan sutradara sekelas Martin Scorsese (New York, New York, 1977), Richard Attenborough (A Chorus Line, 1985), Chris Columbus (Rent, 2005) hingga Nia Dinata (Ini Kisah Tiga Dara, 2015) yang dikenal handal dalam bercerita gagal untuk mendapatkan formula yang benar-benar tepat untuk film musikal yang mereka garap. Clearly, not everyone knows how to make a good musical. Continue reading Review: La La Land (2016)