Tag Archives: Javier Botet

Review: The Mummy (2017)

Jika Marvel Studios dan Walt Disney Pictures memiliki Marvel Cinematic Universe, Warner Bros. Pictures memiliki DC Extended Universe yang bekerjasama dengan DC Films dan MonsterVerse yang bekerjasama dengan Legendary Pictures, maka Universal Pictures memiliki Dark Universe. Dark Universe nantinya akan mengumpulkan dan mempersatukan versi buat ulang dari film-film klasik bertema monster milik Universal Pictures seperti Invisible Man, Wolf Man, Frankeinstein dan Dracula, untuk nantinya dikisahkan dalam satu semesta penceritaan yang sama. Dark Universe sendiri dimulai dengan The Mummy, sebuah film arahan Alex Kurtzman (People Like Us, 2012) yang meskipun menghadirkan monster yang sama namun sama sekali tidak memiliki hubungan pengisahan dengan seri film The Mummy dalam rangkaian film Universal Monsters (1942 – 1955) atau film-film The Mummy buatan Hammer Film Productions (1959 – 1971) maupun trilogi The Mummy (1999 – 2008) arahan Stephen Sommers. Dibintangi oleh Tom Cruise dan Russell Crowe, mampukah The Mummy menarik perhatian dan minat penikmat film dunia sekaligus membuka jalan bagi deretan film Dark Universe berikutnya untuk meraih kesuksesan? Continue reading Review: The Mummy (2017)

Advertisements

Review: Alien: Covenant (2017)

Lima tahun setelah merilis Prometheus – sebuah pembuka bagi serangkaian film yang semenjak awal telah direncanakan menjadi prekuel bagi seri film Alien (1979 – 1997), Ridley Scott melanjutkan petualangannya dalam menjelajah angkasa luar lewat Alien: Covenant. Tidak seperti Prometheus, yang dengan bantuan penulis naskah Jon Spaihts dan Damon Lindelof kemudian menjadikan film tersebut sebagai sebuah sajian yang berisi berbagai filosofi mengenai asal-usul kehidupan manusia diatas permukaan Bumi, Alien: Covenant terasa seperti usaha Scott untuk memberikan filmnya berbagai ciri khas seri film Alien yang telah begitu familiar dan dicintai oleh banyak penggemarnya. Tentu, pilihan tersebut mampu menjadikan Alien: Covenant tampil dengan warna pengisahan yang lebih menegangkan. Sayangnya, di saat yang bersamaan, pilihan untuk menyajikan formula cerita yang (terlalu) familiar justru membuat film ini kehilangan sentuhan inovatif yang biasanya selalu hadir dalam seri film Alien. Continue reading Review: Alien: Covenant (2017)

Review: Mama (2013)

mama-header

Buang jauh harapan untuk menyaksikan sebuah drama manis jika kesan itu yang Anda dapatkan ketika membaca judul film ini. Mama memulai ceritanya dengan sebuah tragedi. Berlatar belakang waktu pada tahun 2008, ketika krisis ekonomi menghantui seluruh pelaku bisnis di muka Bumi, seorang pria yang mengalami tekanan jiwa akibat terkena dampak krisis ekonomi tersebut membunuh rekan kerjanya, istrinya serta membawa kabur dua puterinya, Victoria (Morgan McGarry) yang berusia 3 tahun serta Lily (Maya dan Sierra Dawe) yang baru berusia 1 tahun, ke pelosok kedalaman hutan untuk kemudian berniat membunuh mereka. Beruntung, di menit-menit ketika pria tersebut akan melakukan tindakannya, “sesuatu” datang menyelamatkan Victoria dan Lily, membunuh sang ayah yang tak bertanggung jawab dan lantas merawat kedua gadis cilik tersebut.

Continue reading Review: Mama (2013)

Review: [REC]² (2009)

Masalah yang kerap hadir pada pembuatan sekuel sebuah film yang sebelumnya telah dirilis dan diterima dengan sangat baik oleh kritikus maupun oleh para penonton adalah seringkali ide baru yang berusaha ditampilkan ternyata kurang disukai oleh mereka yang telah terlebih dahulu menyukai jalan cerita seri pertama film tersebut. Gandakan permasalahan tersebut jika sekuel yang sedang Anda berusaha buat adalah sebuah sekuel dari film horror.

Continue reading Review: [REC]² (2009)