Tag Archives: James Cromwell

Review: Jurassic World: Fallen Kingdom (2018)

Berkaca pada pencapaian kualitas yang diraih oleh Jurassic World: The Lost World (Steven Spielberg, 1997), Jurassic Park III (Joe Johnston, 2001), dan Jurassic World (Colin Trevorrow, 2015), rasanya cukup jelas bahwa lanjutan kisah dari seri film Jurassic Park tidak akan mampu menandingi atau bahkan menyamai kualitas prima dari pengisahan Jurassic Park (Spielberg, 1993) yang sangat legendaris itu. Well… barisan sekuel Jurassic Park sebenarnya bukanlah film-film yang berkualitas buruk. Meskipun hadir dengan tatanan pengisahan yang semakin lama terasa semakin dangkal, film-film tersebut masih mampu dikembangkan dengan tata pengisahan yang menjadikannya cukup menyenangkan untuk disaksikan. Dan, tentu saja, kesuksesan raihan komersial film-film tersebut jelas akan membuat Spielberg dan para produser dari seri film Jurassic Park terus berusaha memutar otak mereka dalam menghasilkan bagian baru dari pengisahan seri film tersebut – seri terakhir Jurassic Park, Jurassic World, bahkan berhasil mendapatkan pendapatan sebesar lebih dari US$1.6 milyar dari masa perilisannya di seluruh dunia sekaligus menjadikannya sebagai film paling sukses dari seri film Jurassic Park. Continue reading Review: Jurassic World: Fallen Kingdom (2018)

Advertisements

Review: The Artist (2011)

Di era dimana kebanyakan film yang dirilis mengandalkan efek visual dan suara untuk menarik perhatian para penonton mereka, sutradara film asal Perancis, Michel Hazanavicius, justru bergerak ke arah yang berlawanan. Dengan menghadirkan sebuah penghormatan terhadap film-film bisu dan hitam putih di masa lalu, Hazanavicius menghadirkan The Artist yang murni mengandalkan kemampuan para jajaran pemerannya untuk menghadirkan ekspresi dan emosi dari jalan cerita yang ingin disampaikan. Diperkuat dengan tambahan tata musik yang hadir untuk semakin memperkuat sisi emosional jalan cerita, yang juga ditulis oleh Hazanavicius, The Artist mampu kembali membuktikan bahwa dengan pengarahan yang tepat, a good story is a good story bahkan jika cerita tersebut hadir tanpa deretan dialog maupun tampil efek yang memukau mata para penontonnya.

Continue reading Review: The Artist (2011)

Review: Secretariat (2010)

Secretariat adalah sebuah film bertemakan olahraga, yang seperti halnya The Blind Side (2009) atau The Fighter (2010), berisikan jalan cerita mengenai perjuangan menuju sebuah kesuksesan yang begitu mudah ditebak oleh setiap penontonnya. Memang, diantara banyak genre film lainnya, film-film bertema olahraga adalah genre yang paling sedikit memberikan variasi di dalam jalan ceritanya. Namun, letak keunggulan film-film bertemakan olahraga bukanlah pada betapa kreatifnya naskah cerita yang dihadirkan. Bagaimana para produser film-film olahraga tersebut dalam mengantarkan jalan cerita yang telah begitu familiar menjadi sebuah kisah yang inspiratif dan menyentuh hati setiap penontonnya adalah letak kelebihan setiap film-film tersebut. Dan dalam hal ini, Secretariat dapat ditempatkan pada posisi sebagai salah satu yang terbaik diantaranya.

Continue reading Review: Secretariat (2010)

Review: W. (2008)

Ketika sutradara Oliver Stone mengumumkan rencananya untuk membuat sebuah film biografi mengenai Presiden Amerika Serikat ke-43, George Walker Bush, semua orang menjadi penasaran dengan film seperti apa yang akan dihasilkannya. Selain karena ingin tahu bagaimana sudut pandang Stone terhadap Bush, para penggemar dan kritikus film dunia juga sepertinya ingin melihat sesuatu yang ‘berani’ dari Stone, seperti yang sering ia perlihatkan di awal karirnya.

Continue reading Review: W. (2008)